Tampilkan postingan dengan label srikandi blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label srikandi blogger. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Mei 2013

Srikandi Blogger, Aktualisasi Perempuan di Era Digital

Hiruk pikuk perhelatan akbar ajang Acer Srikandi Blogger 2013 telah selesai. Senyum puas para finalis, panitia dan semua pihak yang terlibat menghiasi dunia maya. Sebuah ajang apresiasi terhadap para perempuan blogger yang mungkin selama ini tidak terlalu disadari sepak terjangnya.

Tak dapat dipungkiri ajang yang melibatkan para perempuan blogger yang tergabung dalam Kumpulan Emak Blogger ini merupakan perhelatan terbesar pertama kali untuk dunia blogging Indonesia.Bukan saja terbesar semangatnya namun juga terbesar cakupannya. Karena tidak hanya diikuti oleh blogger di satu propinsi tertentu tetapi seluruh perempuan blogger dari ujung Barat Indonesia ke ujung Timur hingga menyeberang ke negeri tetangga dan negeri saudara jauh. Tidak hanya itu, acara dengan sponsor utama Acer dan Rinso ini pun bertabur hadiah, mulai dari stok rinso selama setahun, TV Samsung hingga Notebook Acer. Awesome.

Kumpulan Emak Blogger 

Dengan tagline " Kami Ada Untuk Berbagi", Kumpulan Emak Blogger yang digawangi oleh MakPon Mira Sahid,sampai saat ini berhasil menjaring anggota mencapai 1000 perempuan blogger yang terdiri dari berbagai profesi. Uniknya, walaupun memakai nama Emak, namun nyatanya para anggota tidak hanya terbatas oleh perempuan yang telah berkeluarga, namun semua perempuan blogger dengan batas usia tertentu. Masuk akal sih, karena kan nantinya para perempuan ini juga akan menjadi seorang emak. 

Panggilan emak sendiri menjadi begitu akrab saat diucapkan, walaupun terkesan kampungan dan udik tapi ternyata hal itulah yang menjadi perekat saat bertegur sapa di dunia maya. Bahkan tak jarang panggilan yang awalnya dilontarkan di dalam grup akhirnya terbawa juga ke wall masing-masing anggotanya.

Berbeda dengan kebanyakan grup di facebook yang biasanya melakukan interaksi di dalam grup, justru di KEB ini interaksi terjalin saat melakukan blog walking ke masing-masing blog para emak. Semakin aktif menulis di blog maka semakin intenslah blog si emak akan dijambangi. Sharing is Caring benar-benar diterapkan disini. Karena yang namanya perempuan, dunia yang digeluti tak jauh-jauh dari dunia parenting, keluarga dan kehidupan sehari-hari. 

Blogging

Bagi para emak mungkin awalnya kegiatan ngeblog hanya untuk mencurahkan isi hati. Ada juga yang menjadikan blog sebagai arsip kisah pribadi. Tak sedikit yang menjadikan blog sebagai sarana berbagi pengetahuan yang dimilikinya, seperti dunia kepenulisan, masak-memasak, politik, hingga kesehatan. Dan tak dipungkiri akhirnya ada beberapa yang menjadikan blog sebagai lahan untuk menambah penghasilan, baik untuk jualan online ataupun untuk mengikuti berbagai ajang lomba blog yang semakin menjamur dengan hadiah yang begitu menggiurkan. Apapun tujuan para perempuan blogger ini menulis di blog, toh pada akhirnya semua tulisan tersebut akan memberi manfaat bagi para pengunjungnya dan tentu saja manfaat bagi si empunya blog. 

Ngeblog bagi saya, awalnya adalah terapi jiwa. Saya aktif ngeblog sejak tinggal terpisah dengan suami. Rasa rindu, putus asa dan merasa sebagai istri yang egois saya tuangkan dalam tulisan. Di tengah tumpukan pekerjaan, saya tenggelam dalam dunia yang ternyata sangat saya sukai ini. Dari sekedar curhat colongan, akhirnya ngeblog malah menjadi obat hati untuk saya. Sejak rajin menulis, saya merasa diri saya menjadi pribadi yang lebih baik. Ngeblog juga mendongkrak kepercayaan diri saya beberapa level lebih tinggi, karena dengan latihan menulis di blog saya bisa menerbitkan beberapa tulisan saya dalam bentuk buku, sesuatu yang tidak pernah ada dalam pikiran saya sebelumnya. Dan entah karena keberuntungan atau memang rezeki, beberapa tulisan di blog saya ini malah mendatangkan materi yang tidak sedikit untuk saya dan keluarga.

Ya tanpa saya sadari, jika ditekuni secara serius ngeblog itu banyak sekali manfaatnya. Termasuk bertemu dengan para perempuan inspiratif dari kegiatan bewe yang saya lakukan.

Srikandi Blogger


Saat digaungkan pengumuman akan diadakannya pemilihan Srikandi Blogger, saat itulah kegiatan blogging seperti mendapat sebuah apresiasi luar biasa. Awalnya saya sendiri tidak mengerti, apa yang dimaksud dengan pemilihan Srikandi Blogger ini, namun melihat semangat para makpan dan makmin dalam woro-woro pemilihan ini saya pun tergerak untuk mengikutinya. Dengan syarat yang tidak menyulitkan yaitu minimal telah ngeblog selama 2 tahun dan mengirimkan email tanda kepesertaan saya pun melayangkan lamaran kesanggupan berkompetisi dengan perempuan blogger lain. Satu hal yang saya tidak tahu adalah kalau para peserta lain mengirinkam resume yang berisi alasan mengikuti ajang ini.Saya tahunya setelah deadline berakhir, kala membaca ulang lagi syarat dan peraturan lomba, karena itu saya segera melupakan ajang ini.

Siapa sangka saat pengumuman 50 semi finalis, nama saya terjaring di dalamnya. Dari 150 emak yang mendaftar, blog saya terpilih, waduh senang bukan kepalang. Saya berpositif thinking bahwa mungkin para makpan melihat ada sesuatu di blog saya sehingga saya layak menjadi 50 finalis.

Para Finalis

Pun saat ke 10 finalis diumumkan dan nama saya tidak ada di dalamnya, saya mengacungkan apresiasi setinggi-tingginya untuk pilihan dewan juri. Karena ke 10 nama Srikandi Blogger yang terpilih memang para perempuan yang aktif dalam dunia blog baik online maupun offline. Myra Anastasia, Winda Krisnadefa,Dina Begum,Alaika Abdullah,Diadjeng Laraswati adalah pemilik blog yang sering saya kunjungi. Menurut saya blog mereka unik, dengan penggunaan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami dan kisah yang terkadang sepertinya sederhana tapi menjadi sesuatu yang istimewa berkat ramuan tulisan mereka. Kelebihan lainnya adalah mereka tak segan melakukan kunjungan balasan dan menanggapi komentar yang mampir di setiap postingan blog. tak heran Srikandi -Srikandi ini bisa dibilang merupakan selebritis blog perempuan ( menurut saya lho ).

Sedangkan finalis lainnya saya memang tidak terlalu kenal, maklum saja saya baru beberapa bulan bergabung dalam KEB. Syukurlah ada ajang Srikandi Blogger ini, saya jadi lebih mengenal mereka melalui tulisan-tulisan di blognya. Anazkia ,Shinta Ries,Nci Hanie,Octaviani N,Eka Maya finalis yang ternyata blognya juga sering saya baca tapi saya tidak tahu siapa pemiliknya. 

Penganugerahan

Setelah satu bulan berjibaku dari mulai pendaftaran, penyaringan 50 semi finalis hingga penyusutan menjadi 10 finalis, akhirnya pada hari Minggu 28 April 2013 acara puncak pun di gelar. Bertempat di Gedung F Kemendiknas Jl Sudirman Jakarta. Sungguh saat itulah saya merasa betapa beruntungnya orang yang tinggal di Jakarta, karena bisa menghadiri acara bergengsi tersebut. Sedangkan saya yang berada di Medan cukup berpuas diri dengan menyaksikan melalui live streaming yang bisa diakses via internet ( thanks to internet ).

Saya dibuat takjub oleh penampilan emak-emak yang berubah bak Cinderella, cantik-cantik dan sungguh anggun. Tentu saja itu semua tak lepas dari sapuan ajaib Wardah kosmetik yang menjadi salah satu sponsor acara ini. 

Emak-emak yang mungkin sehari-harinya gemar berdaster ria, memakai pakaian senyaman mungkin di rumah, kini harus berjuang berjalan di catwalk memakai sepatu/sendal berhak dengan balutan kebaya yang mengeluarkan aura kewanitaan meraka, so beautiful. Ah emak, ternyata ada kecantikan tersembunyi dalam diri kalian.

Walaupun tidak hadir di antara para Srikandi tersebut, saya melihat susunan acara yang disajikan tertata dengan baik, dari mulai monolog, mini drama, fashion show hingga tentu saja acara puncak yang ditunggu-tunggu. Tidak hanya para finalis, saya pun turut deg-deg-an menanti pengumuman siapa yang terpilih menjadi Srikandi Blogger 2013.


Daaan akhirnya terpilihlah tiga Srikandi Blogger 2013 untuk masing-masing kategori:

Acer Srikandi Blogger 2013
Mak Alaika Abdullah

Acer Srikandi Favorit 2013
 Mak Anazkia

 Acer Srikandi Persahabatan 2013
Mak Myra Anastasia.

Ketiga srikandi terpilih ini menurut saya memang pantas sekali menyandang gelar tersebut. 

Myra Anastasia memang seorang blogger yang sangat bersahabat. tak heran setiap postingan di blognya selalu dibanjiri komen karena belaiu memang aktif sekali blogwalking ke blog orang lain. Dan kekonsistenannya ngeblog itu lhooo patut diacungin jempol, karena ngga hanya mengelola satu blog tapi tiga blog sekaligus yang ketiganya selalu update. 

Anazkia. Entah kenapa, saat saya Bewe ke blognya saya selalu merasa nyaman dengan segala cerita yang dibaginya. Sebagai seorang TKI di negeri orang saya sangat salut dengan manajemen waktunya yang bisa membagi antara pekerjaan, koordinator hibah sejuta buku hingga menyempatkan diri berbagi melalui blog.

Alaika Abdullah,saya mengenalnya sebagai blogger dengan bahasa tulisan yang sangat tertata dan sistematis. Selain itu saya juga tahu mak Alaika Abdullah sebagai seorang penulis novel Selingan Semusim. Sungguh tak salah juri menobatkannya sebagai Acer Srikandi Blogger 2013 karena beliau memang merupakan sosok perempuan blogger multitalented yang menginspirasi para perempuan lain.

Di samping tiga penghargaan di atas, ternyata ada dua penghargaan tambahan yaitu Live Time Achievement yang disematkan ke mak Yati Rachmat, seorang perempuan berusia 70 tahun yang usianya tak menghalangi semangat untuk berbagi. Angkat topi untuk mak yang satu ini.

Kemudian Acer Srikandi Inspiratif 2013 diberikan kepada mak Haya Alia Zaki, seorang editor yang tulisannya selalu bernas. Entah sudah berapa banyak tulisannya yang malang melintang di media.

Perempuan Era Digital

Applaus yang sangat meriah pantas kita berikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam ajang ini. Acara ini menunjukkan pada dunia digital, bahwa seorang perempuan memiliki potensi luar biasa di dalam dirinya yang akan menjadi penggerak bagi lingkungannya. Keterbatasan yang mungkin selama ini dirasa menghalangi, dengan ajang ini membuka mata para perempuan dimanapun berada bahwa sebenarnya diri kitalah yang membuat batasan-batasan itu.

Bahwa seorang perempuan, entah itu yang berkarir di luar rumah atau berkarir di dalam rumah memiliki kesempatan yang sama untuk mengaktualisasikan dirinya. Memiliki kesempatan yang sama untuk maju, berkembang, memperoleh ilmu, berprestasi  dan bermanfaat bagi lingkungannya. Tinggalkan stigma negatif bahwa perempuan itu tidak melek teknologi, bahwa perempuan lamban dalam menerima arus informasi baru.

Para Srikandi Blogger ini telah membuktikan pada kita semua, bahwa saat perempuan punya gawe bahkan yang dipanggil emak - dengan konotasi seorang perempuan lugu,berdaster,bau susu bayi- ternyata bisa menggelar perhelatan akbar yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti dengan para sponsor yang bersedia mendukung acara ini, Acer, Rinso, Wardah, merupakan bentuk pengakuan secara eksplisit dari brand-brand ternama bahwa acara Acer Srikandi Blogger 2013 ini adalah acara bergengsi yang memang patut di dukung dan diapresiasi setinggi-tingginya.

Dan satu hal yang paling membekas dari ajang Srikandi Blogger ini bagi saya yaitu saya benar-benar jadi melek. Dulunya saya ngeblog sesuka hati. Setelah beberapa kali menang lomba, saya malah kebanyakan posting hanya untuk lomba. Melihat para Srikandi Blogger ini saya jadi malu pada diri sendiri. Karena isi blog mereka semua benar-benar merupakan hal yang bermanfaat. Sederhana tapi menginspirasi. Dan jujur saya, saya tidak mengira ada begitu banyak perempuan blogger yang sehari-hari di rumah ternyata memiliki amunisi demikian kuat untuk menulis dan berbagi. Hal tersebut memberi masukan positif kepada saya yang selama ini dihantui ketakutan apabila suatu saat karena keadaan saya harus resign dari pekerjaan saya. Kini saya sudah melihat begitu banyak contoh nyata, bahwa perempuan di era digital ini bisa berekspresi dan mengaktualisasikan diri tak peduli apapun profesinya.


Selamat kepada semua finalis, kepada para pemenang, kepada para panitia, dewan juri, dan tentu saja kepada seluruh perempuan blogger yang telah berbagi melalui tulisan, menginsiprasi melalui kisahnya. Semoga ajang ini akan ada setiap tahunnya , melahirkan Srikandi-Srikandi baru yang tahu apa yang dia mau, berani memanfaatkan peluang yang ada dan tidak takut mengemukakan pendapatnya. Karena dialah perempuan era digital.













Rabu, 17 April 2013

Srikandi Blogger, Perempuan Era Digital Tanpa Busur Panah


Sebelum membaca postingan saya, lihat video ini dulu yah :)



Ngerasa seperti yang dialami emak-emak di video itu ngga?. 

Saya membuat video itu karena seperti itulah gambaran sehari-hari para perempuan menikah yang saya baca, saya dengar maupun saya lihat. Namun, kebanyakan yang merasa seperti itu hanya ibu yang full ada di rumah, alias bukan ibu yang bekerja di luar rumah. Duh padahal ibu bekerja seperti saya ini juga mengalami hal yang serupa lho. Walaupun saya belum memiliki anak ( masih di perut ), namun masalah rumah berantakan, cucian menumpuk, stress, juga kerap menerpa saya. Karena walaupun bisa dibilang hampir separuh hari saya habiskan di kantor, tapi saat kembali ke rumah, saya tetaplah seorang istri yang harus melayani suami, saya tetaplah seorang ibu rumah tangga yang ngga bisa lepas tangan terhadap segala tetek bengek kerjaan rumah yang ngga ada habisnya. Apalagi saya tidak memiliki asisten yang membantu di rumah, jadilah semua harus dikerjakan sendiri.

Berbicara tentang kesibukan dan masalah rumah tangga, saya rasa baik perempuan bekerja ataupun full di rumah pastilah memiliki cara masing-masing untuk mengatasinya. Pilihan ada di tangan kita, mau tenggelam di dalamnya atau bangkit dan berusaha menjadi pemenang dari setiap masalah yang kita hadapi.

Dari pengamatan saya, dewasa ini, para perempuan Indonesia khususnya, semakin pintar dalam mengatasi persoalan-persoalan hidup. Mengapa saya katakan demikian?, karena sependek pengetahuan saya, sejauh ini saya berinteraksi dengan perempuan-perempuan yang memiliki daya juang tangguh dalam kesehariannya.

Walaupun sehari-hari saya disibukkan dengan pekerjaan di kantor ( saya seorang bankir ), namun saya selalu menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan sahabat-sahabat dunia maya. Jangan salah, berinteraksi disini bukan sekedar haha hihi , ngerumpi tanpa juntrungan. Tapi selalu ada diskusi hangat dengan materi bergizi yang saya peroleh. Ya, hampir 80 persen sahabat dunia maya saya adalah perempuan blogger. Disebut perempuan blogger karena mereka adalah perempuan-perempuan yang aktif di dunia blogging dan selalu berbagi kesehariannya di dalam media bernama blog.

Kemajuan teknologi atau yang sering disebut era digital saya rasakan menjadi satu solusi cerdas untuk perempuan berkespresi, mencari ilmu seluas-luasnya, mengembangkan segala daya yang ia punya tanpa harus menembus batas ruang yang melingkupinya. Baik batas yang berwujud tembok rumah atau batas dalam arti penghalang yang menjerat keseharian mereka.

Dari blog mereka saya mendapat banyak asupan pengetahuan yang mungkin akan mahal sekali harganya jika saya mengikuti seminar. Namun karena kiprah mereka di dunia blogging, membuat saya bisa menikmatinya secara gratis tanpa batasan waktu. Kapan saja saya perlu suatu informasi saya tinggal blogwalking ke blog-blog para perempuan blogger tersebut.

Kenapa hanya perempuan blogger, bukan blogger pada umumnya?.

Jawabannya jelas sekali, karena saya juga seorang perempuan, jadi masalah sehari-hari yang saya hadapi pun masalah perempuan. Seperti saat ini, saya lagi mengandung anak pertama. Banyak hal yang tidak saya ketahui, Dari blogwalking , saya mendapat berbagai pengetahuan tentang kehamilan. Bukan sekedar teori tapi merupakan pengalaman pribadi yang tentu saja akan berbeda dibanding saya membaca buku-buku teori yang terkadang memakai bahasa yang sulit dipahami. Namun karena sesama perempuan dan karena ditulis di blog, maka bahasa yang digunakan pun lebih dimengerti karena merupakan bahasa sehari-hari.

Saya sendiri adalah seorang perempuan blogger. Seingat saya, kegiatan blogging mulai saya lakoni sejak kurang lebih empat tahun yang lalu. Namun benar-benar aktif dua tahun belakangan. Tepatnya di tahun 2010 saat saya harus berpisah dengan suami karena tuntutan perkerjaan. Saya di mutasi ke Jakarta sedangkan suami berada di Medan. Awalnya jarak menjadi masalah besar bagi kami. Tiket pesawat Jakarta-Medan yang sangat menguras isi dompet membuat saya lebih realistis. Tak kehabisan akal, kami memanfaatkan segala perangkat digital untuk mengatasi masalah tersebut. Melalui internet dan skype saya tetap bisa mendampingi suami tanpa terhalang jarak ribuan kilometer yang terbentang. Lagi-lagi teknologi menjadi solusi untuk menembus ruang dan waktu.

Balik lagi ke masalah blog. Sejarah perblog-an saya cukuplah menarik. Dari sekedar menumpahkan isi hati, lambat laun saya mulai memanfaatkan blog yang saya punya untuk kegiatan yang lebih memberi nilai lebih. Awalnya hanya untuk diri sendiri. Saya mengikuti lomba-lomba menulis yang ada di sela-sela waktu luang yang saya punya. Ya karena jauh dari suami, saya jadi punya me time yang melimpah ruah, daripada saya gunakan buat bersedih menahan rindu, saya lebih memilih menikmati waktu yang ada untuk kegiatan yang menjadi passion saya.

Mungkin keberuntungan pemula ada pada saya. Karena saat pertama kali mengikuti lomba blog, nama saya langsung keluar jadi pemenang pertama. Walaupun hadiahnya tidak seberapa tapi senangnya luar biasa. Semangat saya langsung terbakar. Saya ketagihan untuk mengikuti lomba. Namun ternyata beberapa kali saya harus menerima berita kekalahan. Tapi anehnya, bukannya surut, saya malah semakin penasaran. Hingga beberapa kali blog saya ini keluar sebagai pemenang. Mungkin gara-gara kemenangan-kemenangan itu, blog saya yang dulunya sepi akhirnya mulai banyak dikunjungi peserta lomba yang mungkin penasaran. Melihat lonjakan jumlah pembaca, semakin memacu saya untuk  terus mengupdate dan tak membiarkan blog ini sampai dihinggapi sarang laba-laba.

Saya benar-benar tidak menyangka dari aktivitas ngeblog saya memperoleh begitu banyak hal. Saya dapat tambahan teman baru. Ngeblog juga menjadi terapi jiwa untuk diri saya pribadi. Karena saat menulis, saya juga turut membebaskan energy-energy negatif yang ada di pikiran saya. Sehingga jiwa saya lebih sehat. Dan dari ngeblog juga beberapa karya saya dibukukan dan mejeng di tobuk -tobuk keren. Walaupun baru berupa antologi, menurut saya itu sudah menjadi awal yang baik.

Namun yang paling membahagiakan adalah saat ada pesan masuk ke inbox saya yang menyampaikan bahwa ia sangat terinspirasi dengan tulisan dan kemenangan-kemenangan saya. Ujung-ujungnya, beberapa orang minta diajarkan membuat blog. Wuih, sejujurnya blog saya ini sangat standar, namun pantang bagi saya menyurutkan semangat seseorang. Sebisa mungkin saya membantu siapa saja yang meminta saya untuk mengajarinya membuat blog. Walau hanya sekedar mencarikan link yang berisi tutorial pembuatan blog. Jadi bukan saya yang mengajari, saya hanya membantu saja. Dan setiap mereka membuat postingan di blognya, pasti saya akan diberi tahu. Rasanya bahagia sekali bisa menularkan semangat menulis kepada orang lain.

Ngeblog ternyata bisa menjadi sarana untuk berbagi, berbagi ilmu, berbagi pengalaman, berbagi kebahagiaan, bahkan berbagi semangat. Itulah yang saya rasakan selama ini.

Maka saat KEB ( Kumpulan Emak Blogger ) membuka pendaftaran untuk pemilihan Srikandi Blogger, tanpa pikir panjang saya langsung mengirim email untuk mendaftarkan diri ( mungkin saya termasuk salah satu pengirim pertama ;)). Tak ada keraguan sama sekali, tidak ada rasa minder dalam diri saya . Karena saat mendaftar, saya tidak terfikir masalah menang kalah. Saya hanya merasa bahwa saya adalah perempuan blogger yang aktif di dunia blogging selama ini. Dan jika ada ajang yang bisa saya manfaatkan untuk lebih berkontribusi dalam memajukan dan membantu perempuan lain mengaktualisasikan dirinya, maka dengan senang hati saya bersedia turut berperan aktif di dalamnya.

Apalagi tema yang diangkat adalah "Aktualisasi Perempuan di Era Digital". Wow, saya banget lah kalau yang ini. Karena saya memang benar-benar memanfaatkan teknologi yang ada sebesar-besarnya untuk mengupgrade pengetahuan saya. Walau tidak bisa dikatakan saya ini melek teknologi dalam arti ahli dan mumpuni, namun setiap ada hal yang bisa dipermudah dengan teknologi saya tidak akan melewatkannya. Termasuk info-info kehamilan yang begitu mudahnya didapat hanya tinggal klik-klik saja, sangat membantu saya selama masa-masa kehamilan pertama ini. Makanya saya selalu bilang, kalau buka internet itu jangan cuma buat hiburan semata, tapi harus ada nilai tambah yang kita peroleh. Facebookan pun jangan cuma buat update status geje, tapi gunakan buat menggali ilmu sebanyak-banyaknya, syukur-syukur kita yang bisa memberi tambahan ilmu bagi orang lain. Sayang waktu yang terbuang percuma kalau buat hal yang sia-sia.

Memang sudah bukan zamannya lagi perempuan takut untuk mencoba hal baru, merasa tersisih di dunianya. Baik itu perempuan bekerja ataupun perempuan tidak bekerja di luar, semuanya memiliki kesempatan yang sama, asal mau membuka diri, membuka mata dan membuka pikiran.

Seperti di video yang membuka tulisan ini, menurut saya itulah beberapa sosok perempuan masa kini. Saya mengambil contoh beberapa karena tidak mungkin saya memasukkan semua perempuan inspiratif yang ada. Mereka mumpuni masing-masing di bidangnya. Mereka mengaktualisasikan diri menurut peran masing-masing. Tidak perlu merasa profesi mana lebih hebat, yang penting kita berkarya dan mengoptimalkan diri sesuai apa yang kita lakoni.

Ajang Pemilihan Srikandi Blogger 2013 ini, adalah salah satu sarana buat kita para perempuan blogger untuk lebih memacu diri lagi , mengaktualisasikan diri melalui tulisan di blog yang bisa dibaca di belahan dunia manapun yang masih terkoneksi dengan internet.

Seorang Srikandi tidak harus memegang busur untuk terlihat perkasa. Srikandi tidak harus terjun di kancah peperangan untuk menunjukkan jiwa pejuangnya. Karena di dalam diri setiap perempuan, sejatinya ada jiwa Srikandi yang melekat. Dalam diri seorang emak, ada Srikandi yang akan selalu memperjuangkan kebaikan bagi keluarganya. Dalam diri seorang perempuan karir ada Srikandi yang membela kaumnya   Hanya saja kita membiarkannya tertidur atau berusaha membangkitkannya dan menularkan semangat juang Srikandi kepada sesama . Dan dalam diri perempuan blogger, ada Srikandi yang tak pernah lelah untuk  menginspirasi orang lain , berbagi melalui  setiap tulisannya. Itulah Srikandi sejati, Srikandi masa kini.

Jika saya terpilih menjadi Srikandi Blogger 2013?
Srikandi Tanpa Busur Panah
created by Anik Nuraini
.Hmm, tidak perlu menunggu sampai ajang pemilihan selesai. karena seperti yang saya utarakan di atas, saat ini pun saya adalah Srikandi Blogger, hanya saja tanpa sebuah mahkota yang menisbahkannya. Terpilih atau tidak terpilih, saya akan tetap berbagi melalui blog ini, melalui tulisan dan melalui media apapun yang memungkinkan baik online maupun offline. Terus memantaskan diri menjadi perempuan yang tidak tergilas egoisme jaman. 
Namun mungkin ada satu keinginan saya, yaitu mengadakan program laiknya member get member yang sering diadakan bank. Yaitu setiap blogger mengajak minimal lima orang lain untuk membuat blog, karena saya yakin, banyak perempuan di luar sana ingin menulis, namun belum tahu caranya, mungkin belum kenal dengan blog atau tidak tahu cara membuat blog. Terbukti banyak yang menginbox saya hanya untuk bertanya, gimana sih cara biar punya blog.
Dengan begitu, diharapkan semakin banyak perempuan yang aktif menulis, dan hal tersebut tentu akan berimbas positif terhadap kehidupan yang lebih baik. Loh apa hubungannya?. Tentu saja ada, karena dengan menulis, para perempuan akan lebih bisa membebaskan pikiran-pikirannya. Berinteraksi dengan para blogger lain pun akan turut membuka pikiran dan saling berbagi yang ujung-ujungnya akan berdampak pada cara mendidik anak yang lebih baik lagi ( sharing is caring ). Semua itu tentunya merupakan peran perempuan blogger untuk generasi mendatang yang lebih berkualitas.

Oya, ada hal yang membuat saya begitu bangga terpilih menjadi salah satu dari 50 nominasi Srikandi Blogger 2013. Kemarin saya membaca salah satu tulisan di blog mba
 Afifah Afra, bahwa menurut Helvy Tiana Rossa, kenapa Kartini lebih dikenal  dibanding pejuang perempuan lainnya. Ya, karena Kartini adalah perempuan yang menulis. Kenapa Bung Hatta dan pemimpin -pemimpin terdahulu masih dikenang hingga kini?. Lagi-lagi karena mereka menulis. Dengan menulis, kita turut mengukir sejarah. Dengan menulis kita abadi. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer " Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menuls, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah kerja untuk keabadian".

Maka kepada semua 50 nominasi Srikandi Blogger, berbahagialah karena kita sudah termasuk perempuan yang mengukir sejarah. Harapan saya, ajang Srikandi Blogger ini akan melecut semangat para perempuan blogger dimanapun untuk terus berkarya dan lebih bisa mengaktualisasikan di era serba digital ini.
Perempuan era digital adalah perempuan yang tahu apa yang ia mau, Melihat setiap peluang dan memanfaatkannya. Dan Srikandi Blogger adalah salah satunya.



Menurutmu, apa saya pantas mengenakan tiara Srikandi Blogger?