Selasa, 19 Februari 2013

Wedding Invitation - Go Green and Elegant

( Pemenang Hiburan Lomba Blog Datangya.com )


Kalau mendengar kata pencemaran lingkungan, pemanasan global, perubahan iklim, pasti yang terlintas pertama kali di benak saya penyebabnya adalah penggunaan bahan bakar. Karena secara kasat mata polusi udara paling banyak disebabkan asap knalpot kendaraan bermotor yang berasal dari pembakaran bahan bakar di mesin. 

Namun setelah membaca dan mencermati isu-isu lingkungan , saya dikejutkan oleh beberapa fakta tentang sumber pencemaran lingkungan yang berasal dari benda yang akrab dengan kehidupan sehari-hari dan terlihat bersih. Yup, KERTAS. 

Tahukah anda dengan fakta-fakta berikut ini, ternyata :
  • Industri kertas adalah pemakai energi bahan bakar ke-3 terbesar di dunia
  • Untuk memproduksi 1 ton kertas dibutuhkan 3 ton kayu dan 324 liter air
  • Untuk memproduksi 1 ton kertas dihasilkan kurang lebih 72.200 liter limbah cair dan 1 ton limbah padat
  • Untuk menghasilkan 1 ton kertas dihasilkan 2,6 ton karbondioksida atau setara dengan emisi gas buang yang dihasilkan mobil selama 6 bulan.
  • Setiap jam, dunia kehilangan 1.732,5 hektar hutan karena ditebang untuk menjadi bahan baku kertas.
  • 1 batang pohon kayu menghasilkan 16 rim kertas
  • 1 batang pohon kayu menghasilkan oksigen yang dibutuhkan untuk 3 orang bernafas.

Membacanya saya terhenyak. Benda yang begitu akrab dengan hari-hari saya. Bahkan saya bisa menghabiskan satu rim kertas hanya dalam waktu 1 minggu saja, sendiri. Bayangkan, coba kita hitung:
1 rim = 1 minggu
16 rim = 16 minggu
16 minggu = 1 batang pohon = 3 orang

Berarti setiap 16 minggu atau 4 bulan saya telah menebang 1 pohon kayu dan "membunuh" 3 orang manusia. Itu baru saya seorang diri. Padahal di kantor saya ada 15 orang dengan pola pemakaian kertas seperti saya. Belum yang lainnya lagi. Itu belum termasuk tinta yang saya habiskan untuk mencetak tulisan di atasnya. Waduh, sama sekali tidak menyangka bahwa penggunaan kertas secara berlebihan, bisa membawa dampak lingkungan yang sangat serius.

Apalagi, pohon adalah salah satu penyerap karbon di alam ini. Kalau pohon habis ditebangi maka penyerap karbon akan berkurang, akibatnya jumlah karbon yang beredar di muka bumi semakin besar. Padahal karbon adalah salah satu gas rumah kaca, yang artinya dengan menggunakan kertas secara tidak efisien kita sudah turut meyumbang emisi karbon dan memperparah kondisi bumi ini.

Mengetahui fakta ini, tentu kita jangan hanya tinggal diam, banyak hal yang bisa kita lakukan. Mengefisiensikan penggunaan kertas adalah suatu keharusan. Ada beberapa cara yang bisa kita tempuh. Berhubung saat ini adalah eranya digital, maka sebenarnya banyak hal yang dulunya harus menggunakan kertas, bisa kita alihkan ke sistem digital, contohnya:
  • Penggunaan e-book. Satu buku bisa terdiri dari 100-500 lembar. kalau e-book sudah memasyarakat tentu akan banyak pohon yang bisa diselamatkan. Apalagi penggunaan ebook di dunia pendidikan, tentu akan berpengaruh signifikan. ( kalikan saja dengan jumlah buku dan jumlah siswa yang ada di Indonesia). Bagi yang belum nyaman pakai e-book mungkin bisa dimulai dari rajin baca blog dulu, kayak blog saya ini :)
  • Untuk di kantor, kalau mau rapat, sebaiknya tidak perlu membagi notes atau draft dalam bentuk kertas. Mungkin bisa dikirim dalam bentuk soft copy terlebih dahulu, sehingga hanya yang benar-benar penting yang dicetak.
  • Membaca berita saat ini tidak hanya bisa dari koran, internet merupakan salah satu sumber berita yang hemat energy. Kalau masih ingin baca koran bisa dicari di tempat-tempat umum. Setiap kantor biasanya menyediakan koran dari berbagai penerbit, manfaatkan itu tanpa perlu berlangganan secara pribadi.
  • Dokumen-dokumen kantor, surat-menyurat kalau bisa dilakukan secara digital, disamping hemat kertas juga lebih tahan lama dan mudah dibawa kemana-mana. Tagihan-tagihan seperti kartu kredit juga bisa menggunakan fasilitas email.
Masih banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan hutan dan bumi kita. Dari beberapa cara penghematan di atas ada satu hal yang mungkin beberapa orang tidak familiar dan kurang nyaman melakukannya. Salah satunya yaitu dalam hal surat menyurat. Misalnya pemanggilan kerja, tentu kita lebih senang kalau menerima dalam bentuk surat bukan email. Atau dalam hal undangan, seperti undangan rapat, banyak teman-teman di kantor saya menganggap email bukan undangan yang resmi , harus ada undangan dalam bentuk kertas baru dianggap serius. 

Ngomong-ngomong soal undangan, dua hari lalu saya baru terima undangan dari seorang teman. Dikirim via pos, karena teman saya berada di Jakarta dan saya di Medan. Sebenarnya ia sudah mengundang saya melalui sms, tapi mungkin karena kurang sreg, sehingga tetap mengirim undangan asli. Mungkin khawatir saya tidak tahu denahnya atau mungkin biar terkesan lebih menghargai. Bayangkan kalau teman saya itu memiliki teman di seluruh penjuru Indonesia, berapa banyak dana yang harus dikeluarkannya hanya untuk masalah undangan.


Saya jadi ingat saat mau menikah dulu. Dengan budget yang tidak terlalu besar saya harus memikirkan secara detail pos-pos mana yang bisa dihemat. Jaman saya, tahun 2008, satu lembar undangan yang standar harganya adalah Rp 4000,-. Namun dengan pertimbangan estetika, kepantasan dan sedikit gengsi, saya memesan undangan dengan dua type. Satu, type standar untuk undangan sekitar rumah dan tetangga serta type yang agak lumayan untuk rekan kerja dan atasan. Mau tahu berapa biaya yang saya keluarkan untuk pos undangan?. Mencapai 5 juta rupiah. Karena undangan saya banyak banget. Keluarga saja sudah mencapai ratusan, belum rekan kerja, teman-teman suami, tetangga, rekan kerja ibu, bapak. Wueeeh undangan saya saat itu berjumlah 1000 biji. Duh nyesek banget saat membayarnya.

Apalagi saat itu ada insiden kecil yang membuat saya sampai stress. Gimana ngga? dua minggu menjelang hari H undangan belum selesai. Bukan itu saja, karena terburu-buru pihak percetakan malah membuat dengan asal jadi, kontan saya langsung spanning. Belum lagi saya harus memikirkan penyebaran undangannya. Karena teman kantor suami tersebar di  seluruh pelosok Sumatera Utara, maka kami harus pastikan undangan sampai tepat waktu. Duuh kalau diinget-inget, masalah undangan ini saja memakan banyak sekali energy dan pikiran.

Padahal untuk menggelar sebuah hajat pernikahan ada banyak hal yang harus dipikirkan, mulai dari rias pengantin, gedung atau tenda, catering,souvenir, dan printilan biaya lain yang bisa menghabiskan dana dari puluhan sampai ratusan juta.
Ayo itung-itung , dari yang paling mahal
  • Catering : 1000 orang x Rp 50.000  : Rp 50.000.000,-
  • Tenda (saya nikah di rumah )           : Rp 10.000.000,-
  • Rias Pengantin                                 : Rp   5.000.000,-
  • Dokumentasi                                   : Rp   5.000.000,-
  • Souvenir = 1000 x Rp 4.000           : Rp   4.000.000,-
  • Total                                               : Rp 74.000.000,-
Wuih, itu belum termasuk perintilan yang kecil-kecil yang biasanya menguras dana yang juga tidak sedikit.

Karena itu, jika ada pos yang bisa ditekan, akan sangat membantu bagi calon pengantin. Kalau dipikir-pikir sekarang,  mending dana untuk pos undangan saya gunakan menambahi budget honeymoon, jadi bisa nginep di hotel yang bagusan dan mewah. Toh yang nikmatin saya dan suami. Atau bisa dialokasikan ke souvenir, karena kalau souvenir biasanya disimpan orang. Berbeda dengan undangan, palingan setelah diterima, dibaca setelah itu dibuang. Syukur kalau disimpan. Saya pribadi kalau nerima undangan teman, sebagus dan semewah apapun undangan itu , ujung-ujungnya akan berakhir di tempat sampah. Nah lho, udah ngabisin banyak duit, malah turut serta menyumbangkan sumber pencemaran lingkungan, pemanasan global, dan merusak bumi. Padahal material undangan kan bukan kertas biasa, bahannya biasanya lebih tebal, berarti lebih banyak lagi serat kayu yang dipakai untuk memproduksinya. Haduh


Undangan saya dulu

Alangkah untungnya kalau budget yang diplot untuk undangan bisa digunakan untuk hal lain. Semua orang tentu akan sangat terbantu jika ada undangan dengan dana minim namun tetap tidak mengurangi maksud dan tujuannya. Maksudnya tetap terkesan dan terlihat elegan tanpa mengurangi rasa hormat kepada penerimanya. Bukan apa-apa, soalnya kan yang kita undang bukan hanya teman biasa yang mungkin akan memaklumi kalau misalnya kita beritahu dengan SMS atau BBM. Tentu saja tidak sopan rasanya kalau mengundang atasan atau kolega bisnis hanya melalui SMS. Wah bisa-bisa kita dicap kurang ajar lagi.

Oleh karena itu, diperlukan suatu konsep undangan yang hemat energi, ramah lingkungan, murah, namun tetap elegan dan eksklusif tanpa merendahkan penerimanya. Dengan kata lain, ada suatu terobosan undangan yang sesuai kebutuhan pengantin namun tetap mengikuti perkembangan zaman.

Media sosial facebook sudah memfasilitasi kebutuhan ini, dengan menghadirkan aplikasi Event, yang bisa dimanfaatkan untuk mengirim undangan baik pernikahan, seminar, kopdar, maupun undangan acara-acara resmi. Disitu disediakan 3 tombol untuk konfirmasi, berupa : Join, Maybe atau Decline. Dengan aplikasi ini, diharap para undangan sudah bisa mengkonfirmasi kesediannya untuk datang atau tidak, atau malah masih ragu.. Salah satu keuntungannya, misalnya untuk undangan suatu event seminar menulis, kalau ada peserta yang mengkonfirm decline, tempat yang tersedia bisa diberikan ke orang lain. Dengan konfirmasi ini juga, bisa diperkirakan berapa orang yang akan hadir, sehingga konsumsi yang dipesan, ruangan bisa menyesuaikan.

Namun, lagi-lagi aplikasi ini cenderung belum dianggap terlalu serius, sehingga hanya digunakan untuk acara-acara semi formal. Balik lagi ke masalah undangan pernikahan. Ternyata untuk saat ini, bagi pasangan yang ingin menikah namun memiliki budget pas-pasan, atau punya budget lebih tapi saudaranya atau temannya tersebar dari sabang sampai merauke, ada satu solusi yang bisa menjadi jalan keluarnya. Yaitu dengan memanfaatkan jasa undangan online. 

Bukan seperti yang ada di facebook, tapi ini lebih seperti website. Sebenarnya kalau mau repot kita bisa buat sendiri, di blog pribadi misalnya, tapi tentu saja dibutuhkan keterampilan dan keahlian khusus untuk membuat undangan online kita menjadi menarik, elegan dan  sesuai dengan tujuannya yaitu tanpa mengurangi rasa hormat penerimanya.

Sekarang kita tidak perlu repot lagi. Sudah ada penyedia layanan undangan online yang praktis dan sesuai dengan isi kantong kita.

Datangya.com adalah penyedia layanan undangan pernikahan dalam bentuk website. Dengan menggunakan layanan ini, kita bisa dengan mudah mengirim undangan pernikahan ke semua kerabat dan teman secara online. Ada banyak thema undangan yang bisa kita plih sendiri sesuai dengan kepribadian pengantin. Apalagi fitur-fiturnya juga sangat komplit bahkan melebihi undangan konvensional.

Hmm, coba sebut, apa saja yang ingin anda tampilkan dalam undangan pernikahan anda. Kalau saya dulu punya banyak keinginan tapi ya itu tadi terbatas budget. Undangan impian saya :
  • Bentuk, warna dan thema undangan inginnya yang sesuai dengan kepribadian saya. Tapi biasanya tempat percetakan undangan memberi pilihan terbatas. Kalau mau pesan sendiri pasti harganya jauh lebih mahal.
  • Ada foto yang bercerita. Seperti kisah perjalanan saya dan suami mulai dari kenalan sampai memutuskan menikah, tapi dengan sentuhan artistik. Pati berasa spesial banget.
  • Ada love storynya. Cerita perjalanan cinta kami, selain foto didukung juga dengan cerita romantis
  • Dulu saya selipkan ayat kursi dan puisi untuk suami di undangan. 
Itu yang khususnya. Kalau standar undangan sih biasa, ada keterangan tempat dan waktu resepsi, denah lokasi.

Ada satu hal yang lucu di undangan saya. Ibu pengennya undangan saya mencantumkan nama keluarga besar dan orang-orang yang turut mengundang, biar penerima undangan yang misalnya bukan teman atau rekan kerja saya tahu siapa yang pesta. Tapi karena keterbatasan space di undangan, maka tidak semua bisa dicantumkan, akibatnya ada beberapa sanak family yang sewot karena namanya tidak ada. 

Nah dengan undangan online, semua yang saya impikan diatas bisa terakomodir, bahkan keterbatasan space pun bisa dihindari. Disamping fitur-fitur impian yang saya inginkan di atas, undangan online dari Datangya.com ini dilengkapi berbagai fitur tambahan yang modern. seperti :
  • Ada lagu khusus sesuai permintaan kita. Jadi saat orang membuka undangan online yang kita kirim, mengalunlah soundtrack pernikahan kita.  Saya ingin ada lagunya Bryan Adams I'll always be right there di undangan online saya. Uuuh so sweet.
Masih bingung, kok bisa?. Jadi Datangnya.com ini akan membuat undangan yang berbasis website dengan design unik. Waktu pembuatannya sangat singkat, hanya 15-20 menit saja. Cara pemesannya cukup registrasi seperti kita regristrasi untuk bikin email atau facebook.
  • Pertama, Registrasi. Isi data-data kita dan pasangan. Trus isi data pernikahan kita, kayak tanggal dan alamat nikah dan resepsi, nama ayah ibu.
  • Kemudian pilih tema yang kita inginkan. Pilihannya banyak bisa disesuaikan dengan karakter dan kepribadian kita dan pasangan
  • Edit isian, seperti keluarga yang turut mengundang, kata-kata mutiara, love story, buku tamu
  • Lanjut pengaturan, disini kita bisa masukin lagu untuk backsoundnya
  • Setelah itu selesai
  • Selanjutnya tinggal lihat verifikasi yang dikirim ke email kita. Sebelum benar-benar dipublish, kita masih bisa edit-edit sesuai keinginan. Udah gitu tinggal bayar deh.
Setelah undangan selesai, tinggal kita kirim  ke list undangan. Kalau kita mengundangnya ke facebook, ntar tinggal pilih teman yang akan diundang, systemnya datangnya.com yang akan meneruskanya. Kalau ngirimnya ke email, juga demikian, tinggal masukin saja alamat emailnya. Gampang dan praktis.

Tersedia juga special invite untuk orang-orang khusus. Nantinya akan dikirim link undangan kita agar bisa diakses. Urlnya juga khusus karena akan tertera nama orang yang kita undang (misalnya http//www.datangya/winditeguh/to/leylahana).  Nanti si penerima akan mendapat pesan seperti ini :


Wow, yang nerima pun pasti merasa special, karena langsung diundang secara pribadi. Jadi walaupun online, tetap bisa mengundang per orang seperti undangan konvensional, sehingga yang menerima tidak merasa diundang asal-asalan. Kemudian saat Leyla mengklik url yang dikirim akan muncul tampilan undangan seperti di bawah ini.

Ni contoh Undangan online impian saya yang dibuat di Datangya.com

Theme : Marine
Cover
Untuk covernya, bisa ditampilkan sampai 5 slide foto. Dengan adanya foto ini para undangan akan langsung tahu yang mana sih yang mau nikah. Kalau undangan konvensional biasanya kalau pakai fotoharga undangan akan lebih mahal, nah kalau di datangnya.com tidak perlu nambah biaya karena itu sudah termasuk fitur yang ditawarkan.


Keterangan Akad Nikah & Resepsi


Love Story
Love Story berisi perjalanan cinta sang pengantin. Kalau kita menghadisi pernikahan biasanya ada layar gede di tengah ruangan yang berisi slide dan cerita perjalanan cinta kedua mempelai. bahkan kadang MC yang akan membacakannya. Saya suka banget melihat tayangan itu, selalu bikin teringat kisah sendiri. Di undangan online ini bisa juga kita cantumin.Biar orang yang diundang pada tahu, jadi ga bertanya-tanya lagi, " Gimana ceritanya bisa jadian?". Tapi kalau mau bisa diisi dengan puisi, kata-kata-mutiara, suka-suka kita lah, lah yang design kita sendiri.

Denah Pesta
Bagi yang tidak tahu lokasi undangan , dengan gampang akan menemukannya melalui denah yang berbasis google maps. Hayoyo, apa lagi yang kurang?.

Ngga Suka thema Marine, Ada yang sweet kok.



Bisa juga Kayak gini

Theme : Red

Atau kalau mau lebih klasik dan Elegant yang seperti ini

Theme : Golden

Kalau di atas pakai theme Marine, ini saya buat yang themenya Garden Party. Terserah selera saja.

Theme: Garden Party


Bagus-bagus kan yah. Itu masih contoh, masih banyak lagi thema yang bisa kamu pilih sesuai dengan kepribadianmu.

Undangan Online di datangya.com ini juga memiliki keunggulan lain yang tidak bisa diakomodir oleh undangan konvensional. Salah satunya, ada hitungan countdown dari tanggal resepsi. Jadi seperti alarm bagi yang menerima undangan kita. Siapa tahu karena kesibukan, atau karena banyaknya undangan mereka lalai.

Disamping itu, jika ternyata pesta pernikahan yang telah kita rencanakan karena sebab satu dan lain hal harus diundur, gampang banget, tinggal edit saja tanggalnya, trus kirim balik deh, ngga pakai nambah biaya tentunya. Coba kalau pakai undangan konvensional, berapa dana yang harus kita sediakan lagi untuk merubah undangan.

Bahkan kalau semisalnya perhelatan akbar ini pun harus batal ( amit-amit jabang bayi ), uang yang telah kita bayar untuk pembuatan undangan bisa dikembalikan, dengan catatan pemberitahuannya sebelum hari H. Tapi semoga ini tidak akan pernah terjadi

Penasaran kan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk undangan semanis dan seelegan diatas?. Ngga sampai membuat kantong bolong kok, hanya dengan 250 ribu saja, ribuan undangan sudah bisa tersebar dalam waktu singkat ke seluruh penjuru dunia. Dan tidak hanya bisa diakses melalui komputer tapi bisa juga pakai hape. Sangat user friendly.

Orang tua, aki-aki, nini-nini ga bisa akses?
Tapi kan punya keluarga yang ditinggal bersama kan?. bisa anak menantu, cucu. Nah tinggal minta alamat email or facebook keluarga terdekat, ntar kita kirim ke sana dengan tetap invitation to nama yang diundang.

Rumahnya di pelosok desa?. Nah justru itu, kalau pakai undangan konvensional malah susah nyampe undangannya, kalau pakai undangan online seperti dibilang tadi, pakai hape juga bisa. Selama masih ada sinyal , undangan online bisa diakses dimanapun dan kapanpun. Si nini pun pasti seneng tuh lihat-lihat undangan yang ada foto-fotonya trus ada musiknya, bahkan bisa ngisi buku tamu juga ngucapin selamat gitu sama mempelai. Mantap surantap kan? Jadi ngga ada alasan undanganmu ngga sampai ke orang yang dituju.

Kamu bisa simpulkan sendiri kan keuntungan yang kamu dapat kalau menggunakan jasa datangya.com untuk membuat wedding invitationmu. Pokoknya hemat segalanya, hemat biaya,hemat waktu,hemat pikiran dan yang pasti hemat energy.

Bagi yang akan menikah, undangan online yang ditawarkan datangya.com ini sangat patut kamu pertimbangan. Cantik, Eksklusif, Elegan, murah dan tentu saja kamu telah turut andil dalam menyelamatkan berjuta pohon dan turut memperpanjang kelangsungan hidup bumi kita ini. Satu lagi, beberapa tahun mendatang, kamu bisa bernostalgia untuk melihat-lihat undangan pernikahanmu. Saya saja sampai saat ini masih menyimpan undangan pernikahan saya. Keren sangat kan ya

Biar bisa langsung praktekin dan merancang undanganmu, langsung saja menuju tekape di Datangya.com. Saatnya kamu membuat perubahan.


 


Foto dan gambar : koleksi pribadi dengan menggunakan Fitur-fitur di Datangya.com


Selasa, 12 Februari 2013

Kencan Terburuk dan Valentine Ala Windi


Pemenang Favorit Lomba Blog Zalora


Dulu saya suka banget sama yang namanya hari Valentine?. 

Kenapa?. Karena di hari itu orang-orang terlihat bahagia setidaknya bagi yang punya pasangan. Terlepas dari sejarah, kisah dan hukum valentine itu sendiri. 

Kedua, karena dulunya jaman saya SMA, setiap valentine saya pasti dapat beberapa batang coklat. Dari Secret Admirer (ceilah ), dari kakak asuh, dari adik asuh, sampai dari fans-fans geje yang mungkin matanya agak kelilipan saat melihat saya. Belum lagi biasanya saya dapet bingkisan yang diletakin di laci meja. Pernah dapat kaos, trus dapat pulpen lucu, atau diary warna pink plus surat cinta, bahkan pernah dapat bunga mawar, duileeee. 

Ketiga, karena saya penggemar coklat, jadi otomatis hari valentine seperti hari rayanya saya, karena berbagai coklat dijual dengan kemasan yang lucu-lucu. Saya suka membelinya untuk diri sendiri.

Tapiii, dibanding hari valentinenya saya lebih suka hari sesudah valentine. Karena biasanya toko-toko suka obral harga coklat yang sudah dikemas khusus untuk hari valentine. Iya, karena harinya udah lewat, jadi coklat-coklat khusus tadi jadi kurang peminat.

Tapi itu duluu, jamannya saya masih imut-imut. Ada satu moment yang membuat saya benci banget sama valentine's day. 

Jadi pas jaman kuliahan saya punya pacar. Jadiannya karena kami simbiosis mutualisme, alias sama-sama punya kepentingan. Dia butuh pacar sebagai ajang pembuktian diri, saya butuh ojek. Bisa dibilang saya pacaran secara casual, halah emang ada. Di hari orang heboh-hebohnya ngerayain valentine, kami pun ngga mau ketinggalan. Sebenarnya niatnya sih bukan ngerayain, hanya karena pas hari valentine, jadi makan malamnya pun kesannya agak-agak romantis gitu. Tapi masing-masing dah bawa kado, so sweet.

Dan makan malamlah kami. Menunya steak, bagi mahasiswi kere seperti saya, makan steak itu udah termasuk mewah. Oya sebelum makan kami nonton dulu di bioskop. Judulnya saya lupa (kalau ngga salah 30 hari mencari cinta ). 

Nah yang bikin saya mangkel bin sebel , saat antri tiket si cowok saya itu, berani-beraninya minta uang tiket sama saya. " Ndi, tiketnya lima belas ribu". Jiaah, saya agak sedikit kaget, tapi masih positive thinking, siapa tahu dia ngga punya uang kecil. Jadi kami nonton bayar masing-masing, heloooow.

Tragedi kedua terjadi saat makan malam. Setelah menyantap hidangan ya aduhai lezat, eh pas giliran billingnya dateng, si dia pura-pura nerima telepon sambil berjalan keluar, meninggalkan saya di meja makan. Waduh, karena ngga enak ditungguin sama si pelayan maka saya membayar tagihan makan malam kami. Busseet dah  ni orang minta diketekin.

Belum cukup juga kegilaan malam itu. Setelah sampai di kos, saya membuka kado yang ia berikan pada saya. Dan saya lemas seketika. Kadonya berupa jilbab yang saya tahu pasti harganya karena dia beli di toko langganan saya dan jelas label harga belum dilepas. You know? Dia ngasih saya jilbab seharga ngga nyampe 20 ribu, siiigh. "Ih lo matre amat sih win, yg penting kan perhatiannya". Pasti yang baca mikirnya gitu. Masalahnya, saya tuh beliin dia kado berupa jaket kulit yang harganya menghabiskan setengah dari uang bulanan saya. Siaaaaal banget rasanya. Yang bikin saya kesal, dia tuh tahu banget hadiah yag bakal saya kasih, karena belinya bareng dia, takut ukurannya ngga pas. Walau saya ngga bilang jaket itu untuk dia, tapi minimal kan sudah bisa menebak. Intinya saya ngga balik modal, huuu.

Beuugh, ngga nunggu sebulan dua bulan, beberapa hari kemudian kami putus. Alasannya? Ada aja deh, saya karang-karang yang intinya masih mau serius kuliah bla bla bla. Enak aja, ini mah namanya pacaran membawa  sial, untungnya ngga ada,buntung iya.

Sejak itu, ditambah saya baru tahu sejarah valentine's day yang ternyata berasal dari agama lain dan tidak ada dalam ajaran agama saya, maka komplit plit saya jadi anti valentine. Jadi biasa saja kalau tanggal 14 Februari itu datang. Walau saya tetep seneng kalau ada yang ngasih coklat.

Dari situ, saya ogah pacaran lagi. Dan setiap valentine's day saya suka menghabiskannya dengan cara saya sendiri, sebagai bentuk peringatan bahwa saya ngga perlu hari valentine atau orang lain untuk membuat saya merasa disayangi. 

5 kegiatan yang lebih baik daripada merayakan valentine's day. 

Catatan, ini saya lakukan saat kuliah dulu, ketika banyak waktu luang. kalau sekarang sih, boro-boro inget hari valentine, disamping ngga libur, kerjaan di kantor ngga mungkin dikorbankan cuma buat memperingati hari ngga penting ini.

Beli sekotak coklat

Siapa bilang, saya membutuhkan seseorang untuk membelikan coklat bagi diri saya. Saya biasa beli yang ukuran jumbo, Kalau bisa dark chocolate, biar lebih berasa. Hormon endrofin yang ada di dalam coklat membuat bahagia dan relax. Ah indahnya dunia

Nyewa buku 

Kalau beli buku saya ngga sanggup, makanya sehari sebelumnya saya bakal pergi ke persewaan yang menjamur di dekat kos. Pinjam novel seabrek,komik mulai dari Conan, Kindaichi sampai Hikaru No Go. Sampai di kos, cari posisi wuenak, ditemani coklat yang saya beli, mulai membaca sambil tiduran ditemani musik dari komputer butut. Wuih nikmatnyoooo, dan murah tentu saja.

Hangout bareng sahabat

Nah saat-saat gini nih, pergi bareng sama sahabat berasa intim banget. Makan di tempat yang udah kami incer sebelumnya. Belanja barang yang sangat diinginkan, baju dari Zalora contohnya. Pokoknya egois sama diri sendiri. Menikmati apapun yang ingin dinikmati. refreshing hati istilah saya. Bisa ke salon, creambath, luluran, pokoknya segala sesuatu yang membuat refresh.

Nonton DVD

Kalau yang ini, setelah bosan membaca, saya akan menonton DVD bareng sahabat saya di kos. dari mulai film horor, komedi romantis sampai yang pure komedi. Rasanya menyenangkan sekali bisa menghabiskan waktu bersama orang yang kita tahu ada di samping kita bukan karena kepentingan sesuatu.

Lakukan Hal Menyenangkan Untuk Orang Lain

Berkaca dari pengalaman, daripada ngasi kado sama seseorang yang ngga jelas, mending saya kasi hadiah buat sohib saya. Bisa berupa buku, bros cantik, jilbab, atau baju,sepatu,tas dari butik online Zalora , atau sekedar memberi waktu saya sepenuhnya untuk dengerin curhatnya. Atau ngga, ngasi sedekah ke pengemis di jalan, ngelebihan uang yang diberi ke pengamen, pura-pura lupa kembalian dari tukang parkir. Semuanya membuat saya kenyang dengan cinta. Fullfill.

Nah lho, siapa bilang valentine harus dilewati bersama pasangan. Dan yang pasti kasih sayang mah bisa kapan aja nunjukinnya. Kalau sekarang setelah menikah, mungkin karena udah banyak yang dipikirin, maka hari-hari perayaan seperti ini ngga pernah ada dalam agenda saya dan suami. 

Kapan mau nonton, ya tinggal pergi aja ke bioskop ngga nunggu valentine's day baru pergi. Mau makan berdua juga kapan kepengen langsung capcus. Kemarin aja suami baru beliin saya coklat, gegara saya bilang dede di perut saya ukurannya masih kecil, biar gede sayanya harus banyak makan coklat. Hmm, sebatang coklat pun terselip di tas kerja saya, dan sambil nulis ini saya menikmati manisnya cinta dari suami tersayang. Cinta yang ngga kenal waktu dan ngga perlu hari khusus untuk menunjukkannya.

Jadi, bagaimana valentine mu ?. 

Masih mau merayakan hari dimana kasih sayang dimanipulasi, dijadikan ajang konsumerisme oleh para kaum hedonis dan kapitalis untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, yang ujung-ujungnya berorientasi pada seks dan pelegalan percintaan terlarang?

Kalo gw mah ogah.



ZALORA Indonesia










Etika Bertelepon

Teknologi harusnya mempermudah hidup. Itu kan gunanya teknologi.

Akhir-akhir ini saya bete bin kesel sama yang namanya tekonolgi komunikasi. Katanya penggunaan telepon bisa mempermudah hidup, jadi efisien, jadi hemat waktu. jargonnya sih seperti itu. Tapi nyatanya terkadang punya telepon khususnya lagi telepon genggam membuat hidup makin ngga asik.

Contoh nyata, kalau dulu sebelum ada telepon, kalau mau janjian sama orang lain kita pasti akan detail membahas kapan ketemuannya, dimana tempatnya sampai nama restorannya, letaknya dan jam berapa. bahkan kadang kita memberi toleransi limit waktu untuk menunggu dan alternatif, jika seandainya dalam setengah jam saya tidak datang maka ......... Sampai sedetail itu. Tapi coba perhatikan sekarang, kalau janjian, palingan kita cukup bilang, " Ketemuan disono yah, ntar gampang lah, tinggal bbm atau sms".

Itu baru masalah janjian. 

Bukan itu yang membuat saya lagi bete sama yang namanya Hp ini, apalagi sama smartphone yang berjenis Blackberry, yang katanya telepon pintar namun sayangnya peggunanya tidak cukup pintar untuk memanfaatkannya.

Dulunya saya enggan pakai BB, tapi karena tuntutan pekerjaan ( ada grup yg harus saya masuki) ditambah ternyata memang pakai BB itu jadi lebih gampang, nerima email, kirim email, chatting sama beberapa orang sekaligus, trus kirim gambar yang kesemuanya itu memudahkan saya dalam berhubungan dengan suami, dan rekan kerja. Walau saya jarang banget BBm-an sama suami, kami lebih suka bertelepon ria. Lebih puas rasanya menyampaikan apa yang ingin diutarakan.

Nah menurut saya, salah satu fasilitas yang sering digunakan pengguna HP adalah SMS or BBM-an. Orang nun jauh di seberang mana pun bisa dengan mudahnya berkirim SMS. Namun , walaupun yang namanya SMS itu tinggal pencat pencet tuts, harus ada etikanya juga dong.

Mengirim SMS, menelepon, kirim BBM atau broadcast pesan, kalau diibaratkan di dunia real kan seperti berbicara dengan orang lain. Face to face, hanya saja ini melalui media yang namanya HP. Dan yang namanya mau ngobrol atau mau menyampaikan sesuatu juga ada waktunya. Ngga bisa kita ngajak ngobrol orang lain sesuka kita mau.

Bayangkan, saya sering sekali menerima SMS, BBM-an, atau broadcast di tengah malam, diatas jam 11 malam. Menurut saya itu sangat tidak sopan sekali. Kalau di kehidupan nyata saja, kita palingan bertandang ke rumah orang maksimal jam 9 malam. Lah ini, masa kirim-kirim pesan di jam tidur orang. Jelas itu sangat mengganggu saya. Mending kalau pesannya penting, lah ini ntar cuma nanya sesuatu yang bisa dipending sampai besok pagi.

Kayak nanya tentang cara ngitung pajak lah, atau ngga " Mba, boleh tidak besok saya menghubungi mba, mau nanya sesuatu ". Haduuuuuh, ya besok aja kali nanyanya.

Dan yang paling mangkel, ada beberapa orang di contact list saya yang hobi sekali kirim broadcast message, setiap kirim bbm isinya cuma broadcast. Akhirnya saya delete saja dr contact list. Bukannya sombong atau ngerasa ngga butuh, tapi ya itu tadi kalau ngirimnya tau aturan sih saya fine-fine aja. tapi kalo ngirimnya di tengah malam, kok rasanya kayak kurang kerjaan aja. Mana pakai ancaman lagi kalau ngga nerusin bakal bahaya, atau ngga kalao ngga nerusin berarti kita termasuk makhluk anti sosial, hadeeeeh, aya-aya wae.

Saya ngga mau jawab SMS atau bbm-an apapun diatas jam 9, maksimal jam 10 kecuali dari keluarga or memang udah ngobrol dari sebelumnya. Sebaiknya semua orang tahu kalau mengirim pesan itu ada waktunya.

Sialnya, saya termasuk orang yang sangat sensitif terhadap suara hp. jadi walau udah tidur, kalau hp bunyi pasti saya bangun. "Kalau gitu jauhin aja hapenya". Itu dia masalahnya, saya kalau tidur selalu dengerin murrotal dr hape, biar anak saya terbiasa dengerin ayat-ayat Qur'an, gitu niatnya. Wew.

Dan paling mangkel kalau Sabtu-Minggu ditelepon tentang kerjaan. Kemarin-kemarin saya mau ngidupin Hp pada saat weekend. namun udah beberapa minggu ini setiap weekend hp saya off kan. Saya juga manusia yang butuh istirahat . 

Duuh ribet yah. Mungkin bagi sebagian orang masalah ini sepele saja. Tapi bagi saya etika kirim pesan dan menelepon ini kalau tidak diingatkan ke orangnya bakal jadi kebiasaan. 

Saya jadi inget, bahkan suami saya sendiri kalau mau nelepon saya diatas jam 9 suka sms dulu, nanya "Udah tidur belum, mas mau nelpon" kira-kira begitu. Karena begitu berartinya istirahat yang berkualitas tanpa diganggu oleh telepon dan pesan yang masih bisa dipending sampai besok.

So, please don't call me after 9 pm, kecuali DARURAT MILITER


Senin, 11 Februari 2013

Manfaat Lain Kopi


Dokter melarang saya minum kopi lagi selama hamil ini. Duuh siksaan berat bagi pecandu kopi seperti saya. Dari jaman SMA sampe saat ini saya paling doyan minum kopi di jam-jamnya coffe break, antara jam 9 sampai jam 11 pagi. Karena itu adalah waktu yang paling tepat untuk menikmati secangkir kopi panas, merehatkan otak sejenak dari tumpukan pekerjaan kantor. Dan biasanya saya ulang lagi di jam 3-an sore. Kebiasaan itu berlangsung bertahun-tahun, dan membuat saya tetap waras saat di kantor. Mungkin pengaruh kalau pendidikan atau training, biasanya kan ada coffe break di jam-jam segitu. Favorit saya adalah kopi dengan satu sendok gula plus creamer, kalau praktisnya saya suka Cappucino sachetan. Tapi kalau harus beli cup- cup-an saya pilih latte.

Dulu saat SMA saya minum kopi untuk pengusir ngantuk, tapi ada efek sampingnya, saya jadi bolak-balik ke kamar mandi pengen pipis. Yah mungkin itulah yang menyebabkan saya ngga ngantuk, lah harus mondar-mandir gitu.

Di kuliah saya minum kopi, soalnya harganya lebih murah dari susu :). Sangat bersahabat untuk kantong anak kos dengan kiriman terbatas.

Rekor terparah saya minum kopi, yaitu 24 gelas dalam sehari. Kopi hitam, tanpa campuran creamer, yaiks. Itu terjadi saat tim Nescafe lagi bikin acara di kampus. Bagi-bagi kopi sekaligus boleh minum kopi sepuasnya. Weh, saya nongkrong di standnya dari pagi ampe siang dan tak henti-hentinya minta dibuatin kopi sama si mba penjaga stand. Malamnya.... jreng jreng mata saya kayak bohlam 100 watt, terang benderang tanpa ada tanda-tanda ngantuk. 

Saat kerja, dosis ngopi saya berkurang menjadi 2 gelas perhari. 

Dan sekarang, walau sudah dilarang, saya masih suka icip-icip minimal seminggu sekali. Minum kopi itu bikin tambah semangat, dan otak jadi cesplang lagi.

Namun ternyata, selain untuk pengusir ngantuk dan penambah stamina, si minuman paling yahud sedunia ini memiliki beberapa manfaat lain

Pengering Luka

Waktu saya kecil, saya suka main ke semak-semak belakang rumah, main di comberan, manjat pohon. Sanking aktifnya pernah kaki saya tertancap beling, darah berceceran dimana-mana. Tidak ada orang di rumah, karena ayah dan ibu saya bekerja. Oleh tetangga kaki saya yang berdarah-darah itu ditutup sama bubuk kopi hitam. Ajaib, ngga lama darahnya berhenti mengalir. Wew, siapa sangka kopi bisa jadi obat juga. Ternyata kopi mengandung zat antibakteri yang sangat kuat.

Penyerap Bau

Pernah beli parfum?. Perhatikan deh, setelah kita membaui satu parfum pasti si mba SPG segera menyodorkan wadah berisi biji kopi kepada kita. Tujuannya agar bau yang sudah kita cium tadi hilang, sehingga kita bisa mencium parfum yang lain tanpa terpengaruh wangi sebelumnya. Atau saat beli pancake durian atau malah pas beli durian di Ucok durian medan. Kalau kita belinya mau dibawa pulang, si abang penjual pasti menempatkan durian di suatu wadah, kemudian membungkusnya dengan korang setelah sebelumnya ditaburi bubuk kopi terlebih dahulu, untuk menyamarkan bau menyengat durian. Kalau beli ikan asin juga gitu. Saya pernah beli ikan asin dan teri dari Sibolga, sama inang-iang yang jual sebelum dibungkus juga ditaburi kopi, biar ngga bau katanya. Bubuk kopi memiliki kemampuan luar biasa untuk menyerap dan menetralkan udara kotor berbau tak sedap. Mungkin bisa dicoba juga untuk menyerap bau di sepatu :)

Melembutkan Kulit

Kalau ngga mau repot, datang aja ke salon, kopi sering digunakan untuk spa dan lulur. Selain efek menenangkan, juga bisa melembutkan dan menyegarkan kulit. Jadi kalau punya kopi bubuk di rumah , setelah diminum kopinya ampasnya jangan dibuang. 1/2 sendok ampas kopi ditambah 1/2 sendok gula ditambah minyak zaitun atau minyak jojoba bisa digunakan sebagai scrub atau lulur untuk meluruhkan kulit mati. 

Sebagai Pupuk

Kalau yang ngga suka kopi sachetan, ntar ampas kopinya juga bisa digunakan buat pupuk tanaman. Taburkan saja di pot, pupuk yang sangat murah dan ramah lingkungan. tapi jangan digunakan untuk anggrek ya. Kenapa? Karena anggrek susah merawatnya, takutnya nanti malah mati :).

Mempermudah Pergaulan

Saat pertama kali saya pindah ke kantor yang sekarang, beberapa pekerja yang sudah senior enggan menyapa saya. Mungkin karena saya pindahan dari kantor pusat dikira mereka saya bakal jutek ,sok atau yang lain. Karena dulu pernah ada yang seperti itu. Trus, pernah, suatu pagi, saat si bapak lewat di depan meja saya, ia melihat satu cangkir tertutup disajikan untuk saya. Dengan pensaran ia membuka tutup cangkir dan kaget saat melihat kopi hitam mengepul disana. " Wah, bu windi, ngga nyangka kalem-kalem gitu sukanya minum kopi hitam". Sejak saat itu mereka pada ramah jadinya. 

Nah kan, ternyata walau kopi memiliki efek negatif ternyata ia juga mempunyai banyak manfaat. Memang seperti itulah penciptaan segala sesuatu di dunia ini. Selalu memiliki dua sisi yang bertolak belakang.

Wanna try?



Minggu, 10 Februari 2013

I'm Just A Human

Punya blog itu kayak baru buka kredit baru di bank, Rasa-rasanya jadi kayak punya kewajiban, tagihan buat nulis sesuatu secara rutin.. Persis kayak dikejar-kejar Account Officer setiap akhir bulan. Lah padahal yang ngejar juga ngga ada, yang ngewajibin posting juga ngga ada. Tapi kalo lama ngga ngisi blognya rasanya kayak nunggak kredit, berasa kolektibilitasnya langsung menurun.

Mau nulis curhat, kok kayaknya menye-menye banget sih jadi orang, cari perhatian. 

Mau nulis pengalaman pribadi. akhir-akhir ini ngerasa ngga ada kejadian menarik, masih exciting sama kehamilan yang menakjubkan, tapi tiap mau nulis tentang itu, takut kenapa-kenapa, jadinya direm dikit-dikit.

Mau nulis fiksi, ngga mampu, mau nulis cerpen ngga punya ide.

Mau nulis yang kocak, jadinya garing kriuk kriuk.

Mau nulis yang agak seriusan, otak lagi mampet.

Ya sudah lah. Mungkin ini yang namanya blogger block, jiaah. Ini jelas membuktikan, bahwa saya hanya manusia biasa #ngeles.


Kuta Rock City Part 2

Sebelumnya baca disini

Training pun dimulai. Lembaga training yang ngadain adalah BIDS Consultant. Pengajarnya lumayan keren, si bapak adalah konsultant dari salah satu perusahaan kontraktor terbesar di Bali. 

Yang dibicarain banyak banget, saya sampe lupa, tapi yang bikin saya manggut-manggut dan sangat setuju adalah statement si bapak bahwa di Bali tuh hotel udah banyak banget , ada dimana-mana. Jadi kalau kita mau membangun hotel atau membiayai hotel jangan hanya dilihat dari seberapa mewah hotelnya, tapi ada beberapa point penting dalam bisnis hotel:

Manajemen hotel

Kalau mau aman, sebaiknya kita hanya membiayai hotel yang memiliki hubungan manajemen dengan hotel-hotel yang sudah ternama, kayak Santika, Aston, Hilton, Ibis, Grand Hyatt, Novotel. Soalnya nama dan manajemen yang menangani sangat berpengaruh terhadap daya jual dan tingkat hunian hotel tersebut.

Tema Hotel

Khususnya di daerah wisata yang notabene hotel ada di setiap sudut, maka hotel yang mengusung tema tertentu cenderung lebih disukai para wisatawan. Seperti misalnya di Jogja, ada hotel batik, atau di Jawa Barat hotel yang mengusung tema danau. Nah kalau di Bali ,ada beberapa hotel yang memiliki konsep yang sangat kuat. Salah satunya yang akan saya ceritakan nanti. Namanya hotel Alila.

Selain dua point penting diatas, hal-hal lain yang harus diperhatikan dalam pembiayaan hotel adalah seperti kebanyakan usaha pada umumnya, seperti lokasi, laporan keuangan, trend tingkat hunian dan semacam itu.

Hotel Alila ini berada di Uluwatu. Kira-kira sejaman lah dari Kuta.Kami menuju kesana menggunakan mini van. Memasuki kawasan hotel Alila ini seperti masuk ke dalam hutan. Dari depan yang ada semak belukar ( dalam arti yang sebenarnya). Pohon-pohon liar pun tumbuh di kiri kanan jalan. Saya sampai ngga sadar kalau ternyata sudah memasuki kawasan hotel. Satu-satunya penanda karena ada penjaga yang menyetop mobil kami. Nanyain mau kemana, dan atas nama siapa. Tampaknya hotel ini sangat private karena tidak sembarangan orang boleh masuk, dan saya rasa kalau belum pernah kesana ngga akan tahu kalau di tempat situ ada hotel. Soalnya suasananya kayak mau masuk hutan. Ilalangnya tinggi-tinggi dan tampak seperti hutan alami.

kira-kira 1 km dari tempat kami distop, barulah kelihatan wujud hotelnya. Awalnya bayangan saya, hotel Alila itu hotel megah dengan bangunan bertingkat yang mewah. Ternyata dugaan saya salah sama sekali. Hotel ini sama sekali tidak bertingkat. Dari depan terlihat seperti kantor biasa. Dengan cat warna putih, keberadaan hotel ini seperti menyatu dengan alam sekitarnya. Sekali lagi, dikanan kiri, dan depan hotel tersebut tumbuh ilalang tinggi-tinggi seolah-olah ingin menyembunyikan keberadaan hunian di dalamnya.

Ternyata selidik punya selidik, tema dari hotel ini memang natural and green. Jadi si pemilik hotel saat mencari investor untuk pembangunan hotel ini menawarkan konsep pembangunan hotel yang menggunakan bahan daur ulang yang berasal dari alam dan tidak merusak alam di sekitarnya. Saat land clearing , tanaman , pohon, rumput dan ilalang yang ada diungsikan dahulu untuk kemudian di tanam kembali setelah pembangunan hotel selesai.

Begitu masuk ke lobinya, woooow saya tercengang. Dari depan langsung mata kita tertuju ke kolam renang yang terletak di tengah-tengah bangunan. Sekilas memandang, terlihat seolah-olah berbatasan dan menyatu dengan laut. Setelah masuk ke dalam baru saya ketahui, kolam renang tersebut dibuat bertingkat untuk menciptakan efek menyatu dengan laut tadi.


Eh tiba-tiba saya kebelet pipis. Tanpa nanya-nanya saya langsung ngibrit ke sisi kanan lobi yang bertuliskan toilet. Nah disini saya bingung, kalau toilet di tempat umum kan biasanya untuk membedakan toilet pria dan wanita ada lambang atau simbolnya. Biasanya gambar pria atau wanita, atau juga gambar sepatu high heels dan dasi. Tapi ini ngga ada lambang atau simbol sama sekali, waduh saya bingung. ya sudah karena ngga ada orang saya masuk saja ke salah satu pintu. Widiiih toiletnya juga keren banget. Kalo interiornya udah pasti lah ya terbuat dari bahan-bahan berkualitas dan modern serta terlihat mahal. tapi bukan itu yang membuat saya berdecak kagum. Di wastafelnya itu tersedia handuk wajah yang bisa kita gunakan untuk menyeka wajah kita dengan air hangat. kalau udah selesai pakai tinggal dimasukin saja ke tong sampah yang tersedia, xixixi sempet kepikiran pengen bawa pulang handuknya, lumayaan. Trus biasanya paling di toilet umum hotel-hotel berbintang yang pernah saya kunjungi, yang disedian hanya sabun cuci tangan saja. Nah disitu disedian cologne, parfum, lotion dalam botol-botol yang lucu. Kalau ngga tau malu rasanya pengen masukin tas semuanya. 

Saat saya lagi nyuci wajah saya, tiba-tiba sesosok pria masuk, berperawakan tinggi dengan mata bitu, rambut pirang dan kelihatan bingung. Yup bule cowok masuk ke toilet itu dan dengan wajah protes dia nunjuk-nunjuk ke arah pintu. " it's for men". Olala malunyaaa,,.. ternyata simbol di pintu itu ada, satu garis untuk pria , dua garis untuk wanita. Yee salah sendiri nih hotel bikin tanda yang ngga familier. Saya buru-buru lari keluar, " Sorry sir, my fault" jawab saya. Huuh untung saja saya belum sempet buka jilbab.

Saya langsung bergabung dengan teman yang lain sambil melihat-lihat isi hotel. Nih gambar-gambarnya, dinikmati dulu

pemandangan dari sisi kanan hotel, cantik banget



Bagus banget kan yah. Perhatikan bangunan semacam gazebo itu, kayu-kayunya semua terbuat dari kayu bekas. Sesuai konsep dari hotel tersebut, memanfaatkan barang yang ada tanpa merusak lingkungan. Menurut si bapak yang menjadi pembicara di training kami yang juga sekaligus kontraktor pembangunan hotel ini, bahan-bahan bekas tersebut ngga sembarang bekas. Banyak yang harus di dapat sampai Kalimantan sana.

Duduk-duduk disitu sambil menikmati angin sepoi-sepoi enak bangeeet. Berasa ada di surga dunia. Saya jadi  berfikir kalau di dunia saja sudah seindah ini gimana lagi ya surga yang beneran.



Dibawah gazebo itu langsung laut lepas. Agak deg-degan juga waktu mau duduk di atasnya. Tapi ngga lama, karena setelah itu jiwa narsis langsung keluar. Futu-futu :)




Hmmm hmm cantik banget kan yah... langitnya, bukan foto modelnya.. 



Minggu, 03 Februari 2013

Kuta Rock City Part 1

Gara-gara suka menunda-nunda pekerjaan, saya hampir kelupaan kalau mau nulis tentang perjalanan saya waktu ke Bali bareng sohib saya.

Jalan-jalannya udah setahun yang lalu, waktu saya masih kerja di Kantor Pusat di Jakarta,  tapi baru sempat nulisnya sekarang. 

Di perusahaan saya, setiap pekerja mempunyai jatah untuk mengikuti pendidikan or training sebanyak dua kali dalam setahun. Pendidikannya boleh apa saja, tetapi lebih diutamakan yang berhubungan dengan bidang tugas kita. Dan ada aturan tak tertulis, untuk pekerja khususnya yang di kantor pusat, tempat pendidika n diutamakan hanya yang berada di Jawa-Bali saja. Soalnya kemarin-kemarin waktu dibebasin boleh dimana saja, banyak pekerja yang milih pendidikan ke Batam, trus ujung-ujungnya nyebrang ke Singapur, halah, dasar ya anak muda , teteeep aja pendidikan pun disemepet-sempetin sambil jalan-jalan ( iya dong, kapan lagi).

Maka biar langsung di ACC dan ngga banyak pertanyaan saya pun mengajukan pendidikan ke Bali. Sebenarnya tahun sebelumnya saya juga udah training ke sana, pengen cari suasana baru, pengennya ke Makasar atau ke manado, tapi ya karena alasan aturan tadi jadi ke Bali lagi pun jadi lah. Dan biar ngga boring selama pendidikan, saya janjian sama sohib saya. padahal kami beda Divisi yang artinya beda bidang tugas juga, tapi karena masih sama-sama menangani kredit ( dia bagian monitoring saya bagian analisa ), jadilah sedikit banyak masih nyambung.

Tema pendidikan yang kami pilih adalah Manajemen Kredit Perhotelan ( kira-kira seperti itu bunyinya, udah lupa saya ). Alasannya?. karena kedengarannya nyantai, xixixi dan udah bayangin ntar field trip nya ke hotel-hotel keren. Eh ngga ding, soalnyanya penyelenggara trainingnya tuh reptasinya lumayan bagus.

Maka berangkatlah kami ke Denpasar dengan suka cita. Hawanya udah bukan hawa yang mau training lagi, tapi udah aura mau liburan aja. Soalnya pendidikannya hanya 3 hari, tapi dikasi SPJ nya selama 5 hari, yippiee.

Nyampe di Denpasar langsung Check-in ke hotel. Dan ternyata kami dapetnya hotel Aston Kuta, wew lumayan keren. Meskipun awalnya berharap banget diinepin di hotel Santika yang memiliki halaman langsung ke Pantai, tapi Aston pun jadilah, soalnya trainingnya diadain di Aston jadi biar ngga ribet.





Kamar di Aston tuh keren, interiornya modern, overall saya suka. Di luar kamar ada semacam gazebo buat santai-santai, tp waktu kami dateng lagi hujan, jadi ya cuma diliatin doang. Tapii ada tapinya, saya ngga suka makanannya. karena kebanyakan penghuninya itu orang bule dan tentu saja karena berada di Bali, jadi makanan yang disediakan hampir seluruhnya ala Barat gitu. Kayak misalnya, kalau kita mau makan pancake, biasanya kan temannya saus coklat dan keju gitu. Nah disitu temennya sama syrup maple. Euugh, itu fatal untuk saya, karena saya suka banget pancake panas-panas disiram saus coklat plus ditaburi keju dan coklat chips, hmmm yummy. Trus saladnya juga selera barat, biasanya kan kalo saladnya orang Indonesia kayak yang di Pizza itu lah, ada saladanya, ada jagungnya, tapi ini ngga ada jagungnya, campurannya malah daging, dan you know lah daging apa yang disediain. Padahal menurut saya salad itu mutlak harus pakai jagung. Paling yang agak sedikit Indonesia ya bubur ayam.



Makan pagi terlewati dengan kurang sukses. Makan siang, udah disediain sama penyelenggara training. Makan malamnya, saya tiba-tiba pengen banget bebek goreng Slamet. Heuu, udah diketawain aja sama temen-temen saya. Jauh-jauh ke Bali , lah makannya tetep aja bebek Slamet. Iya, soalnya Bebek Slamet tuh enaaak banget. Sambel koreknya maknyuss, pedes gilak. Dua minggu sebelum ke Bali saya sosialisasi di Malang, disana saya juga kepengen banget Bebek Slamet, udah nyari-nyari dengan berbecak ria eh pas ketemu warungnya, bebeknya abis, padahal baru jam setengah 2 siang, yanga rtinya jam makan siang juga belum lewat, udah abis aja. katanya sih karena peternak bebek di Malang sedikit, jadi mereka dapet pasokan bebek setiap hari juga dikit. Tuh, peluang usaha banget bagi warga Malang untuk membuka ternak bebek.



Setelah googling akhirnya dengan naik taksi saya pun menuju ke warung bebek slamet yang ternyata cuma 200 meteran dari hotel, heuuuu, argo taksinya juga cuma nunjukin angka 5000, xixixi . Dan dengan semangat 45 kami pun menyantap si bebek. Aiih ternyata karena di bali, sambelnya dimodifikasi jadi kurang pedes, pantesan saya lihat beberapa bule kok anteng-anteng aja menyantap sambel korek yang biasanya bikin mangap-mangap sanking pedesnya. Tapi, okelah daripada ngga sama sekali.

Setelah kenyang, kami pun balik maning ke hotel, tiduuuuur, besok lanjut lagi


Gambar dari Google