Minggu, 15 Februari 2015

Marina Body Essence, Sahabatku Beraktivitas

Penampilan bukan segalanya, tapi segalanya berawal dari penampilan

Yuhuuuu pernah dengar tidak pepatah di atas.

Saya setuju sekali. Penampilan memang bukan segalanya. Tapi kalau kamu bekerja di bank, mau ngga mau, suka ngga suka, penampilan harus oke. Soalnya bagaimana orang mau menyimpan uangnya di bank kalau pekerjanya kucel, kulitnya kusam, belang-belang. Hayoo, pasti ilfil kan? Lagian kalau kita, tidak peduli dengan kesehatan kulit, cuek beibeh tidak mau merawat apa yang sudah dianugerahkan Allah kepada kita. Itu namanya kita tidak mensyukuri pemberian sang Pencipta.

Oiya , perkenalkan dulu, saya Windi. Sehari-hari saya bekerja di sebuah bank BUMN yang terkenal seantereo negeri, xixixi. Selain menjadi wanita karir, blogger, saya juga seorang istri dan seorang ibu dari putri cantik nan unyu-unyu. Mau tahu seperti apa saya.

Inilah saya…………..


Kusam dan kucel yah hahahaha

Delapan tahun yang lalu.

Ini juga saya





Dua tahun yang lalu

Dua tahun lalu, job desk saya adalah sebagai seorang account officer  yang tugasnya menyalurkan kredit ke debitur termasuk mencari dana dan fee based income untuk perusahaan. Mau ngga mau membuat saya setiap hari harus panas-panasan di bawah sinar matahari. Mulai dari probing calon debitur, memprospek usahanya, sampai meninjau lokasi usaha dan agunan kredit. Apalagi di Sumatera Utara, 50 persen lebih nasabah saya adalah para pengusaha sawit. Baik petani sawit, perkebunan, pengepul, sampai pemilik pabrik kelapa sawit. Otomatis dengan suka rela kulit saya harus bercanda mesra dengan si sinar ulraviolet. Soalnya jam tayang saya mengunjungi debitur ya diantara jam 10 pagi sampai jam 4 sore, dimana saat itulah matahari memancarkan sinar UVA dan UVB secara maksimal.

Tapi tenang, biar kulit saya tidak gosong terbakar matahari saya selalu menggunakan sun block setiap harinya. Kemarin-kemarin saya memakai Marina body Lotion with SPF 15. Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan. Walau panas-panasan, saya tidak pernah mengalami yang namanya Sun burn apalagi sampai iritasi kulit.

Tapi ternyata, semakin hari, cuaca di Medan semakin hot saja. Matahari pun rasanya semakin terik membakar bumi. Mungkin ada hubungannya dengan pemanasan global, atau perubahan iklim, karena kok saya merasakan perubahan cuaca yang sedikit ekstrim akhir-akhir ini. Saya mulai berfikir, bahwa kulit saya butuh perlindungan yang lebih lagi.

Sahabat Baruku

Nah, sekitar bulan Oktober tahun lalu, Marina melaunching produk terbarunya yaitu Marina Body Essence. Membaca ulasan para blogger tentang Marina Body Essence ini membuat saya langsung tertarik untuk mencobanya.

Saya tertarik soalnya ada embel-embel essence nya, jadi penasaran. Soalnya essence kan biasa ada untuk perawatan wajah, nah  oleh Marina dipakai untuk perawatan tubuh. Tekstur essence lebih kental dibanding lotion namun daya serapnya lebih cepat di kulit. Dengan konsentrat yang lebih tinggi, essence bisa meresap sampai ke lapisan epidermis kulit sehingga bekerja lebih aktif. Itu point pertama

.




Yang membuat saya tertarik lagi,  Marina  Body Essence ini mengandung extra SPF 30. Penting banget nih untuk kegiatan saya yang sering terpapar matahari di jam terik. SPF 30 ini melindungi kulit dari UV B, biar kulit tidak terbakar dan mencegah flek hitam. Berdasarkan pengalaman saya, kalau pakai Marina dengan SPF 30 ini, saya bisa terlindung sampai 7 jam-an lho. Mungkin akan berbeda-beda untuk tiap orang.

Cara ngitungnya , ketahui nilai konstanta kita  yaitu berapa lama kulit kita memerah saat terpapar matahari, misal 15 menit. Kemudian kalikan dengan SPF nya, Jadi 15 x 30 = 450 menit. Itu daya lindungnya. Bisa berbeda-beda untuk setiap orang, makanya dianjurkan untuk mengulang kembali pemakaian sun blocknya.

Di samping itu, Marina Body Essence ini juga mengandung PA++. Ini bisa melindungi kulit saya dari bahaya UVA. Jadi mencegah penuaan dini, keriput dan ancaman kanker kulit. PA++ ini mampu melindungi hingga 4-8 jam.






, Ini nih yang spesial, Marina Body Essence mengandung superfruit acai berry. Wah ini yang saya baru dengar. Setahu saya acai berry itu untuk melangsingkan tubuh. Ternyata ada khasiat lain yang dimilikinya. Acai Berry ini sering disebut sebagai Superfruit, karena mengandung zat antioksidan yang sangat tinggi. Saya tahunya dulu, antioksidan itu ada di buah anggur. Ternyata acai berry mengandung 10 kali zat anti oksidan lebih tinggi dari buah anggur. Tahu kan, antioksidan ini fungsinya untuk melindungi kulit dari radikal bebas dan mencegah penuaan dini, biar awet muda. Karena penasaran, iseng saya coba tes di buah apel.

Yang kiri diolesin Marina

Setelah bberapa saat. Yang dioles Marina tetap putih.


Apel kalau dikupas dan dibiarkan di udara terbuka, akan teroksidasi dan berubah warna menjadi kecoklatan. Satu keping apel saya oleskan marina UV White Body Esssence dan yang satunya tidak. Ternyata yang saya oleskan Marina, daging buah apelnya tidak berubah warna lho. Amazing.

Dan terakhir, Marina UV White Body Essence mengandung 10 x White Yogurt Boost yang berfungsi untuk membantu kulit kusam tampak cerah, putih merata dan tidak kusam kembali.

Setelah saya coba hampir 4 bulan ini, dua kali sehari setiap habis mandi, kulit saya terlihat lebih cerah dan lebih putih dibanding yang dulu. Yeaaay, senang sekali melihat perubahan baik pada kulit saya. Jadi saya niatnya mau terus pakai Marina Body Essence ini, biar kulit tidak kembali kusam dan tetap terlindungi dari pengaruh buruk matahari. Jadi merasa aman karena ada yang melindungi, eeeaaaa.

Panas-Panasan Tetap Ceria


Dengan Marina Body Essence, saya tidak merasa was-was kulit kembali gelap saat melakukan kegiatan saya. Seperti kemarin, saat harus mengikuti event yang diadakan kantor. Acara undian untuk para nasabah sekalian kegiatan akuisisi dalam rangka mencari nasabah baru. Wih, seharian di lapangan, muter-muter pasar dalam acara gerebek pasar, sampai blusukan ke toko-toko para pedagang. Tapi saya enjoy saja, yakin ada Marina yang melindungi kulit saya. Aktivitas lancar, penampilan tetap terjaga.

Event Gerebek Pasar Bersama Tim Hore


Probing calon nasabah

Iyaaaa, Saya Cewek Sendiri. Paling cantik dan Paling Putih Hahahaha


Better kan Yah dibanding Dua tahun Lalu

Dari pengalaman saya selama ini, saya punya beberapa tips nih, agar kulit tetap sehat walau bersahabat dengan matahari:

  1. Rajin mandi, agar debu, kotoran dan kuman yang menempel tersapu bersih dan tidak menimbulkan biang keringat.
  2. Pakai Marina UV White Extra SPF 30 Body Essence sehabis mandi, minimal 15 menit sebelum keluar rumah, karena kalau disitu kena matahari disitu baru dipakai, hasilnya tidak maksimal
  3. Hindari panas-panasan di bawah terik matahari antara jam 10-4 sore. Kalau perlu pakai payung, atau pakai topi, atau gunakan pelindung lain, semacam kertas atau map misalnya. Jangan takut diketawain teman, ntar kalau kulit kita cantik, dia juga bakal meniru hahaha 
  4. Berangkat ke kantor lebih pagi biar bisa menikmati vitamin D gratis dari matahari.
  5. Biar kece tapi tetap aman, pakai kacamata hitam
  6. Banyak-banyak minum air putih. Saya dong minumnya satu tumbler gede kalau di kantor
  7. Kurangi pemakaian AC. Kalau di kantor sudah berAC ria, di kendaraan ya ngga usah. Pulang kantornya kan sudah sore, sudah tidak panas lagi cuacanya
  8. Hindari stress, dan jadi makhluk yang berbahagia. Resep hidup bahagia salah satunya adalah dengan memaafkan orang lain dan positive thinking
Sudahlah, banyak banget tipsnya. Yuk kembali beraktvitas dan memberi sumbangsih pada lingkungan. Urusan bahaya sinar matahari, biar Marina yang menjaganya. 

Dan bagi kalian yang tidak ingin kulitnya kembali gelap dan ingin kulit putih merata, Mungkin bisa mencoba apa yang sudah saya lakukan.Coba pakai Marina Body Essence dan lihat hasilnya. Ntar sharing juga ya pengalamannya.

Nih Hasil Saya pakai Marina Body Essence selama kurang lebih 4 bulan ini. Kulit Tampak terang, Lebih putih merata, gelap dan kusam tidak kembali lagi. Bonusnya saya kelihatan makin muda ngga sih ? hahahah langsung ditimpuk rame-rame.



Coba Tebak Umurkuuuuu




Selasa, 03 Februari 2015

Tara Kena Invaginasi

Saat lagi bermain mobil-mobilan di rumah, tiba-tiba anak saya Tara menjatuhkan dirinya ke lantai. Sambil menangis ia memegangi perutnya, terlihat sangat kesakitan. Namun dua menit kemudian ia bangkit dan bermain kembali. Tak sampai setengah jam berikutnya, Tara mulai meringis lagi. Saya gendong dan elus-elus perutnya untuk menenangkannya. Tangisnya pun berhenti saat itu.

Malam harinya, saat sedang tidur, tiba-tiba Tara terbangun kembali. Saya lihat ia sedang nungging sambil menangis. Duh, panik saya dibuatnya. Segera saya bangunkan suami. Kami pikir Tara sembelit. Kami pun segera mencari apotik terdekat untuk membeli obat pencahar. Namun setelah kami masukkan obat tersebut melalui anus Tara, dia tidak juga BAB.

Keesokan pagi, saya segera membawa Tara ke dokter. Setelah saya jelaskan gejala-gejala yang ditunjukkan Tara, dokter pun merekomendasikan untuk melakukan USG. Saat di USG, terlihatlah bahwa terjadi invaginasi. Invaginasi sama sekali ngga ada hubungannya dengan vagina. Bahasa awamnya sering disebut sebagai usus terjepit. Lemas seluruh persendian saya. Oleh dokter anak yang menangani Tara, kami dirujuk ke dokter bedah.

“ Harus dioperasi ini bu, kalau tidak bisa terjadi infeksi dan berakibat fatal”

Mendengar kata operasi ,langsung terbayang yang tidak-tidak di benak saya. Bagaimana mungkin anak sekecil Tara sudah mengalami operasi. Usia Tara masih 19 bulan saat ini.

Rasa bersalah langsung menghantui saya. Apa Tara salah makan?, apa Tara terjatuh?, apa.. apa penyebabnya.

Oleh dokter dijelaskan bahwa Invaginasi bisa terjadi pada anak manapun. Tidak berhubungan dengan makanan atau benturan. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Duh, makin galau saya.


Malam itu Tara diopname untuk diobservasi lebih lanjut.

sedih banget ngeliatnya

Sebagai seorang ibu, tentu saya tidak terima begitu saja diagnosa dokter tersebut. Segera saya buka internet. Saya ketikkan kata invaginasi di google. Bermunculanlah berbagai artikel terkait gejala, tanda,tanda, penyebab serta tindakan yang harus dilakukan jika anak terkena invaginasi. Dari berbagai artikel ada satu yang sedikit membuat saya memiliki harapan. Bahwa invaginasi yang baru saja terjadi, bisa disembuhkan tanpa melalui operasi. Syaratnya, harus diyakini benar-benar baru terjadi. Usus bisa dirilexkan dan diistirahatkan. Caranya dengan menenangkan si anak, dan mengkondisikan anak untuk puasa dulu.

Namun yang harus dipastikan adalah apakah memang usus terjepit baru saja terjadi atau sudah lama. Nah ukuran baru itu, tidak lebih dari 24 jam, lebih baik kurang dari itu. Beberapa literature yang saya baca, malah mengatakan yang disebut baru itu adalah baru beberapa jam. Makanya,  harus dipastikan benar melalui informasi dari orangtua anak.

Alhamdulillah Dokter pun ternyata memiliki pikiran yang sama dengan saya. Malam itu Tara puasa dan diberi penenang. Setelah malam-malam sebelumnya Tara selalu gelisah dalam tidur, malam ini ia terlihat nyenyak. Sesekali memang masih menangis tapi tidak sesering kemarin malam.

Keesokan harinya dilakukan scanning pada perut Tara. Padahal scanning sengaja dilakukan saat Tara masih tidur, tapi begitu mendengar suara mesin scanning, tiba-tiba Tara terbangun dan menangis histeris. Ya Allah, kasihan sekali saya melihatnya.

Scanning selesai, drama belum berakhir. Tara harus menjalani CT Scan Upper dan Lower Abdomen. Dengan menggunakan cairan kontras barium. Untungnya Tara ngga rewel, dikasih larutan barium yang berwarna bening tersebut, ia langsung meminumnya. Tujuan CT Scan ini untuk mengetahui titik perlipatan atau usus yang terjepit. Cairan diminumkan, selanjutnya perut Tara di scan untuk melihat laju aliran barium tersebut di dalam usus. Hampir 3 jam lamanya proses tersebut dilakukan.Dari mulai menangis menjerit-jerit, meronta-ronta sampai akhirnya Tara pasrah saja saat diletakkan di meja Scan. Bisa kalian bayangkan bagaimana perasaan saya saat itu.

Selesai scanning, kami kembali ke kamar dan Tara bisa istirahat.

Sore harinya hasil scan keluar. Alhamdulillah ternyata invaginasi yang kemarin terlihat sudah tidak ada lagi. Leganya perasaan saya saat itu. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Langsung saya peluk dan cium anak semata wayang saya itu.

“ Berarti kemarin salah ya dok”, tanya saya penasaran

Sempat terpikir di benak saya, apakah dokter salah diagnosis. Dari penjelasan dokter, ternyata hal tersebut bisa saja terjadi, usus yang tadinya terjepit bisa terlepas sendiri. Sama seperti yang saya baca di sebuah website dokter kemarin malam. Tindakan memasukkan kontras barium enam ke usus tadi pagi, selain bertujuan keperluan diagnose juga bisa sebagai obat katanya.

Sudahlah, yang penting Tara tidak jadi operasi. Leganya saya.


Dua hari kemudian Tara diperbolehkan pulang, karena sudah baikan. Alhamdulillah …Alhamdulillah.

Udah Mau Makan

Pokoknya emak-emak sekalian, Waspada kalau melihat anaknya seperti ini :

  1. Menangis tiba-tiba sambil megangin perut
  2. Sakit hilang timbul setiap 10-15 menit sekali, setelah sakit lewat anak akan bermain seperti biasa
  3. Perut kembung dan keras, disertai muntah berwarna kuning
  4. Fesesnya berdarah ( untungnya kemarin Tara tidak mengalami ini )
Maka jangan ditunggu lagi, segera bawa anak ke dokter. Kalau ternyata telah terjadi invaginasi usus mudah-mudahan belum terlalu lama dan masih bisa diobati tanpa operasi. Jangan beri anak makanan dulu biar ususnya istirahat dan usahakan anak dalam kondisi tenang dengan menidurkannya.

Karena menurut dokter dan menurut literature yang saya baca, invaginasi usus ini bisa terjadi pada anak manapun, bahkan sering terjadi pada anak sehat yang aktif dan tidak memiliki masalah dalam hal makanan, maka selalu waspada ya mak kalau anak kita menunjukkan gejala-gejala di atas.


Trus, saya mau ngucapin makasih banget buat para emak di Kumpulan Emak Blogger yang telah mendoakan kesembuhan Tara kemarin. Saya percaya bahwa kekuatan doa emak sekalian turut menyembuhkan anak saya. Makasih banget ya, #kecup satu-satu.



Terima Kasih Yaaaa

Jumat, 30 Januari 2015

Rambut Baru Semangat Baru

Halo semua.... postingan kali ini saya mau cerita tentang perawatan rambut yang saya lakukan sehari-hari. Tapi sebelumnya mau kepoin rambut para gadis Disney dulu ah.

Coba lihat nih rambut para putri disney berikut. 


Bagus-bagus yah. Mau warna hitam, coklat, pirang, merah, semuanya mempesona.

Eh Tapi.... coba diperhatikan dengan benar, to good to be true banget ngga sih rambutnya. Coba lihat tuh si Ariel, masa si tengah gelombang laut rambutnya kayak baru di blow gitu. Atau si Pocahontas, di tengah terpaan angin, mustahil banget yah rambutnya bisa terurai rapi. Apalagi Cinderella,  mau tidur rambutnya kayak baru keluar dari salon. Belle apalagi, dikuncir kuda saja, volumenya masih terjaga.

Enak ya, kalau hidup di negeri dongeng. Mau bagaimanapun kondisi kita dan bagaimanapun kita sehari-hari, penampilan bisa tetap ciamik. Cinderella yang sehari-hari berteman dengan debu saja rambutnya tetap oke. Pocahontas yang doyan panas-panasan pun rambutnya tetap hitam berkilau. Dan si Ariel, walau kena air laut tiap hari rambutnya tetap sehat menawan.

Mungkin kalau kita yang menggantikan peran putri Disney itu, kondisinya bisa jadi seperti ini.




Gambar dari kapanlagi.com


Benar ngga... benar ngga ?.

Itu yang saya alami.

Dari kecil  saya memang selalu memiliki masalah dengan rambut. Berbeda dengan adik-adik saya yang memiliki rambut hitam lurus, rambut saya cenderung bergelombang dan agak megar. Dulu suka frustasi kalau bercermin. Apalagi jamannya SMP, saat lagi masa puber. Harus bangun pagi sekali untuk membuat rambut saya sesuai keinginan. Mulai dari pakai roll rambut biar terlihat lurus ( ternyata malah tambah ikal), sampai pakai berbagai macam bahan-bahan alami, semacam minyak urang-aring biar kelihatan hitam dan sedikit lemas biar terlihat lurus. Tapi begitu kering yah balik lagi rambutnya awut-awutan.


Demi kepraktisan, akhirnya saya potong pendek saja. Lumayan membantu.

Untungnya tidak lama kemudian saya memutuskan berjilbab. Horeeee, good bye bad hair day. Rasanya seperti terbebas dari himpitan masalah hidup, tsaaaah. Bangun pagi, tinggal mandi, kuncir rambut, pakai jilbab, selesai.

Ee... tapi ternyata muncul masalah lain. rambut saya yang dari dulu memang sudah sedikit rontok dan mudah patah, tiba-tiba makin banyak berjatuhan setiap harinya. Di lantai kamar sampai berserakan helai-helai rambut. Kalau disapu bisa setumpuk sendiri. Pernah iseng menghitung jumlah helaiannya. Untungnya tidak mencapai angka seratus. Soalnya kalau sampai seratus berarti saya mengalami masalah serius. Kalau masih di bawah itu, menurut yang saya baca, masih dikategorikan kerontokan yang wajar.

Takut kenapa-kenapa, saya mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang rambut.Karena walaupun nempel di kepala setiap saat, bukan berarti saya tahu segalanya tentang dia. Seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang.

Rambut itu terdiri dari apa sih?

For Your Information, komponen terbesar penyusun rambut adalah protein keratin. Sama seperti yang membentuk kuku dan gigi. Salah satu fungsi keratin ini adalah untuk melindungi rambut sebagai bagian paling luar tubuh manusia. Melindungi dari gesekan, dari panas, dan dari bahan kimia.

Makanya kalau kita menggosok-gosok rambut dengan keras menggunakan handuk,terlalu sering rebonding dan catok rambut yg panas,serta sering mengontakkan rambut dengan bahan kimia seperti mewarnai rambut,itu semua bisa merusak keratin yang ada.

Kalau yang namanya pelindung sudah rusak maka yang dilindungi tentu akan mudah rusak. Bisa terlihat kering,pecah-pecah, patah bahkan rontok.

Nah, sampai disini, saya mulai heran. Saya tidak pernah mewarnai rambut, tidak pernah catok-catokan, apalagi rebonding, smoothing. Kena panas juga tidak, kan terlindung oleh jilbab. Tapi kok rambut saya terlihat tidak sehat dan rontok.

Usut punya usut ternyata bukan hanya dari sebab-sebab itu saja rambut bisa rusak. Ada sebab lain yang saya baru ketahui. Seperti tulang yang bisa mengalami pengeroposan, rambut juga bisa mengalami hal yang sama. Kalau pada tulang disebut osteoporosis, kalau pada rambut disebut Keratin porosis, aiih.

Yaitu, suatu kondisi dimana keratin rambut terkikis, yang mengakibatkan rambut kehilangan pelindung sehingga mudah patah dan gampang rusak.

Penyebabnya?

AIR

Iya AIR. Jadi kandungan mineral di dalam air, ada juga yang bisa menyebabkan keratin rusak. Salah duanya yaitu tembaga dan chlorin.

Langsung ngeh, mengapa rambut saya dari dulu tidak seindah rambut pocahontas. Soalnya saya hobi sekali berenang. Padahal kita tahu, air kolam renang itu selalu diberi kaporit yang mengandung chlorin. Tidak itu saja, air yang kita gunakan sehari-hari untuk mandi kan air dari PAM, bisa jadi mengandung zat-zat lain yang aman bagi tubuh tapi tidak aman bagi rambut.

Nah lho, jadi jangan dikira mentang-mentang tidak pernah mewarnai rambut, jarang catok, tidak rebonding , tidak panas-panasan, rambut bisa aman. Setidaknya itu yang terjadi pada saya.

Bagaimana cara mengatasinya

Paling mudah ya dengan mengganti keratin yang rusak dengan yang baru. Salah satunya dengan menambah asupan makanan yang mengandung zat keratin. Zat keratin terdapat dalam sulfur yang berfungsi untuk menguatkan batang rambut. Dapat ditemukan pada bawang putih, telur, daging, dan ikan. Cara yang lain yaitu dengan memakai produk perawatan rambut yang tepat untuk mengembalikan fungsi keratin pada rambut.

Nah, Karena sudah tahu penyebabnya, saya jadi lebih gampang untuk melakukan perawatan. Ini nih perawatan rambut patah ala saya.

1. Potong Rambut

Hal pertama yang saya lakukan adalah memotong pendek rambut saya. Alasan utama biar lebih gampang, tidak ribet dan kalau pakai produk perawatan rambut bisa lebih hemat, hahahaha modus banget.

2. Keramas dengan Air Dingin




Karena rambut saya patah, maka dia lebih rapuh dan kurang bersahabat dengan air panas. Sehari-hari saya pakai air dingin dan membiarkannya kering alami, kalau perlu ditutup pakai handuk biar airnya cepat terserap. Makanya jadwal keramas saya selalu sore hari atau hari libur.


3. Shampoo

Hair Loss atau Hair Fall ?

Perkara memilih shampoo juga bukan hal yang mudah ternyata. Saya sempat salah pilih dengan menggunakan shampoo hair loss. Ternyata saya salah. Hair loss itu diperuntukkan untuk rambut rontok dari akarnya, sedangkan hair fall untuk rambut yang rontok karena patah. Kandungan masing-masing shampoo ini pun berbeda.

Masalah rambut saya adalah rontok karena patah, soalnya jenis rambut saya normal cenderung kering. Nah shampoo yang harus saya pakai adalah yang untuk hair fall. Kandungan di dalamnya berfungsi untuk lebih melembabkan rambut.

4. Conditioner

Hati-hati, shampoo sekaligus conditioner belum tentu cocok untuk semua rambut.Ini perlu diperhatikan untuk yang punya masalah hair loss ( rambut rontok dari akar). Karena penggunaan shampoo sekaligus conditioner malah akan menambah kelembaban rambut. Rambut lembab malah rentan berketombe, yang akibatnya rontok akan semakin parah. Makanya kalau menggunakan shampoo yang khusus mengatasi masalah hair loss, rambut akan terasa kaku dan kasar. Tidak mengapa, justru itu yang bagus.

Saya lebih memilih memakai conditioner setelah memakai shampoo, atau conditioner terpisah dari shampoo. Karena, fungsi shampoo adalah untuk memisahkan kotoran dari rambut termasuk minyak, debu dan mineral-mineral dari air. Apalagi seperti yang saya bilang tadi, saya suka berenang. Point ini menjadi sangat penting. Jadi setelah kotoran-kotoran terbuang, baru saya menggunakan conditioner. Conditioner berfungsi melembutkan kembali kutikula rambut yang berantakan sekaligus melembabkannya. Karena yang bermasalah bukanlah akar rambut saya tetapi batangnya, maka penggunaan contonioner yang tepat yaitu dengan mengoleskannya ke batang rambut, bukan ke kulit kepala. Makanya kalau ke salon, berbeda kan harga perawatan rambut untuk rambut panjang dan rambut pendek, soalnya yang diolesin itu batang rambut. Untuk hasil lebih baik, saya diamkan conditioner lebih lama dari biasanya.

4. Masker Rambut

Karena kesibukan, saya hanya bisa melakukan masker rambut sebulan sekali ke salon. Biar praktis saya juga melakukannya di rumah. Masker rambut yang saya pakai adalah masker madu. karena madu berfungsi menutrisi dan menguatkan batang rambut.

5. Vitamin Rambut

Nah, untuk mengembalikan keratin rambut saya yang rusak tadi, saya rajin pakai vitamin rambut setelah keramas. Karena saya keramas dua kali sehari, jadi pakai vitaminnya juga dua hari sekali. Saya pakai Ellips vitamin rambut. Yang saya pakai yang mengandung pro-keratin complex yang hair repair biar batang rambut saya kuat dan tidak patah lagi. Ellips pro-Keratin Complex juga mengandung Jojoba Oil yang berfungsi untuk mengembalikan kelembaban rambut.


Eliips vitamin ini recommended banget. Karena formulanya ringan, ngga berminyak berlebihan kayak vitamin rambut lain.
Tara aja tertarik
Cara pakainya juga mudah sekali. Hanya dioleskan di rambut yang setengah kering, jangan yang masih basah ya. Olesnya ke batang rambut soalnya yang mau diperbaiki kan batang rambutnya. Tidak perlu dibilas, biarkan kering baru deh disisir. Hasilnya rambut jadi lebih lembut. lembab dan berkilau.


Cara Pakainya Seperti Ini Ladies



Hasilnya rambut Tara jadi Berkilau. Rambut Saya ya samaan gitu deh dengan rambut Tara


Kelebihan lainnya, Ellips itu gampang ditemukan dimana-mana. Di alfamart, indomart,hypermart, semua mart deh dari yang kecil sampai yang besar jual. Jadi mau pas pulang kampung, atau lagi ke luar kota, tidak perlu khawatir.

Trus harganya yang sangat terjangkau. Cuma Rp 8500,- sudah dapat 6 kapsul. Sekali Pakai saya biasanya menghabiskan 3 kapsul, berarti cuma Rp 4.250 saja, rambut saya sudah selangkah lebih baik.

N


Setelah melakukan rangkaian perawatan tersebut secara rutin, saya merasakan rambut saya jauh lebih baik. Patah-patahnya berkurang, lebih mudah diatur dan lembuut banget.


Kondisi rambut yang membaik ini membuat saya tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu hanya untuk urusan meroll dan sebagainya dan sebagainya. Berjilbab seharian pun rambut tetap wangi, karena pakai Ellips. Pokoknya rambut saya seperti terlahir kembali dari mati surinya. Kalau rambut sudah oke, dompet juga tidak terganggu dengan perawatan rambut yang mahal, hati pun jadi senang. Hati senang, melakukan apapun menjadi semangat.


Tahun Baru, Rambut Baru Semangat Baru deh.



Bagi yang memiliki masalah sama dengan rambut saya, coba deh cara-cara perawatan rambut ala saya tersebut. Saya bukan ahli kecantikan, atau ahli rambut, semua yang saya tulis hanya berdasar pengalaman semata.

Nah kalau kamu mau tahu lebih detail tentang rambut, masalah rambut dan treatment serta produk perawatan rambut yang cocok untuk rambutmu, bisa ngubek-ngubek informasi di ellipshaircare.com. Ketemu mba Julia estelle disana.



Selamat bersenang-senang dengan rambutmu. Sudah dulu yah, saya mau elus-elus rambut anak saya Tara yang halus dan lembuuut banget. Like mother like daughter lah ya rambutnya.


















Minggu, 25 Januari 2015

Pintar Pintar Resolusi Hijau

Bulan pertama di tahun 2015 sudah hampir berlalu. Bagaimana, sudah mulai belum melaksanakan resolusi-resolusi yang dibuat?. Atau malah tidak punya resolusi apa-apa?. Kalau belum punya resolusi, yuk baca cerita saya dulu, siapa tahu dapat inspirasi.

Kali ini saya mau cerita soal Konservasi Sumber Daya Alam. Biar kita-kita lebih aware nih sama lingkungan.


Apa itu?

Konservasi Sumber Daya Alam adalah suatu upaya untuk menjaga dan melestarikan keberadaan suatu sumber daya alam  secara berkesinambungan baik mutu maupun jumlahnya dengan cara perlindungan,penghematan, pengelolaan, maupun pemberdayaan SDA itu secara bijaksana.

Mengapa Konservasi SDA perlu dilakukan ?

Karena Sumber daya alam yang ada, kalau tidak hati-hati dalam pemakaian dan pemanfaatannya lama kelamaan bisa punah dan tidak tersedia lagi di muka bumi.

Kok bisa?

Bisa dong. Kita tahu jumlah penduduk bumi semakin hari semakin bertambah. Dengan bertambahnya manusia tentu kebutuhan untuk bahan pangan pun semakin meningkat. Secara alami, manusia akan berusaha memenuhinya dengan cara memperluas lahan pertanian, membudidayakan ikan,meningkatkan produksi ternak.

Jika hal ini terjadi secara berkesinambungan, bisa dipastikan lahan hutan akan tergerus. Pengurangan areal hutan juga berakibat bertambahnya karbondioksida yang ada di udara, karena kita tahu salah satu fungsi pohon-pohon  adalah untuk menyerap CO2 dan menghasilkan oksigen. Kalau sudah demikian, keseimbangan lingkungan tentu terganggu.

Dari lautan juga demikian. Penangkapan ikan yang membabi buta, dengan menggunakan bahan peledak tidak saja akan mematikan ikan, tapi juga terumbu karang dan spesies lain yang ada di laut.

Dari ranah peternakan, yang paling menganggu adalah limbah dari kegiatan peternakan. Seperti limbah kotoran sapi yang menghasilkan gas methan. Gas methan ini lebih berbahaya lho dari karbondioksida.

Hal-hal tersebut tentu perlu diantisipasi.

Saat ini telah banyak aktivis –aktivis lingkungan yang aware terhadap isu-isu lingkungan termasuk ancaman perubahan iklim. Salah satunya adalah The Nature Conservacy (TNC) .

TNC adalah sebuah organisasi yang concern dalam hal konservasi SDA. Kalau masih asing, organisasi ini sejenis dengan WWF. Melalui program The Nature Conservacy Program Indonesia, organisasi ini bertujuan untuk melestarikan daratan dan perairan yang menjadi sandaran bagi semua kehidupan.




TNC Fokus di tiga lingkungan utama yaitu bentang darat, bentang laut dan perikanan.

Kalau mau tahu lebih jelas bisa dilihat di websitenya www.nature.or.id.

Nah, sebagai blogger yang peduli dengan lingkungan, saya sudah dari dulu lho ikut berkontribusi dengan gerakan Go Green. Bukan dengan hal-hal besar, tapi hal-hal sederhana yang  bisa saya lakukan.

Caranya dengan menerapkan prinsip PINTAR-PINTAR. Ini nih Pintar-pintarnya saya

1.        Pintar di Rumah

Saya memaakai lampu neon bukan lampu pijar. Karena lampu neon dapat menghemat 500 kg karbon dibanding lampu pijar sepanjang umur bohlam itu digunakan.Pemakaian AC juga seminimal mungkin. Saya menggunakan AC dengan teknologi inverter yang hemat energy. 


Untuk kegiatan mencuci , dulunya saya pakai mesin cuci, tapi sudah setahun terakhir saya pakai jasa tukang cuci saja, disamping menolong orang, hemat listrik juga dan lebih bersih lho. Detergennya pakai yang cair dan yang jenis softergen yang mengandung pelembut. Jadi ngga perlu membilas berkali-kali, hemat air dan hemat di kantong. Biasa, emak-emak.


Pakai Detergen Cair, Hemat Air, ramah lingkungan

Di rumah, saya juga tidak memakai pemanas air. Mandi pakai air dingin saja friends, lebih sehat dan lebih segar. Anak saya Tara yang masih unyu-unyu saja hobinya mandi pakai air dingin. Mandinya juga pakai shower, lebih hemat daripada pakai gayung. Terus biar efisien, kami juga menampung air pakai tandon air, jadi tidak perlu pompa air terus-terusan.



Pakai Tandon dan Pakai Shower Biar Hemat

2.      Pintar Belanja

Pinter belanja is a must. Sejak nikah sampai sekarang saya selalu belanja kebutuhan sehari-hari di pasar tradisional atau ngga di kedai-kedai kecil dekat rumah, bukan di supermarket. Yang dibeli juga produk-produk local.

Coba bayangkan, produk-produk impor itu telah melalui perjalanan dengan pesawat dari sisi dunia lain. Bahan bakar pesawat itu merupakan polutan yang lebih berbahaya dari bensin lho. Dan lagipula, belanja di pasar tradisional atau di kedai kecil kita akan mendapat bahan yang masih segar. Kalau barang supermarket apalagi yang impor,  sudah melewati beberapa benua, mengalami proses penyimpanan, pengawetan, dimasukkan ke pendingin, sampai dipajang di rak-rak supermarket baru kemudian masuk ke keranjang belanja kita.


Untuk kebutuhan lain seperti minyak goreng, gula, susu, saya memilih menyiasatinya dengan belanja langsung dalam kemasan besar. Disamping lebih murah, juga sampah dari kemasan yang dihasilkan lebih sedikit. 5 kilo minyak goreng dengan  kemasan seliter-seliter menghasilkan sampah plastic 5 biji. Kalau beli sekalian yang kemasan 5 kg, sampahnya cuma sebiji, bisa dibuat isi ulang lagi. Isi ulangnya beli yang sekalian 2 kilo. Kantung belanja saya bawa sendiri dari rumah, pakai kantong dari kain yang kece badai.


Selalu Beli Dalam Kemasan Besar

Tas Belanja yang Kece Badai


3.    Pintar Berkendara

Kalau bisa gunakan angkutan umum atau naik sepeda atau jalan kaki. Kalau belum bisa, minimal kita tahu cara berkendara yang ramah lingkungan.

Untuk masalah pintar berkendara saya punya tips pintar nih untuk mendukung gerakan Go Green.

Pastikan Ban Kendaraan Penuh

Dalam keadaan ban penuh, jarak tempuh yang bisa dicapai akan semakin jauh untuk penggunaan bahan bakar yang sama,sehingga akan mengurangi emisi karbon karena pembakaran bensin. Hal ini akan menghemat 150 kg karbon dioksida untuk setiap 10.000 mil bekendara.
Rencanakan Rute Perjalanan
Dengan mencoba-coba, saya akhirnya bisa menentukan mana jalur tercepat, minim lampu merah dan tidak terlalu macet. Dengan demikian, saya bisa menghemat BBM dan menghemat CO2 yang dilepas ke udara.
Atur Waktu Yang Cukup
Jarak sudah diketahui, kecepatan bisa diatur, tinggal menyesuaikan dengan waktu berangkat dari rumah. Hal ini penting, karena tanpa stres terlambat, kita akan berkendara dengan tenang, mengerem dengan lembut menghindari kecepatan tinggi dan kesemuanya itu
akan menghemat penggunaan bahan bakar. See tidak luar biasa sekali kan?.
4.      Pintar di Kantor

Hemat kertas dengan menggunakan e-office, jadi semua surat-surat pakai system saja tidak perlu mencetak kalau tidak perlu

Cara lain yang saya lakukan adalah menggunakan kertas bekas dulu saat mencetak surat-surat, terutama untuk kebutuhan internal.

Sehari-hari saya juga bawa bekal ke kantor dan bawa tumbler, jadi tidak bolak-balik beli minuman kemasan. Kebiasaan ini bisa mengurangi timbunan sampah botol plastic dan bungkus makanan.


Bekal Sehat dan Hemat, Ramah Lingkungan

Nah itu dia PINTAR-PINTAR nya saya dalam menjaga lingkungan. Sudah sering didengar kan?.

Di tahun 2015 ini saya beresolusi untuk tetap konsisten melakukan kebiasaan di atas dan aktif mengajak orang untuk ambil bagian. Kalau kamu bagaimana?
 .




Jumat, 23 Januari 2015

Malu Dong Sama Test Pack

Terkadang saya suka mikir, kenapa negara kita ini susah majunya. Kenapa selalu ketinggalan dengan negara lain. Bahkan sama negara tetangga Malaysia, Singapura yang notabene dari segi geografis, kebudayaan, ngga jauh-jauh amat bedanya pun kita tetap tertinggal. 

Dan pagi ini saya tahu jawabannya.

Dari kemarin sore saya sudah diberitahu bagian SDM kantor bahwa hari ini HARI SABTU, yang harusnya saya leyeh-leyeh di rumah, main sama anak saya, jalan-jalan sama suami, HARUS masuk ke kantor. Soalnya ada kerjaan rame-rame yang harus diselesaikan. 

" Jam 8 pagi ya mba, biar cepat selesai"
" Eh tapi kerjaanku dah selesai lho mas, aku nitip aja boleh ngga"
" Ngga bisa mba, ntar kita koreksi sama-sama biar verifikasinya valid"

Ok deh, kalau begicu.

Dan pagi ini jam 8 tepat saya sudah nangkring di meja kerja. Belum terlihat satu orang pun selain anak OB. Tunggu punya tunggu, sampai saat saya menulis blog ini jam 09.30, masih tak satu pun rekan kerja yang terlihat. Oh My. Pengen makan orang ngga sih rasanya.

Padahal yah, yang lain itu masih single lho. And saya si emak rempong, bisa on Time, napa yang mude-mude, yang cuma ngurus diri sendiri pada molor. Siiiigh sebel banget ane.

Untuk masalah janji , ketemuan, menghadiri sesuatu, dari dulu saya selalu berusaha tepat waktu. Pun kalau terlambat yah yang masih bisa ditolerir lah. Tapi keseringannya, udah terlambat pun saya, masih tetap yang pertama hadir. 

Kejadian kayak hari ini ngga sekali ini aja saya alami. Dan bukan hanya masalah di kantor.

Pernah pas janjian acara arisan dengan istri teman-teman sekantor suami yang seangkatan. Disepakati waktunya jam 12 teng hari Kamis, menyesuaikan dengan waktu istirahat ibu-ibu yang kerja. Saya sudah tiba di tempat janjian jam 12.10. Soalnya waktu istirahat kantor jam 12. Perjalanan dari kantor ke restoran tempat arisannya 10 menit. 

Dan,belum ada satu pun yang kelihatan batang hidungnya. Duh, padahal ya yang namanya istirahat kantor kan terbatas waktunya, cuma satu jam doang. Dalam pikiran saya, ibu-ibu yang lain udah nyampe dari jam setengah 12 gitu, udah pesan makanan, jadi saya datang acara sudah dimulai, sehingga  ntar jam 1 sudah bisa balik ke kantor. Tapi apa daya. Tunggu punya tunggu akhirnya baru ngumpul sekitar jam 01.15. Wadoooow. Dahsyat ya. 

Besoknya, acara arisan lagi, kali ini sama ibu-ibu di bagian suami. Begitu juga janji jam 12. Saya sudah duduk manis di tempat acara dari jam 12 kurang 15, dan tak satu orang pun terlihat. Hampir satu jam saya menunggu, jam setengah 2 baru pada datang. Benar-benar ngga kira-kira telatnya.

" Kan biasa win, kalau janjian jam 12 ya ngumpulnya jam 1. Memang direncanakan acaranya jam 1 kok, tapi dibilang jam 12 biar tepat waktu gitu".

What!!!!!!!

Ini nih kebiasaan jelek orang Indonesia yang terus-terusan dipelihara. Terbiasa memberi tenggang waktu yang semua sudah memaklumi. 

Acara direncanakan jam 8 pagi misalnya. Trus di undangan di tulis jam 7. Dengan harapan kalau ada yang telat ntar tepat jam 8 sudah pada ngumpul. padahal ya para undangannya juga sudah ngerti, " Ah paling acaranya baru mulai jam 8, santai saja dulu". Maka mereka akan mulai bersiap-siap di jam 7, berangkat dari rumah jam 8 kurang, nyampe di tempat jam setengah 9, kan masih telat setengah jam doang, yang akhirnya acara baru bisa dimulai jam 9, karena semua undangannya telat".

Nah waktu 2 jam antara jam 7 dan jam 9 itu, orang-orang di Cina sudah selesai menjahit pakaian siap jadi sekodi . Dan saat di indonesia masih coffee morning, pekerja di pabrikan Cina juga sudah selesai labelling dan siap melemparkan produk-produknya ke pasar. Laaah, gimana coba kita mau selangkah lebih maju dari mereka. 

Ayolah friends, hargai waktu. termasuk hargai kalau janji sama orang, jangan seenak udele dewek datangnya. 

Perkara waktu ini memang sering membuat saya jengkel. Entahlah , apa orang-orang ngga sadar ya bahwa saat ini, waktu adalah sesuatu yang berharga. Ngga bisa diulang, ngga bisa dibeli pake uang, ngga bisa dimajuin dan ngga bisa dimundurin. Jumlahnya tetap 24 jam dalam sehari, maka harusnya kita sebagai pengguna waktu, gunakanlah waktu itu seefisien mungkin. ya janji jam 8 mbok ya datang jam 8, soalnya kan kerjaan lain masih menanti. Apalagi ini HARI SABTU lho, aduh kepencet lagi dah caps locknya.

Kebiasaan mengulur-ngulur waktu ini juga membuat bangsa kita menjadi bangsa yang tidak produktif. Kalau di kantor misalnya. Diundang meeting jam 10 pagi, baru ngumpul jam setengah 11, meeting dimulai jam 11. Selesai jam 1. Padahal sembari nunggu meeting, ngopi-ngopi dulu, sarapan dulu. Habis meeting makan siang, selesai makan siang sudah jam 2. yah tinggal 3 jam lagi dong sudah waktunya pulang. Gimana cobaaaaa targetnya mau tercapai. 

Nah itu, pantas lah kita masih jauh tertinggal, karena kita tidak pernah menghargai waktu.

Ini beberapa Tips dari saya supaya ngga suka telat :

1. Perkirakan Waktu di jalan

Alasan paling klise saat telat adalah Macet. Lha, kalau masalah macet apalagi di kota besar, seharusnya sudah bisa diperkirakan. Macet kan bukan kejadian sekonyong-konyong. kalau ngga mau terjebak macet ya pergi lebih pagi, atau cari jalur yang lebih lengang. Ingat jarak bisa diukur, kecepatan bisa diatur, tinggal nyesuaian ke waktu tempuh.

2. Kabari Kalau telat

Seandainya kita sudah berusaha pergi lebih pagi, sudah memperkirakan waktu tempuh dan ternyata gejala akan terlambat terlihat, minimal kabarilah teman kita. Bilang kalau kita sudah di jalan, mohon maaf dan minta kesediannya untuk tetap menunggu. Bete lho nunggu orang yang ngga ada kabarnya.

3. Berempatilah

Tempatkan diri jadi orang lain. Bagaimana rasanya kalau kita yang disuruh menunggu berjam-jam. Padahal mungkin kitanya sudah terburu-buru tadi dari rumah karena takut telat sampai tujuan. Padahal bisa jadi teman kita itu sudah membatalkan salah satu rencananya untuk menepati janji bersama kita, Padahal... padahal... padahal, yang intinya ia telah meluangkan waktunya untuk kita.

Yuk Ah, usahakan selalu tepat waktu di kegiatan apapun. Gak malu apa sama Test Pack









Kamis, 22 Januari 2015

Hamil Lebay

Lagi ngobrol-ngobrol sama teman sekantor yang baru hamil.

" Kak, waktu hamil ngerasa pegel-pegel ngga punggungnya?"

Hahaha, saya jadi inget bagaimana lebaynya saya dan suami waktu kehamilan kemarin. Bisa dimaklumi solanya ini anak yang ditunggu-tunggu hampir lima tahun lamanya. Maka segala hal yang berkaitan dengan kehamilan saya menjadi menarik, harus mendapat perhatian lebih dan segera ditindaklanjuti.

Sama dengan teman saya itu, saya pun mengalami yag namanya pegal-pegal di punggung. Rasanya ngga enak banget. mau tidur susah, duduk pegel, serba salah. Kebetulan saat itu saya dan suami masih tinggal terpisah. Saya tinggal bersama tante. 

Sudah beberapa minggu pegal-pegalnya ngga hilang juga. Saya sering ngeluh sama suami saat bertelepon ria. Di rumah tante, tempat tidurnya menggunakan kasur dari kapuk, padahal kalau di rumah sendiri kami pakai kasur busa. Saya sempat curiga jangan-jangan ini nih biang keroknya.

Minggu depannya, saat suami datang  mengunjungi saya, tiba-tiba saja dia sudah membawa kasur busa baru dari toko mebel. Hahahaha bener-bener deh itu kelakuan suami bikin saya senyum-senyum senang tapi agak segan sama tante. Tapi yaaa gitu deh, suami saya mikirnya gimana biar saya bisa nyaman tidur. Untuk apa yang dilakukannya ini, sampai sekarang kalau diinget duh pengen ketawa rasanya.

Suami saya itu memang sedikit bicara dan cenderung seperti tidak perhatian saat saya ngomong. Soale saya ngomongnya 500 kata paling dia jawab cuma satu kata atau paling banter cuma senyum-senyum. Tapi langsung berbuat aja sesuatu untuk istri tercintanya ini, xixixi .

Kalau kalian punya ngga cerita seru atau lebay saat hamil?




Selasa, 20 Januari 2015

KEB, Rumah para Emak

“ Mbanya gabung di komunitas blogger mana?” tanya salah seorang panitia kepada saya. Saat itu saya sedang mengambil hadiah karena memenangkan sebuah lomba blog tentang tempat makan favorit.

“ Haaah, komunitas blogger?, ehmmm eh anu …”

Hahaha, jujur saja saya kebingungan menjawabnya karena saat itu saya memang ngga gabung di komunitas blogger manapun.


“ Di Kumpulan Emak Blogger ya mba? “ sambungnya

“ EH iya, saya gabung disitu “ jawab saya cepat. Pikir saya ah iyain ajalah biar cepet pulang wkwkwkwk, parah banget.

Gara-gara percakapan yang bikin tengsin itu, saya malah nyari tahu tetang KEB dan gabung disitu. Itu kejadiannya udah 3 tahun yang lalu. Kalau ngga salah ingat , saat saya gabung di KEB jumlah anggotanya masih sekitar 600-an, sekarang wiuh udah 17xx, banyak amaaaaat.

Waktu masih tinggal di Jakarta, saya sempat mengikuti  seminar menulisnya Asma Nadia. Salah satu tips menulis dari beliau yaitu masuklah ke dalam sebuah komunitas, karena komunitas membuat kita tidak sendirian, dan di komunitaslah kita bisa saling berbagi dan saling peduli.

Saya pikir tips dari mba Asma Nadia ini nendang banget deh, terutama bagi penulis yang masih memiliki nafas pendek seperti saya. Jadi keputusan saya dan emak-emak lain yang bergabung di KEB pastinya sudah tepat. Sharing is caring, Berbagi dan Peduli, ih itu kan slogan emak-emak banget yah, cucok lah.
3 tahun bersama KEB, banyak kesan dan pengalaman yang mendewasakan saya,

Pake mahkota sendiri ajah :)
Tahun 2013, di Ulang tahun pertamanya, KEB mengadakan pemilihan Srikandi Blogger 2013. Ngga disangka-sangka saya masuk sebagai 50 besar finalis Srikandi Blogger. Bangga doong, tentu saja. Berasa diakui gitu sebagai blogger.Namun bangganya cuma sampai segitu, soalnya saya ngga terpilih jadi 10 finalis, hahaha gagal deh pakai mahkota. Tapi karena awalnya saya ngeblog juga ngga punya tendensi apa-apa, yah kecewanya mah cuma dikiiiiit doang, manusiawi lah ya. 

Sebagai sebuah komunitas yang eksis di dunia maya dan nyata, saya bisa bilang KEB itu termasuk komunitas yang paling ngehits lah di dunia perbloggingan. Dimana ada acara blogger disitu ada KEB. Para emaknya juga banyak yang akhirnya jadi seleb blog dan famous banget , prikitiiiiew. Senang deh bisa mejadi bagian dari sebuah komunitas positif yang menularkan hal-hal positif dan membawa perubahan positif terutama dikalangan emak-emak yang hobi ngeblog.

Membaca blog emak-emak terutama yang tidak bekerja kantoran tapi memiliki segudang kegiatan yang bermanfaat untuk sesama terkadang membuat saya malu dan introspeksi, apa nih yang udah saya buat untuk orang lain. Jadi merubah sudut pandang saya juga. Saya jadi ngga begitu parno kalau suatu saat harus resign dari pekerjaan, karena udah ada banyak contoh emak-emak yang tetap eksis tanpa pakai blazer. 

Yang paling saya sukai selama gabung di KEB adalah komunitas ini lumayan minimal drama nya. Hahaha soalnya di dunia nyata saya udah kebanyakan drama jadi pengennya kalau lagi asik-asikan di dunia maya ngga ketemu yang namanya drama-drama queen lagi.

Kalaupun ada kritik dan saran untuk KEB dari saya, ehmmm palingan yah supaya acara-acara KEB ngga melulu diselenggarakan di Pulau Jawa, soalnya kita-kita yang di daerah ini juga pengen lho ngumpul-ngumpul cantik ala emak blogger. Bukan ngumpul doang tapi berbagi ilmu kayak acara arisan ilmu itu. Trus acara Fun Blogging-nya mak Haya CS juga kapan nih diadain di Medan?.

Saran kedua, Anggota KEB itu kan udah ribuan yah, tapi kita-kita taunya cuma segelintir doang. Kalau kata Indro, LOL, yah Loe Lagi Loe Lagi. Buatin acara buat kita-kita ini dong yang di daerah nun jauh disana.
Oya, kemarin-kemarin ada pemilihan Emak Of The Month, tapi belakangan kok menghilang. Adain lagi dong Mak, kalau bisa sekalian dikasih tau criteria untuk jadi Emak Of The Month itu apa?, Biar emak yang ngeblognya Senin Kemis ini semakin terpacu . Hahaha banyak maunya emak yang satu ini.

Dan terakhir, saya mau berterima kasih sekali kepada seluruh emak di KEB. Beberapa hari yang lalu saat saya lagi sedih banget karena anak saya sakit, emak-emak disini banyak menguatkan saya, memberi semangat dan turut berdoa untuk kesembuhan anak saya. Saya percaya dengan kekuatan doa, dan Alhamdulillah Tara yang semula harus operasi ternyata tidak jadi. Mungkin ini berkat doa emak-emak semua. Terima kasih juga buat Makpon mak Mira yang menginbox khusus sebagai dukungan moril kepada saya. Aaah maaak makasi banyak yah , peluk dulu satu-satu.

Terakhir, yah terakhir lagi perasaan tadi udah ngomong terakhir xixixi. Selamat ulang tahun yang ke 3 ya KEB. Semoga semangat berbagi dan saling peduli tetap tumbuh di antara kita.Dan bagi emak blogger di luar sana yang belum gabung di KEB, sok atuh buruan gabung. Gabung di KEB ngga otomatis membuat kamu jadi rajin ngeblog atau otomatis membuat rank alexa kita ramping, ngga... nggaaa. Tapi di KEB kamu bakal merasa kayak di rumah sendiri, dimana akan ada selalu yang peduli dan mau berbagi padamu.