Selasa, 18 November 2014

Tak Bisa ke Lain Hati


Kalau rezeki memang nggak kemana. Jum’at kemarin sebuah surat nemplok di meja kerja saya. SPJ ( Surat Perjalanan Dinas) ke Medan, cihuuuy., bisa ketemu suami lagi, ah senangnya. Memang, sudah dua tahun ini saya tinggal berpisah dengan suami. Saya di Jakarta, suami di Medan.Tanpa membuang waktu saya segera searching tiket via internet. And, wow harga tiket gila-gilaan, maklum hari Jum'at. Saya yang biasanya naik maskapai merah urung melihat nominal yang tertera. Segera saya buka website penerbangan yang lain. Dan akhirnya saya pilih naik Garuda Indonesia. Soalnya harganya lebih murah dari yang lain, Asiiik bisa naik Garuda, dapet tiket pesawat murah pula.

Selama ini saya memang selalu menggunakan maskapai merah, karena disamping jam terbangnya yang ada setiap waktu juga biasanya harganya paling terjangkau. Namun karena ini dadakan, apa aja yang penting pulang.

Begitu lampu kantor diredupkan jam setengah lima tanda jam kerja berakhir saya langsung melesat mencari taksi menuju bandara. Sampai di terminal 2F, saya pun check-in menuju counter yang tersedia. Wah, terus terang saja, saya baru dua kali ini naik Garuda, pertama kali karena sebuah accident saat Honeymoon dan kedua ya kali ini. Melihat tempat check-in nya saya sedikit takjub, tidak seperti di terminal 1A,B atau C yang biasanya antrian panjang mengular, disini antriannya rapi banget. Semua penumpang berdiri di garis batas yang ditentukan, dan satu persatu maju ke meja check-in setelah dipersilahkan petugas. Persis seperti antrian di Bank. Ngga ada tuh penumpang yang berjubel dan berdesakan.
Antrian di Counter Garuda
Gambar dari sini

Antrian di Counter Lain
Gambar dari sini

Saat saya sampai di depan petugas check-in saya pun segera memperlihatkan kode booking saya. Berhubung saya dalam tujuan dinas, maka saya membawa bagasi berupa sebuah koper yang tidak terlalu besar, biasanya saya cuma nge-ransel aja kalau pulang. Saat koper di timbang si petugas berkata kepada saya,

Si Mas :  “ Maaf ibu, kopernya silahkan diikat dulu dengan tali disana” katanya sambil menunjuk ke arah belakang saya.

Disana terlihat petugas packing koper yang selalu ada di setiap bandara. Dalam hati saya bergumam, ah males, cuma ngiket pake tali gitu doang bayar sepuluh ribu ( pengalaman di terminal A dan B )

Saya pun menjawab “ Emang harus ya mas”.
Si Mas: “ Harus ibu”
Saya : “ Emang ada aturannya?”
Si Mas : “ Ada ibu, aturan maskapai memang seperti itu, demi keamanan koper ibu”
Saya : “ Tapi koper saya udah dikunci kok, udah aman” saya masih ngotot
Si Mas : “ Tetap harus diikat ibu “ jawab si mas sopan.
Saya : “ Ya baiklah kalo memang harus”, dalam hati saya masih gak rela.

Sebelum saya berbalik, si mas berkata sambil tersenyum manis, “ Itu gratis ibu, gak bayar”

Saya melongo, duh maluuu banget, ketauan deh kalau ini first time saya terbang dengan Garuda, ih tengsin, apalagi di koper saya masih tersemat kertas bagasi dari maskapai lain.

Saya terkesan sekali dengan aturan pengikatan koper yang diberlakukan pihak Garuda ini. Soalnya banyak kejadian di bandara dimana koper kita bisa dibuka dan barang di dalamnya diambil. Dengan diikat begitu, risiko koper dibuka orang tak bertanggung jawab sangat kecil terjadi. Berasa aman deh dengan pelayanan ini. Apalagi petugas di counter Check-in juga sopan banget, ngga jadi marah deh karena malu, xixixi.

Eskalator datar menuju Boarding Room,
Bikin santai dan ngga capek jalan
Dan selanjutnya,saya segera menuju ke ruang tunggu. Wah sepanjang jalan menuju ke boarding room, saya benar-benar melihat perbedaan sangat mencolok antara terminal yang biasa saya jambangi ( terminal 1) dengan terminal Garuda. Sangat rapi, eksklusif dan nyaman. Tidak tampak orang selonjoran disana-sini seperti yang biasa saya lihat. Kursi di ruang tunggu juga lebih empuk ( saya mulai lebay).Kapasitas setiap ruang tunggu pun tidak terlalu ramai, mungkin karena jadwal penerbangan yang selalu tepat waktu sehingga tidak sempat terjadi penumpukan penumpang. Bahkan sebelum terbang pun, saya sudah merasakan pengelaman yang menyenangkan. Berasa istimewa gitu sebagai penumpang

Saya sempat bergumam dalam hati, “ Disuruh bayar tiket lebih mahal pun, worthed lah dengan fasilitas yang didapat, apalagi ini dapat tiket pesawat murah, beruntungnya diriku”. 

Begitu memasuki kabin pesawat, lagi-lagi saya langsung melihat perbedaan  dengan penerbangan yang biasa saya pakai. Ukuran kursi lebih besar dan lebih nyaman. Dengan warna jok kursi dan warna interior yang menyejukkan mata dan berbau tradisional membuat kita berasa dinegeri sendiri ( loh emang di negeri siapa? ), apalagi begitu masuk ke kabin langsung terdengar lagu-lagu daerah seperi angin mamiri, yamko rambe yamko yang diaransemen ulan ala orkestra. Berasa duduk-duduk di rumah deh. Apalagi di depan masing-masing kursi terdapat sebuah layar mini dengan berbagai pilihan hiburan, film, musik, komedi,sampai info tempat wisata dilengkapi dengan headset, komplit deh tinggal merem melek aja nikmati segala hiburannya.


Bawa bareng segambreng, si papah tetap nyantai
Oya FYI aja, colokan headset nya ada di lengan kursi. Soalnya awal-awal saya bingung nyarinya, hahaha. 

Kabin Pesawat 
Karena sudah ada semacam televisi gitu di depan masing-masing penumpang, maka tidak ada lagi pramugari yang melakukan demo safety seperti di penerbangan lain. Demo ditayangkan di masing-masing layar. Saat pertama dengar alunan musiknya saya sedikit terkesima,soalnya nada musiknya itu ngga biasa, seperti perpaduan musik tradisional dan modern. Dipadu dengan suara lembut yang mengalun, membuat tayangan demo safety jadi ngga membosankan. Syukurlah, bukan apa-apa, soalnya saya suka sebal dengan pramugari yang melakukan demo keselamatan, entah ge-er entah apa, selalu terlihat tidak focus saat melakukan demo. Matanya kesana kemari, tidak berani kontak mata dengan penumpang, dan terkesan yang penting selesai, makanya sebelum instruksi keselamatan selesai dibacakan, si pramugari sudah buru-buru balik kanan. Kalau pramugari Garuda sih, mature banget deh, anggun dan sangat sopan. Apalagi, seragam yang digunakan juga eye catching banget. Model kebaya anggun dipadu dengan batik yang menjadi ciri khas Indonesia. Warna-warna yang dipilih juga bikin segar mata. Hijau tosca yang bernuansa tropis dan menyegarkan, jingga yang memiliki kesan hangat, ramah serta penuh energi; serta biru yang memancarkan kesan andal, terpercaya, abadi dan menenangkan. Ngga heran membuat mbak-mbaknya cantik alami, dan bersahaja. 

Setelah demo selesai ditayangkan, saya pun sibuk pilah-pilih acara, tukar chanel sana sini,excited banget.Akhirnya saya putuskan nonton film, kebetulan ada film Korea disitu, bercerita  tentang cowok cewek yang sama-sama divonis tumor dan selalu kebetulan bertemu di ruang praktek dokter, di restoran, sampai sama-sama membatalkan uang muka yang telah mereka setor untuk memesan gedung pernikahan.

Lagi terhanyut dengan si film Korea, tiba-tiba terdengar suara nan lembut menawarkan makanan dan minuman kepada saya dan penumpang lain. Woooww, kebetulan banget. Nonton sambil makan itu adalah suatu kombinasi yang harmonis. Menu yang ditawarkan juga oke banget,boleh pilih antara nasi rendang atau nasi ayam,  masakan Indonesia, selera gue banget. Saya pilih nasi rendang, hmm yummy, apalagi di nampan makanan itu sepaketnya udah berisi buah-buahan plus puding pencuci mulut, aaah nikmatnya. Selain makanan, si mba pramugari juga menawarkan aneka minuman. Tinggal pilih, mau dingin atau panas, mau tawar atau berasa. Begitu si mba nyebut jus martabe ( markisa terung belanda ) , saya pun segera mengangguk semangat, ahahaha doyan apa laper mba.

Sambil makan, langsung mikir, dengan harga tiket segitu, dapet hiburan gratis, makan minum gratis pula, iiih kenapa dari dulu ngga naik Garuda yah.

Selesai makan, langsung konsen lagi ke film Korea. Sayangnya belum sampai cerita habis, pesawat sudah harus mendarat. Wah penasaran lanjutannya. Dan baru nyadar, dua jam perjalanan yang selama ini buat saya terasa nge-betein banget, ini kok rasanya kurang lama, malah pengen ditambah waktunya,kalau perlu pesawatnya muter-muter dulu di atas biar filmnya kelar dulu, hahahaha penumpang alay.

Eu de toilet beraroma therapy,
seger banget
Sebelum mendarat, saya sempatkan dulu ke toilet, soalnya udah kebelet pipis dari tadi. Begitu membuka pintu kamar mandi, wuuuuuss aroma segar langsung menerpa hidung saya. Entah, saya sulit menjelaskan aromanya. Pokoknya segar dan enak banget. Begitu menciumnya , langsung terasa rileks, segar dan berefek menenangkan, seperti aroma theraphy tapi segar banget. Yup, di toilet tersedia lotion dan eu de toilet untuk menyegarkan diri penumpang setelah buang air atau sebelum mendarat, biar tetap harum dan ngga kucel. Pssst, karena sangat suka dengan aromanya yang khas, unik dan eksklusif, saya sempat minta ke mba pramugari eu de toilet tersebut, dan dikasih lho, horeeeee baik banget deh pramugarinya. Padahal saya tahu itu untuk dipakai bareng-bareng. Tapi karena isinya juga udah tinggal separoh, makanya iseng minta, seneng banget deh .

Akhirnya, suka ngga suka, ikhlas ngga ikhlas, saya harus turun dari pesawat. Terlihat mba-mba pramugari dan mas pramugara berbaris rapi menuju pintu keluar. Senyum merekah di wajah mereka, seraya mengatupkan kedua tangan di depan dada, khas salam hormat ala Indonesia, saya pun melangkah dengan berat menuju pintu keluar. 

Saat ke Jogja bersama Tara


Bawa bayi pun ngga ada masalah,
Tara anteng mainan popok yang dikasi mba Pramugari
Untuk bayi juga disediakan makanan khusus lho.

Saat nunggu Transit, ditemani bebek karet dari Garuda,
sambil ngopi-ngopi di Lounge

*****
Excellent Services Of Garuda Indonesia

Pengalaman saya melakukan perjalanan bersama Garuda begitu membekas di hati, karena saya merasakan excellent Services Of Garuda Indonesia. Iya, pengalaman dilayani yang diluar ekspektasi. Sebagai Maskapai terbaik di Indonesia, Garuda Indonesia memang membawa misi penting sebagai pintu pertama bagi para pendatang untuk menikmati keindahan Indonesia. Keramahtamahan Indonesia diaplikasikan dalam ikon yang memanjakan 5 panca indera.

Seperti yang saya rasakan selama perjalanan Jakarta-Medan. Mulai dari pelayanan saat check-in yang sopan dan teratur. Begitu naik pesawat, indera penglihatan langsung dimanjakan dengan warna-warni seragam pramugari yang memiliki keanggunan khas Indonesia. Senyum dan salam yang tulus. Interior pesawat yang didominasi warna natural dan warna alam Indonesia, mau tak mau membuat otomatis kita ikut merasakan indahnya Indonesia  ( Sight ).

Memasuki ruang kabin pesawat, Indera penciuman langsung diserbu aroma khas rempah-rempah dan kesegaran alam Indonesia , pendingin udara dengan temperatur yang pas, menghadirkan perasaan relaks dan nyaman ( Scent).

Begitu duduk di kursi yang nyaman dan empuk, aneka hiburan siap menemani selama perjalanan. Alunan musik tradisional yang diaransement ulang membuai indera pendengaran ( Sound). Ditambah berbagai sajian hiburan lain, seperti film, musik, info wisata bakan games membuat perjalanan berjam-jam seperti sekedipan mata. 

Nasi Kuning Ala Garuda
gambar dari sini
Belum sampai menjejakkan kaki di tempat tujuan, Garuda Indonesia sudah memulai mengusik indera pengecap dengan menyajikan makanan dan minuman khas Indonesia ( Taste ). Nasi kuning, nasi rendang, mie goreng Indonesia, jus martabe, buah-buahan khas indonesia seperti nenas, pepaya, semangka, bagaikan menu pembuka sebelum wisata kuliner dilakukan. Aaah, nikmatnya.

Semua yang dirasakan panca indera tersebut, memberikan sentuhan ( Touch) dan pengalaman keramahan khas Indonesia.

****

Cerita itu terjadi dua tahun yang lalu. Dan seperti mengalami dejavu saat  kejadian serupa terulang kembali.

Minggu lalu, kembali saya mendapat SPJ  di atas meja kerja. Begitu dibuka, tertulis nama Sibolga. Cihuuuy. Sibolga-  negeri wisata sejuta pesona- , sekaligus kota sejuta kenangan untuk saya. Gimana ngga?, 17 tahun yang lalu saya mengijakkan kaki pertama kali di kota ini, dan menghabiskan 3 tahun yang sangat memorable di sebuah SMA bernama Matauli, aw.. aw... aw... rasanya seperti dapat doorprize deh bisa kembali kesana dalam perjalanan dinas, gratis, dibayarin kantor pula, wadoooow.

Tanpa membuang waktu saya segera searching tiket via internet. Sebenarnya perjalanan ke Sibolga bisa dilakukan melalui jalan darat, memakan waktu sekitar 8 sampai dengan 10 jam. Namun, karena saat ini, sudah ada rute penerbangan dari Medan ke Sibolga, tanpa ragu saya memutuskan menggunakan moda udara saja. Ada dua maskapai penerbangan yang melayani rute Medan-Sibolga. Garuda Indonesia salah satunya, tanpa ragu, segera saya buka webside Garuda Indonesia. Saat melihat harga yang tertera, Wooow girang banget, pengen jingkrak-jingkrak saat itu juga. Dengan Rp 308 ribu saja, udah bisa nyampe di Sibolga, Gilaaa...ini tiket murah banget ngga sih?. Langsung tekan tombol lanjut.... klik purchase, yes sebuah tiket sudah di tangan.




Begitu menginjakkan kaki di Sibolga, kenangan-kenangan manis 17 tahun silam seolah menyerbu di depan mata. Indahnya masa SMA, sekaligus indahnya pantai Sibolga perpaduan perjalanan napak tilas yang sempurna.

Landing dengan selamat sentosa di Sibolga. Nyaman pake Garuda :)
Aaah, terima kasih Garuda Indonesia, telah membawa saya ke kota sejuta kenangan, kota sejuta pesona dengan keindahan alam yang tak bisa diungkap dengan kata-kata, biarlah gambar bercerita.



Hepi Banget bisa kembali ke SMA penuh kenangan


Pelabuhan Sibolga


Sunset di Pantai Pandan Sibolga




Pulau Poncan Nan Menawan

Welcome To Poncan Island

Dermaga Poncan
Santai Sejenak


Waktu pertama tahu kalau Garuda Indonesia buka rute Medan-Sibolga saya surprised banget. Ngga nyangka aja maskapai sebesar Garuda mau ambil rute-rute perintis begitu, biasanya kan pesawat-pesawat kecil aja. Semakin kagum, karena ternyata Garuda Indonesia benar-benar ingin menjangkau ke seluruh nusantara. Kita-kita sebagai pelanggannya tentu saja hepi banget, ngga harus ketar-ketir naik pesawat kecil kalau mau ke daerah yang kurang terkespos namun ternyata menyimpan pesona yang tak kalah dengan daerah lain.

Selain rute Medan-Sibolga untuk pulau Sumatera, Garuda Indonesia juga melayani rute-rute pendek di pulau lain, seperti di Kalimantan contohnya, Balikpapan-Palangkaraya, Balikpapan - Pontianak, Palangkaraya -  Pontianak. Kemana-mana makin mudah dan makin nyaman.

Dulu waktu masih bertugas di Kantor Pusat  setiap ada kesempatan dinas luar saya pasti pilih Medan, sekalian ketemu suami. Iiih nyesel banget, padahal dulu punya kesempatan untuk jalan-jalan ke Kalimantan.  Menyaksikan sunset di Pantai Melawai, atau indahnya Pantai Manggar di Balikpapan,menikmati lezatnya kepiting Kenari di Balikpapan, duh langsung terbayang suasana pantai yang indah. Apalagi kalau kesononya pakai Garuda Balikpapan. 

Pantai-Pantai Cantik di Balikpapan
sumber ; www.portalbalikpapan.com

Kuliner Khas Balikpapan

Oya, FYI aja, selain menjelajah kota-kota dan tempat wisata di negeri sendiri, kita juga bisa menjelajah keindahan dunia dengan Garuda Indonesia. Apalagi Garuda Indonesia sudah mengembangkan sayapnya dengan bergabung di sky team.

Joins Sky team


Iya, Disamping service excellent yang akan kita rasakan, mulai Maret 2014 kemarin Garuda Indonesia sudah bergabung dalam sky team yaitu sebuah aliansi penerbangan global dengan koneksi 19 maskapai dunia lainnya. Jadi ngga heran ke depannya jaringan penerbangan Garuda Indonesia bakal lebih luas. Dengan join ke sky team ini juga Garuda Indonesia akan meningkatkan jaringan penerbangan maskapai-maskapai anggota sky team yang dilayani GI melalui bandara utama Jakarta,Denpasar,Makassar,Surabaya dan Balikpapan. Aduuuh kebayang deh ntar kemana2 semua rute bisa pakai Garuda.

Selain pulau Sumatera dan Kalimantan, Garuda Indonesia juga memiliki rute Labuan Bajo di Nusantara Tenggara dan Sorong. Ini berarti tujuan wisata selain Bali semakin terbuka. Garuda Indonesia juga akan membuat koneksi diving spot di Sulawesi dan Jayapura yang meliputi Manado, Sorong-Raja Ampat dan Wakatobi.  Jadiiii, promosi daerah-daerah wisata tesebut bakal semakin meningkat nih terutama terhadap masyarakat luar, Karena kayak orang Eropa gitu, pastinya kalau mau ke Indonesia naik Garuda Indonesia. Angkat topi deh buat maskapai satu ini.

Trus keuntungan khusus bagi pelanggan setianya apa dong?

Nah bagi para pemegang Garuda Frequent flyer, itu lho semacam kartu member Garuda Indonesia yang memiliki segudang keuntungan kayak point untuk terbang gratis,diskon makan,diskon belanja,fasilitas lounge- Jadi bisa ngumpulin poin mileage kalau terbang dengan maskapai sky team. Reward poin mileagenya juga bisa digunakan untuk penerbangan yang dilayani anggota sky team,duddududu #siul-siul.

****

Selalu ada pengalaman pertama di setiap hal. Karena kesan pertama yang begitu menggoda dan sulit dilupakan beberapa tahun silam, sejak saat itu Garuda Indonesia menjadi Maskapai penerbangan kesayangan saya. Ngga bisa berpindah ke lain hati, kemanapun selalu pilih Maskapai penerbangan Terbaik di Indonesia ini. Merasakan excellent services of Garuda Indonesia,  sama dengan menikmati pengalaman terbang dengan sensasi dan cita rasa Indonesia. 

Kalau masih hitung-hitungan juga soal harga tiket antara Garuda Indonesia dan Maskapai lain, nih saya kasih ilustrasi sederhananya :

Ambil contoh rute Medan- Jakarta untuk 1 minggu ke depan



Tiket Garuda Indonesia : Rp 906.100,-
Maskapai Lain                : Rp 708.700,-
Selisih                            : Rp 197.400,-

Bener ngga selisihnya segitu, mari kita bedah bersama :



Nah lho, ternyata dibanding selisih harga di maskapai lain itu, Garuda Indonesia memberi lebih banyak. Itu belum dihitung diskon-diskon ke hotel, tempat makan, dan toko tertentu. Ditambah lagi, nilai waktu dan kenyamanan yang ga bisa digantikan oleh uang. Sepanjang pengalaman saya, hampir tidak pernah Garuda Indonesia delay sampai berjam-jam, selalu tepat waktu. Kebayang dong kalau udah delay itu keselnya gimana.

Jadi.... masih ragu lagi nih.

Ayo kemasi kopermu, jelajahi keindahan dunia dengan cita rasa Indonesia bersama Garuda Indonesia.


Foto : Dokumen pribadi

Selasa, 11 November 2014

Tak Gendong Kemana-mana

Mungkin karena setiap harinya saya meninggalkan Tara hampir 12 jam lamanya, maka begitu sampai di rumah, maunya gendong Tara terus. Ke dapur di gendong, ke kamar di gendong, makan pun saya gendong. Tara nya juga suka banget, begitu mendengar suara pagar digeser, entah lagi posisi apapun bergegas ia akan berlari ke pintu, menyambut saya. Begitu melihat bundanya ini, tangannya langsung direntangkan ke atas sebagai isyarat untuk digendong, duh gemas banget.

Dari Tara bayi, saya sudah sering dengar orang-orang sekeliling, ibu, tante, uwak bilang " Jangan keseringan digendong, nanti bau tangan".

Yang akan saya jawab " Ngga apa-apalah mak bau tangan, daripada bau kaki" hahahaha #langsung dikeplak.

Tapi saya ngga ambil pusing, karena saya suka sekali mencium aroma tubuh Tara, nyium-nyium mulutnya, cium-cium keningnya, yang semuanya itu mesra banget dilakukan sambil menggendong.

Tapi untuk jaga-jaga saya juga membeli stroller. Dari mulai dibeli sampai saat ini, bisa dihitung pakai jari, stroller itu dipakai. Tara lebih suka saya gendong. Jadilah kalau jalan-jalan ke mall pakai stroller, ujung-ujungnya si stroller cuma untuk naruh barang-barang belanjaan. Lagian saya dan suami memang jarang banget ngemall, jadi praktis si stroller sekarang hanya teronggok di gudang.

Karena hobi menggendong itu, bahu saya sampai sakit linu-linu. Setiap minggu pasti pijet, pegel banget. Bahkan pernah, waktu acara ulang tahun BRI, Tara saya bawa ke kantor, aduh maaaak, seharian nggendong si Tara ( Tara ngga mau sama kakaknya), pulang-pulang saya demam, huhuhu.

Begitu Tara lahir, saya banyak dapet kado gedongan, mulai dari yang sling, sampai yang model gendong depan. Yang sling sih enak dipakai waktu tara masih bayi, tapi begitu udah tambah berat, saya ngga nyaman lagi pakai sling, ngga muat juga soalnya. 

Kemudian karena sling udah ngga muat, saya pakai yang gendongan depan, merk Mothercare gitu kalo ngga salah. Waduh, makainya ribet banget, diselempang sana , silang ke kanan silang ke kiri, hap Tara saya dudukkan di depan. Ealah, baru 5 menit saya gendong, nih anak kecil udah berontak-berontak,kakinya ditendang-tendang. Hufft, ya udah lah ngga jadi pake gendongan itu, balik lagi ke gendongan sejuta umat, Jarik, xixixi. Begitu dipakein jarik, Tara langsung anteng, mukanya lucu banget, kiss kiss.

Tapi pakai jarik tuh, bikin posisi bahu bisa ngga seimbang, karena beban hanya ditanggung satu bahu saja. Kalau masih 3-4 kilo okelah gendong pakai jarik, lebih dari itu aduh pegel banget.

Trus direkomendasiin sama mba Anik Nuraini buat pakai Carrier yang merk Ergobaby. Lagi nyari-nyari di internet, eh malah ketemu sama Boba carrier. Pas ngeliat harganya... wadoooow, langsung elap keringet, hampir sama dengan harga stroleer Tara. Tapi ngeliat video di you tube plus testimoni emak-emak yang sudah pakai kok yaaaaa jadi pengen banget  punya. Setelah dipikir-pikir, ditimbang-timbang, akhirnya saya putuskan beli. Pertimbangannya soalnya ya itu Tara suka banget di gendong, kedua kebetulan minggu depannya mau pulkam ke Jogja, udah kebayang Tara bakal betah ngganduli saya kemana-mana selama jalan-jalan, dan yang ketiga yah itung-itung investasi, kan ntar bisa dipakai buat adenya Tara.

Dan uji coba pertama dilakukan saat trip ke Jogja. Tara bener-bener " Tak Gendong kemana-mana" deh. Jalan-jalan ke Gembira Loka, ke Malioboro, nge-mall, pakai Boba Carrier enteng banget. I Looooove this carrier so much. Enak banget.

Tara Bobo di gendongan, Emaknya tetap Eksis


Apalagi, bisa posisi gendong belakang. Saya yang hobi banget makan mie ayam, ngga kerepotan walau harus sambil gendong Tara. xixixi anaknya ditaruh di belakang, emaknya asik seruput-seruput kuah mie

Tara manyun Ngga dibagi sama Bunda xixixi

Tara juga kelihatan nyaman banget, mungkin karena posisi pantanya yang pas, dan duduknya juga seperti kalau kita gendongpakai tangan, tertopang sempurna, jadi ngga sakit. Ni anak kecil digendongan malah ketawa-ketawa. Apalagi, posisi kepala anak, pas di bawah dagu kita, jadi kalau mau cium-cium Tara tinggal mmmuaaah mmuaaah. :v

SI Cantik Bunda

Kemarin -kemarin kalau mau shopping-shopping gitu, Tara pasti saya tinggal dulu di rumah. Trus pergi bareng papanya. Gitu nyampe Petisah, giliran belanja harus buru-buru, soalnya kepikiran Tara di rumah, dan ngga enak sama mba-nya, kalau hari libur juga mesti jagain Tara. Kalau sekarang, mau shopping, hayuk ajah, pakai Boba, Tara ikut kemana-mana xixixix, belanjanya pun jadi bisa lama-lama.


Pokoknya puas banget deh pakai Boba Carrier :v. Mau sambil masak bisa dipakai, Tara tinggal gendong di belakang, bahkan dulu-dulu ngga bisa makan bareng sama suami, karena Tara gangguin mulu xixixi . Sekarang, mau makan bareng hayuk aja, Tara tinggal dikasih kerupuk di belakang hahahaha. Recommended nih moms




Senin, 10 November 2014

Baby Shower


Entah kebetulan atau tidak, tahun lalu saat saya melahirkan bayi pertama saya ke dunia ini bebarengan dengan beberapa orang teman saya. Ya tahun 2013 kemarin itu memang banyak banget istri teman suami, teman sekantor, sampai adik saya juga ramai-ramai menambah jumlah populasi manusia di dunia yang semakin sesak ini.


Kalau sering nonton film-film Hollywood di sono tuh ada satu tradisi yang diperuntukkan buat menyambut kelahiran si jabang bayi, baby shower namanya. DI usia kehamilan memasuki 7 bulan, teman-teman si bumil akan menggelar semacam party kecil gitu, mengundang para sahabat yag masing-masing akan membawa kado buat si calon mommy dan calon baby tentu saja. Adegan yang paling saya ingat  itu di acara baby shower dalam serial friends. Dimana Phoeby lagi hamil gede dan super duper sensitive. Akibatnya semua kado yang dibawa para sahabat bukannya membuat doi sumringah malah membuat Phoeby nangis sesunggukan. Dikasi celana hamil, tersinggung, dikasi boneka marah, dikasi dot susu ngamuk, hahaha alasan hormon pastinya yang menjadi si penyebab.



Pengalaman pribadi sih, waktu lahiran Tara saya banyak banget dapat baju bayi, mulai dari yang model astronot sampai baju carter itu yang sepaket2. Seneng banget nerimanya soalnya lucu-lucu. Tapi karena yang ngasih banyak banget sementara saya juga udah beli banyak ( maklum anak pertama), akhirnya ngga semua kado-kado itu bisa terpakai. Beberapa, saat saya mau pakein ke Tara, eh ternyata sudah ngga muat, kekecilan, kelamaan ditumpuk di lemari. Banyak juga dapat sepatu baby, tapi karena sampai umur 5 bulan Tara jarang banget saya bawa keluar, ya sepatu bayinya juga ga kepakai, sayang banget.

Akhirnya kado-kado Tara yang ngga sempet dipakai itu, saya kasih ke sodara yang kebetulan anaknya lahir cewek, sekalian ngado xixixix.

Nah, sebagai seorang mommy baru dan udah berpuluh kali wara-wiri datang ke rumah teman yang baru lahiran, saya simpulkan ada beberapa kado yang siapapun pasti ngga akan bereaksi kaya si Phoeby itu dan ngga akan mubazir sama si emak baru . Kadang saat mau beli kado, kita pasti mikir, “ Ah ntar dia udah punya”, biar praktis kasi baju aja atau bedak dan antek-anteknya. Nah saya puny ide beberapa kado yang ngga mainstream dan tetap yang nerima bakal pakai walaupun udah punya.

  1. Selimut Bayi

Kebanyakan ibu, hanya membeli satu buah selimut bayi sebagai persiapan kelahiran. Padahal selimut bayi ini ntar bakal dipakai terus di awal-awal dede lahir. Mau imunisasi, pakai selimut, mau dibawa ke rumah oma pakai selimut, bahkan jalan-jalan cantik pun si selimut kudu dibawa. Kalau mau praktis, bisa juga digunakan sebagai alas stroller.

Harga selimut bayi juga ga mahal-mahal amat, berkisar 60 ribu sampai 200 ribu tergatung bahannya. Masih oke lah kalau untuk budget kado. Teman saya, saya kadoin selimut, dipakai kemana-mana tuh, seneng banget ngeliatnya.

  1. Gendongan bayi type sling
Pas buka kado Tara, saya dapat 3 buah kado gendongan sling dengan berbagai corak dan model. Ini berguna banget lho moms. Kalau masih bayi sih paling enak gendong dede pakai jarik, tapi ntar di usia 3 bulanan lebih, gendongan sling ini praktis banget dibawa kemana-mana.

Nah, karena bahannya yang kebanyakan terbuat dari kain, karena sering dipakai, jadi cepet kotor. Makanya walaupun si mommy baru sudah beli gendongan sendiri, dapat kado gendongan sling ini juga membantu banget.

Kalau mau ngado ini, saya saranin pilih yang lingkarannya terbuat dari besi, karena lebih enak di pakai. Warnanya juga yang natural kayak coklat, kuning, atau biru, lebih bisa dimatchingin sama baju soale.

Harga? Hmm kisaran 150 sampai 200-an udah bagus kok

  1. Carrier
Tara dapat juga kado carrier, lupa saya merknya apa. Tapi ternyata pada saat dipakai ribet banget, harus silang sana silang sini. Saya yang kalo pergi suka rempong, akhirnya malah ngga bisa memakainya. Jadi saran saya kalau mau ngado carrier gitu, pilih yang simple. Rekomendasi saya, ergo baby carrier atau cuddle me. Saya sudah pakai ergo dan suka banget ngadoin ergo ke temen, soalnya praktis dan uhuy banget.

Ngga usah yang ori lah, karena yang ori mahal bingit. Yang KW aja udah lumayan. Harganya 250 ribu sampai 300 ribu tergantung OL nya dan tergantung motif. Sumpah, ini kado berguna banget.

  1. Seperangkat dot susu dan pernak perniknya
Ehhhm, ini boleh dilewatkan deh, soalnya semua ibu maunya kan ASI Eksklusif ya, dan sebisanya ngga ngenalin dot ke anak.Tapi saya bakal girang banget kalau dapat kado botol susu dan pernak-perniknya, kayak sikat dot, dan sabun cucinya. Ih ini kan pasti terpakai, walau udah punya banyak. Kalau beli yang merk Pigeon, paling abis 100 ribu sd 150 ribuan.

  1. Tas perlengkapan bayi

Duh, tas perlengkapan bayi itu penting pakai banget deh. Yang bisa nampung semua-muanya, kayak popok, baju, celana, tisu, biscuit, bedak, susu,obat,air putih. Walau udah punya, kalau dapat kado tas bayi, bersyukur banget tuh.

Kisaran harganya di 150 ribu sampai sejutaan. Yang 150-an ribu udah bagus kok, merk babyscot gitu. Udah lumayan bingit. Kalau budgetnya gendut, bisa beli merk, modelnya keren-keren.

  1. Tas ASIP

Kado ini khusus buat mommy yang kerja, soalnya buat mommy di rumah biasanya sih ngga perlu. Nah, ini perlengkapan yang biasanya dibeli si mommy belakangan, menjelang masuk kantor. Jadi sangat tepat diberikan setelah lahiran.

Recommended merk Gabag. Made in Indonesia, menahan dingin sampai 16 jam, dan kalau beli langsung dapat ice gel 2 biji, modelya juga lucu-lucu. Kisaran harga 130-200 ribu.

  1. Bantal Menyusui
Menyusui bayi itu sangat melelahkan, kalau belum mahir tangan bisa pegel banget. Nah, bantal menyusui ini fungsinya untuk meletakkan bayi, dan menopangnya di depan dada. Jadi tanggal ngga sampai kesemutan walau nyusuin dalam waktu lama, posisi bayi juga bakal pas banget di depan dada.

Dengan harga rata-rata 150 ribu sampai 300 ribu, yang nerima udah sumringah bangetlah.


Itu deh, Tujuh hadiah dengan harga yang masih terjangkau kantong dan  worthed banget buat mommy baru. Sebenarnya kalau budget untuk kadonya lumayan banyak, bisa beli breast pump, sterilizer. Tapi rata-rata harganya di atas 300-an jadi agak berat di kantong, kecuali patungan xixixi.

Oya biasanya di toko bayi  pasti ada jual satu set baby gift gitu, yang isinya baju, kaos kaki, celemek, topi, sarung tangan.  Kalau harganya di bawah 150 ribu lebih baik ngga usah dijadiin kado deh, soalnya bahannya ngga bagus. Saya beberapa kali beli dan merhatiin. Jadi sayang banget, udah beli mahal-mahal tapi kualitasnya kurang. Kalau mau kasih baju, mending beli satuan aja, dengan harga yang sama tapi kualitasnya jauh lebih baik.

Namun sebenarnya apapun yang diberi orang tersayang, itulah bentuk perhatian yang sesungguhnya, tanpa melihat apa isi di dalam kado itu, bahkan kehadirannya pun sudah merupakan kado terindah.

Oke moms, selamat berbagi kebahagiaan bersama sahabat tercinta. Let's shower the baby :)






Jumat, 31 Oktober 2014

Karena Hidup Banyak Rasa, Bersiaplah untuk Menghadapinya

Saat membaca novel " Ayat-ayat Cinta" nya Habiburrahman El Syahrizi , saya terkesima di bagian cerita Fahri membuat peta hidupnya di selembar kertas. Kapan dia tamat kuliah,bekerja,menikah sampai memiliki anak. Wah saya langsung latah ikutan merancang peta hidup saya. Waktu itu, saya belum menikah, usia saya masih 24 tahun, sehingga rasanya pas sekali momennya. Sambil membayangkan bakal ketemu " Fahri" di dunia nyata , saya pun mulai menggambar.

Peta Hidupku

Peta kehidupan saya berisi rencana jangka pendek dan jangka panjang yang akan saya lalui hingga akhir menutup mata. Inginnya menikah di usia 25 tahun, terus mesra-mesraan sama suami selama setahun, baru kemudian hamil dan punya baby lucu. 3 tahun setelah menikah bertekad sudah memiliki rumah sendiri dan mobil pribadi. Di umur 32 tahun, harus sudah mencapai titik mapan dalam keuangan dan karir, umur 40 tahun naik haji, umur 45 anak-anak tamat kuliah trus kalau bisa pensiun dini, dan menikmati masa pensiun dengan bercengkerama bersama cucu, jalan-jalan dan menekuni hobi. Aduuuh indah sekali rasanya rancangan hidup saya.

Manusia Berencana, Tuhan yang Menentukan

Tak disangka ternyata saya menemukan jodoh tepat di usia 25 tahun, sehingga peta saya masih sesuai. Namun, mulai meleset di point kedua, memiliki anak. Siapa yang mengira, setelah menikah, tak ada juga tanda-tanda kehadiran si jabang bayi.. Lima tahun berlalu, dengan penuh kesabaran dan usaha akhirnya, saya bisa beranjak ke titik berikutnya di dalam peta kehidupan saya. Melesetnya point ke dua di peta saya, untungnya malah mempercepat saya sampai di titik "memiliki rumah dan mobil". Bergesernya peta tersebut, membuat point-point selanjutnya berubah. Setelah kami hitung-hitung, saat saya dan suami pensiun kelak, anak tertua saya baru selesai kuliah, sehingga kemungkinan adiknya belum selesai sekolah di usia pensiun kami, haduh.

Sama seperti saya, kebanyakan dari kita pun pasti sudah merencanakan hidupnya seperti apa kelak, walau mungkin tidak menuliskannya di selembar kertas. Mulai dari bangun pagi, kita sudah tahu rute yang akan kita lewati menuju ke kantor, berapa lampu merah yang akan kita lalui, di titik-titik mana rawan kemacetan sehingga kita bisa menghindarinya, jam berapa sampai ke kantor, apa yang kita kerjakan di kantor, sampai kembali ke kediaman masing-masing. Ya itulah harapan kita,agar  semua berjalan sesuai rencana.

Namun terkadang kita lupa, ketika kita berpamitan pada keluarga di pagi hari, beribu kemungkinan bisa terjadi di sepanjang jalan, lampu lalu lintas mati, truk sampah terbalik di tengah jalan, mobil kesenggol pengemudi lain, bahkan keluarga di rumah pun bukan berarti akan selalu terhindar dari risiko. Kita tidak pernah tahu mana yang akan terjadi.. Pun demikian saat pulang, tidak ada yang bisa menjamin kita akan sampai selamat di rumah, apapun bisa terjadi di jalan.

Masih ingat kan peristiwa kecelakaan Apriani, bahkan orang yang sedianya jalan-jalan pagi dengan tenang di trotoar pun bisa kehilangan nyawa dalam sekejap. Bahkan orang yang tenang-tenang kerja di kantor pun bisa mati ketabrak pesawat Yah, manusia bisa berencana apa saja, namun Tuhan jua yang menentukan.

Hanya Tuhan yang Tahu bagaimana Ini Bisa terjadi

Kalau kata Ari Lasso , segala yang terjadi dalam hidup ini adalah sebuah misteri Ilahi, kita tak bisa benar-benar tahu apa yang akan terjadi bahkan satu detik ke depan.Karena itu, tak cukup Planning A saja, masih ada 25 abjad lain yang siap kita susun untuk planning B,C,D dan seterusnya sampai Z.

Namun, sebenarnya dari segala macam kemungkinan, kita bisa menyimpulkan, bahwa secara umum hanya ada dua kemungkinan di hidup ini, yaitu kemungkinan baik atau kemungkinan buruk. Kalau yang terjadi adalah kemungkinan baik, semua berjalan sesuai rencana, maka happy ending lah yang akan kita alami. Untuk itu  marilah kita bersyukur atas kemurahanNya. Nah, kalau kemungkinan buruk yang terjadi?. Disitulah peran Plan B dst itu berlaku. 

Kemungkinan buruk apa yang mungkin terjadi pada kita?

Yang paling buruk yang bisa saya bayangkan adalah kematian tiba-tiba. Membayangkan seseorang yang kita sayangi tiba-tiba pergi dari kehidupan kita, sakitnya tuh disini " tunjuk dada". Kalau sekedar sakit saja mungkin bisa ditahan, tapi kalau yang pergi adalah seseorang yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, apa yang terjadi?

Sebelum menjawabnya, coba bayangkanlah, kehidupan sehari-hari kita.

Tagihan Rutin Yang harus Kita Bayar

Kita butuh makan, minum, berobat, butuh tempat tinggal, kendaraan, membayar tagihan-tagihan, rekreasi yang semuanya itu bisa kita bayar dengan apa? 

Benar sekali, dengan uang. Kecuali kita anak raja atau mendapat warisan emas permata yang tak habis tujuh turunan, maka uang bisa kita peroleh dari penghasilan setelah kita bekerja..

Dalam rumah tangga, seorang suami biasanya menjadi orang yang bertanggung jawab untuk memiliki penghasilan. Di beberapa keluarga , istri pun turut menopang kebutuhan keluarga sehari-hari.

Yang perlu kita pikirkan, bagaimana jika penghasilan kita berhenti?

Loh, bagaimana mungkin penghasilan bisa berhenti? Memangnya apa yang bisa menyebabkan penghasilan berhenti?

1. Dipecat/PHK/Bangkrut

Ngga hanya pegawai kantoran, pengusaha pun bisa mengalaminya.. Kalau ini terjadi, tentu saja penghasilan akan otomatis berhenti.

2. Sakit Kritis

Stroke yang tiba-tiba misalnya atau penyakit kritis lain yang membutuhkan biaya besar akan menyedot menghasilan kita, bahkan aset yang ada bisa-bisa terjual. Sakit kritis juga menyebabkan tidak bisa bekerja, akibatnya penghasilan berhenti

3. Cacat

Cacat permanen yang menyebabkan tidak bisa bekerja, otomatis akan menghentikan penghasilan

4. Meninggal Dunia

Kalau sudah meninggal dunia, bisa dipastikan penghasilan akan berhenti.

Saat Risiko Terjadi


Dari empat penyebab di atas, menurut saya cacat dan sakit kritis adalah yang paling harus diantisipasi, karena sakit dan cacat bukan saja menghentikan penghasilan tetapi juga menambah biaya yang kita tidak tahu berapa jumlahnya dan sampai kapan. Bukan hanya tabungan, semua yang ada pun bisa terjual demi kelangsungan hidup orang terkasih.

Masih ingat, kisah artis Sukma Ayu . Koma panjang selama berbulan-bulan, jelas terlihat berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan sang bunda demi menopang hidupnya. Bahkan beberapa artis sampai menggalang dana bantuan untuknya.  Begitulah sebuah penyakit bisa membuat bukan saja si sakit menderita tapi orang-orang di sekelilingnya. Selain Sukma Ayu, Gugun Gondrong, Pepeng, Rini S Bon Bon, adalah contoh artis yang saat jayanya memiliki harta yang banyak dan cukup namun begitu jatuh sakit, semuanya menjadi memprihatinkan. Bahkan kabar terbaru, Julia Perez harus menjual rumah dan mobilnya untuk membiayai pengobatan kanker rahim stadium awal yang dideritanya. Tentu kita bisa mengambil pelajaran dari kisah mereka.

Nah, supaya kita  tidak mengalami nasib seperti mereka. Kita punya pilihan, membiarkan hidup mengalir apa adanya, atau bersiap menghadapi risiko dengan cara antisipasi melalui asuransi.

Kenapa Asuransi?

Pada dasarnya asuransi ditujukan untuk menanggung hal-hal yang jika terjadi, impacnya akan sangat besar pada keuangan kita, sehingga tidak sanggup  ditanggung secara financial dan terasa berat jika kita harus menanggungnya sendirian. Cara mengetahuinya dengan memperhitungkan dampaknya terhadap keuangan kita. Coba tanyakan pada diri kita, apakah jika sebuah peristiwa tidak diinginkan terjadi, bisa berdampak sistemik pada keuangan kita. Contohnya meninggal dunia, sakit, kebakaran, kecelakaan, kehilangan sesuatu . Jika jawabannya ya, maka hal-hal tersebutlah yang harus kita asuransikan. Karena itu, setiap orang memiliki kebutuhan asuransi yang berbeda-beda, karena setiap orang memiliki profil risiko yang berbeda pula.

Maksudnya?
Ya contohnya, seorang pilot tentu memiliki risiko yang berbeda dengan seorang dokter.

Penyanyi Rod Steward mengasuransikan suaranya sebesar 6 juta dollar. Nilai yang sangat fantastis. Bahkan Jennifer Lopez pun menganggap bokongnya pantas diasuransikan sebesar 27 juta dollar. Amboooiiii.

Para Artis Yang mengasuransikan Tubuhnya


Pertanyaannya, kenapa mereka mengasuransikan anggota tubuhnya itu?

Bagi, seorang penyanyi, sumber penghasilannya adalah dari menyanyi. Untuk menyanyi dia butuh suara. Jadi sebenarnya, Rod Steward bukan hanya melindungi suaranya, tapi lebih dari itu, ia melindungi sumber penghasilannya.

Nah, karena untuk memiliki asuransi kita harus mengeluarkan biaya, maka perlu bagi kita untuk menyusun apa yang menjadi prioritas utama untuk kita lindungi. Karena saya bukan penyanyi, atau penari bokong atau pesebak bola seperti David Beckham, tentu saya tidak perlu membeli asuransi anggota tubuh.

Asuransi apa saja yang kita butuhkan ?

Karena risiko bisa terjadi di segala aspek kehidupan, maka asuransi pun dibutuhkan di semua aspek kehidupan.

Prinsip utama asuransi adalah melindungi, makanya logo asuransi sering digambarkan sebagai sebuah payung.

Kita tidak bisa menghentikan hujan, yang bisa kita lakukan adalah berusaha agar saat hujan datang, minimal tidak basah kuyup dan menggigil kedinginan

Melihat cerita-cerita dan kisah kehidupan orang-orang sekitar, atau kisah public figur, saya mengambil kesimpulan bahwa urutan asuransi terpenting adalah

Asuransi penyakit kritis & Cacat
Asuransi Jiwa

Kenapa?

Karena jika kedua risiko di atas terjadi di saat kita tidak memiliki antisipasi, maka berpotensi paling besar membuat hidup berubah 180 derajat, mengguncang finansial. Kematian yang tiba-tiba membuat keluarga yang ditinggalkan mengalami kehilangan. Apalagi jika yang meninggal adalah pencari nafkah, maka bisa membuat peta hidup porak poranda. Demikian juga penyakit kritis, membutuhkan biaya banyak yang bisa membebani dan menyengsarakan orang-orang terkasih. Sebagai orangtua, tentu saya tidak ingin, jika terjadi sesuatu pada saya atau suami, anak kami tidak bisa mencapai impiannya, lebih parah lagi kalau kami harus menyusahkannya. Semoga tidak pernah terjadi.

Berikutnya, asuransi yang dibutuhkan adalah asuransi kesehatan yang mencover biaya rawat inap.

Bagi pekerja kantoran seperti saya dan suami, walapun kesehatan kami telah dilindungi oleh perusahaan. Namun, kami tetap membeli asuransi kesehatan dengan tujuan untuk mengupgrade pelayanan kesehatan yang kami dapatkan dari kantor, sehingga kami bisa mendapat yang terbaik.

Menurut saya, ketiga asuransi di atas adalah kebutuhan dasar yang harus diprioritaskan saat ingin membeli asuransi.

Setelah itu, barulah kita fikirkan untuk memiliki asuransi-asuransi lain.

Asuransi Rumah dan Mobil

Untuk asuransi rumah dan mobil, jika kita membelinya secara kredit melalui bank atau dealer mobil sebenarnya sudah langsung dipasang oleh si pemberi kredit sesuai jangka waktu kredit kita. Setelah masa kredit habis barulah kita harus membayar kembali premi asuransinya.

Asuransi rumah dibutuhkan, karena jika terjadi risiko pada tempat tinggal kita, yang menyebabkan kerusakan parah atau malah tempat tinggal kita musnah, tentu akan sangat besar biaya yang harus kita keluarkan untuk menggantinya. Kasus kebakaran pada rumah Umi Pipik istinya almarhum Uje, menjadi satu contoh. Bagaimana dampak kejadian itu pada keluarga Umi Pipik.

Asuransi mobil pun demikian. Risiko kecelakaan dan kehilangan tentu akan mengguncang keuangan kita. Saat peristiwa banjir melanda ibukota, berapa banyak mobil yang mengalami kerusakan parah. Saat-saat demikian, orang-orang yang memiliki asuransi mobil bisa tersenyum lega, tidak perlu dipusingkan dengan masalah biaya untuk memperbaiki mobil, karena masih banyak masalah lain yang butuh diselesaikan.

Asuransi Perjalanan

Bagi orang yang sering berpergian dengan menggunakan moda umum, seperti kereta api, kapal laut atau pesawat terbang, asuransi perjalanan mungkin bisa menjadi prioritas berikutnya. Sebenarnya setiap menggunakan transportasi umum tersebut, kita sudah dicover oleh Jasa Raharja, namun tak ada salahnya menambahkan asuransi perjalanan yang jumlahnya tidak seberapa, paling berkisar 25 ribu sampai dengan 50 ribu, namun sudah melindungi ornag-orang yang kita sayangi.

Pilih-pilih Perusahaan Asuransi

Setelah saya baca-baca mengenai  asuransi, sebenarnya semua perusahaan asuransi mengeluarkan produk yang hampir sama. Bedanya tidak terlalu signifikan. Pada dasarnya premi dipengaruhi oleh usia, profil risiko , objek yang dicover dan uang pertanggungan yang diiinginkan.

Karena itu, saya pribadi lebih menekankan kepada reputasi perusahaan asuransinya untuk  melayani kebutuhan asuransi saya.

Kalau dianalogikan seperti ini
Kalau pilih penerbangan, kita pasti pilih Garuda Indonesia
Kalau beli hape,  pilih merk Samsung
Mau ngirim barang pilih JNE
Kalau beli air mineral kita pilih Aqua

Nah untuk asuransi pun saya pilih yang terbaik.

Berdasarkan info yang saya dapatkan, ternyata perusahaan asuransi yang memiliki reputasi terbaik , salah satunya adalah Allianz, yang pada tahun 2013 masuk 4 besar perusahaan asuransi terbaik versi majalah Infobank  (http://www.infobanknews.com/2013/07/jawara-rating-123-asuransi-versi-infobank/).

Allianz juga pernah mendapat penghargaan sebagai " Best Global Primary Insurance Company" dan " Best European Primary Insurance Company" versi majalah Globe. (http://konsultanasuransi.com/read/Allianz-Raih-PRESTASI-Global-Award1/)

Allianz juga merupakan perusahaan asuransi berskala dunia terbaik di Indonesia versi majalah Forbes (http://www.asuransi-id.com/agen-asuransi-jiwa/asuransi-allianz/prestasi-asuransi-jiwa-allianz.html)

Cara melihat reputasi perusahaan juga bisa dicari melalui internet. Berapa banyak berita negatif terkait perusahaan tersebut. ternyata saya tidak menemukan berita negatif dari Allianz Indonesia. Makin yakin dong.

Di samping reputasi Allianz, ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan dalam memilihnya

Allianz, sudah berdiri sejak tahun 1917 di kawasan Asia Pasifik dan sudah ada di Indonesia sejak tahun 1981. Kurun waktu yang sangat cukup bagi suatu perusahaan untuk mengokohkan posisinya dan memastikan pengalaman di bidangnya.

Selain itu, kinerja perusahaan asuransi pun perlu kita ketahui untuk melihat bonafiditas perusahaan itu. Pada semester pertama tahun 2014, Allianz Indonesia telah mencapai kinerja dengan pendapatan Premi Bruto keseluruhan sebesar Rp 5.43 Trilyun untuk lebih dari 4 juta tertanggung. Jumlah yang membuat kita yakin bahwa ada jutaan orang yang mempercayakan proteksinya pada Allianz.

Asuransi di Segala Aspek Kehidupan

Di samping hal-hal di atas, yang perlu menjadi pertimbangan saya juga adalah agen asuransi yang akan melayani saya. Saat ini agen/tenaga penjual Allianz Indonesia telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Nah mengenai agen asuransi ini, saya memiliki tips dalam memilihnya :

1. Pilih agen asuransi yang muda

    Kenapa?, agar bisa melayani kita dalam jangka waktu lama ( jika dia sehat-sehat saja tentunya)

2. Pilih yang pintar dan menguasai produk

    Ya, alasan simple, kalau dia aja ngga tahu, apalagi kita. Kalau dia pintar dan menguasai produk, dia bisa memberi saran kepada kita asuransi apa yang tepat untuk profil kita.

3. Pilih yang berpengalaman namun belum terlalu lama menjadi agen

    Yang baru, belum lihai, yang terlalu lama kliennya sudah banyak, sehingga dikhawatirkan terlalu banyak yang dihandlenya

4. Pilih yang menyenangkan

    Orang yang supel, cenderung kekeluargaan tentu lebih membuat kita nyaman. Kita pun lebih gampang menghubungi dan berkomunikasi dengannya bila perlu, seperti pengklaiman misalnya.

Nah itu beberapa tips dari saya. Selanjutnya terserah anda.

Pengelolaan Keuangan yang baik bukan ditentukan dari seberapa besar pendapatan kita, tapi bagaimana kita mengelola yang ada agar bisa memberi manfaat lebih. Sisihkan penghasilan untuk Asuransi, bukan untuk mencari untung besar atau untuk mendahului takdir, tapi semata untuk melindungi yang kita cintai dan menjadikan diri kita bermanfaat walau jasmani sudah menjadi tanah.

Karena hidup banyak rasa, Bersiaplah untuk menghadapi kemungkinan terburuk




Sumber Ref:
1. http://www.allianz.co.id/
2.http://myallisya.com/2013/05/28/prioritas-asuransi/












Senin, 27 Oktober 2014

Ngeblog Panggilan Jiwa, bukan Panggilan Kantong :)

Hari ini hari blogger nasional. Wih, makin banyak aja ya hari-hari yang harus diperingati. Tapi seneng banget, ternyata blogger juga disedian harinya cuy,udah kayak hari jurnalis atau hari wartawan gitu :)

Sebagai blogger yang udah lama vakum, ngga eksis lagi,  tenggelam dalam dunia " jadi emak-emak-an", rasanya hari ini ngga susah-susah amat lah meluangkan waktu sejenak untuk mengisi kembali catatan di blog kesayangan saya ini. Soalnya masih pengen diaggap blogger xixixi.

Dari tadi siang ngintip-ngintip tulisan blogger lain, baru ngeh kalau di dunia blogging lagi heboh ya soal kata kunci yang ambigu, fee tulisan , alexa rank , job review. Weeew, pusing bacanya. Yah sampai saat ini, saya masih ngga terlalu peduli sama semua muanya itu. Bagi saya ngeblog ya ngeblog aja, ngga ada beban apa-apa . makanya page rank blog ini yaaa ngga bisa dibanggain sama sekali. Nerima job review juga baru 2 kali doang, itu pun dengan honor seuprit, cuma cukup buat beli mie ayam 10 mangkok hahaha. Tapi yang penting saya senang, hati riang, 

Mungkin bagi yang niat serius cari uang dari ngeblog, alexa rank itu penting banget ya, saya salut banget tuh sama para blogger yang begitu konsisten nulis sampai alexa rank nya rampiiing banget. Mungkin suatu saat, kalau saya niatin blog ini buat cari duit saya bakal belajar ah sama para blogger keren tersebut. Saat ini sih belum punya niat kesitu, dibawa happy aja.

Awal ngeblog tuh sekitar tahun 2007 atau 2008 gitu kalau ngga salah inget. Ngeblognya di Friendster. Aslinya saya suka nulis-nulis ngga jelas gitu di komputer kantor, girang banget waktu tahu kalau bisa curhat online hahaha, maruk lah, apa-apa diceritain. Gitu ada yang komen, langsung berbunga-bunga. Berhubung dulu belum punya laptop sendiri, jadi ngeblognya pake fasilitas wifi kantor, makanya suka banget disuruh lembur sampe malam, sekalian internetan :)

Friendster collaps, ngeblognya pindah ke wordpress, pernah juga di multiply, tp bentar doang, trus nemu blogspot, ya udah menetap disini.

Saya ngeblog itu, niatnya ngga ada mulia-mulianya sama sekali. Karena benar-benar , tujuan ngeblog itu awalnya cuma nulis isi pikiran saya aja, sekaligus latihan nulis. Ngga ada lah kepikiran buat sharing atau supaya orang lain dapat mengambil manfaat dari blog ini. Belum nyampe kesitu saya. Masih blogger unyu-unyu. Nulisnya juga masih sok-sok puitis gitu, kadang garing kriuk-kriuk, kadang sok pinter, kadang sok baik, kadang sok bijak. Pencitraan lah.Terserah mau anggap gimana.

Tapi tiba-tiba semua berubah

Sekitar tahun 2010, saya mulai ikutan group di FB. Dari group itu ketemu sesama pencinta buku yang suka nulis dan suka ngeblog. Trus dapat info lomba-lomba nulis true story. Waah maruk banget, semua lomba antologi saya ikutin, beberapa menang, banyakan kalahnya. Nah tulisan-tulisan itu sayang banget kalau ngga diarsip, maka jadilah blog ini sebagai dokumentasi tulisan-tulisan itu. Dan pertualangan sebagai blogger pun dimulai.

Hmm, berarti sudah hampir 6 tahun saya ngeblog disini. Dari blogger cupu yang ngga punya temen, ngga punya pengunjung, sekarang punya buanyaaaaaak banget sohibul blogger yang asik-asik. 

Tapi nih, jujur ya, dari pengalaman saya ngeblog selama ini, ternyata memang ada namanya seleb blog. Iya, itu tuh para blogger yang ngehits banget lah. Dari pegamatan saya, mereka jadi seleb blog karena beberapa alasan. Ada yang karena punya banyak blog sehingga beredar dimana-mana. Ada yang karena tulisannya emang cihuy abis, dan kebanyakan sih blogger yang sering banget wara-wiri di lomba blog dan wara-wiri juga jadi pemenang. Daaan semua itu ada masa expirednya. Percaya deh sama saya, hahaha.

Tahun 2010-2013, blog ini pun beberapa kali sempet mejeng menang di lomba blog, dan wuiiih gara-gara menang lomba, banyak banget yang suka berkunjung kesini. Kalau nulis sesuatu, langsung ada yang komen, yah minimal saat ngeshare di FB atau twitter pasti adalah yang mampir. Seneng banget, berasa gimanaaa gitu.

Namun, setahun belakangan, sejak jarang ikut lomba apalagi menang, ditambah jarang update blog, blog ini jadi sepi banget. Hiks sedih juga sih, berasa ditinggalin, hahaha gaya banget sayah ini.

Tapi yah, balik ke niatan awal saya ngeblog, yang memang tanpa tendensi apa-apa. Jadi walau sedih tapi ngga sampe kecewa-kecewa gitu. Biasa aja. Saya nulis ya apa adanya saja. Seperti diri saya yang tak suka basa-basi, seperti itulah blog ini. Bisa jadi sesuatu yang saya anggap bermanfaat, ternyata hanya sampah di mata blogger lain, bisa jadi pula postingan yang saya anggap iseng malah bermanfaat, tergantung sudut pandang pembaca. Yang pasti saya menghindari menulis hal-hal yang berbau pornografi, yang provokatif atau yang berbau sara. 

Sepanjang ngeblog sih, banyak banget hal bermanfaat yang saya dapat, teman baru, ilmu pastinya. Iya karena keseringan ikut lomba, jadi banyak baca, banyak blogwalking walau ngga komen, dan jadi belajar gaya-gaya menulis orang lain.

Menurut saya, menjadi seorang blogger itu harus jujur dalam arti tulisannya ngga bohong, dan harus menebar aura positive karena blog kita bisa dibaca siapa saja, jadi kita punya tanggung jawab moral terhadap pembaca. Bukan berarti semua postingan harus wise gitu, tapi tidak menulis yang bisa membawa mudharat. Karena tulisanmu cerminan dirimu.

Jadi... di hari blogger nasional ini, saya mau ngucapin banyak-banyak makasih buat para blogger yang suka mampir disini, yang pernah komen, maupun yang sudah mengikuti blog sayah. Mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau selama ini ada tulisan yang menyindir, menyakiti atau ternyata kalian merasa huang-buang waktu kesini dan ngga mendapat hal yang bermanfaat disini, tsaaah. 

Mohon maaf juga untuk temen-temen yang ngga sempet saya BW-in blognya. Semata hanya karena saya ngga begitu gape nulis komen pake hape, sementara online pake laptop cuma sesekali kalo luang, dih alesan ajah. Ya sudahlah, pokoknya saya minta maaf lah.

Selamat hari blogger nasional untuk para seleb blog, para dewa Seo, banci kontes, beauty blogger, masterchef wanna be blogger, blogger buku, travel blogger, pokoknya semua blogger, baik yang kenal maupun yang belum kenal.

Keep writing, keep blogging, kita semua setara di mata Alexa xixixi, karena ngeblog itu panggilan jiwa bukan panggilan kantong :)

Gambar dari sini











Jumat, 17 Oktober 2014

Ideku Untuk PLN untuk Hidup Yang Lebih Baik

Bisa ngga sih kita hidup tanpa Air?

Sepertinya semua orang setuju kalau yang namanya makhluk hidup itu tidak bisa hidup tanpa air. Air sumber kehidupan.

Nah, sekarang pertanyaannya diganti.

Bisa ngga kita hidup tanpa ada listrik?


Bisa aja ya. Dulu-dulu juga ngga ada listrik masih bisa hidup. Masak nasi pakai kompor, nyetrika pakai setrika arang, nyuci pakai tangan, kalau kepanasan tinggal buka jendela. Hmmm kira-kira kehidupan seperti itu masih relevan ngga di zaman sekarang ?.

Yup, jaman berubah, kehidupan berubah, teknologi pun berubah. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan manusia akan hidup sehari-hari sebenarnya tidak berubah. Dari dulu sampai sekarang pun kita masih  butuh makan, mandi, nyuci, tidur, rekreasi. Hanya saja makin lama yang namanya manusia ingin hidup lebih nyaman, lebih gampang dan lebih cepat. Mungkin ini yang disebut evolusi dan revolusi kehidupan.

Memasak dengan menggunakan kukusan di kompor sih ngga ada salahnya. Tapi jauh lebih cepat kalau memasak dengan menggunakan rice cooker, ngga perlu ditungguin, bisa sambil nyambi pekerjaan lain. 

Sumber penerangan di malam hari juga dulu-dulu cukup dengan lampu teplok dan lilin, namun kegiatan yang bisa dilakukan pun terbatas. Apalagi kegiatan belajar dan membaca, wah kalau terlalu lama bisa merusak mata.

Bagi penulis, dulu pun tidak adahambatan , bisa menulis dengan tangan atau ngga dengan mesin ketik. Namun dengan adanya komputer, laptop, pekerjaan menulis menjadi lebih mudah. Salah ketik tinggal edit, ngga perlu mengulang dari awal. Kecepatan menulis pun berubah, kalau dengan mesin ketik satu hari mungkin hanya dapat 3 halaman, dengan komputer bisa dua sampai tiga kali lipatnya.

Yup penemuan teknologi tersebut sungguh-sungguh sangat membantu mempermudah hidup kita.

Tapi, di balik semua itu, ternyata ada primadonanya. Tanpa adanya Listrik, semua penemuan tersebut hanya berupa onggokan mesin-mesin saja.



Familiar dengan slogan tersebut?

Benar sekali, itu adalah slogan perusahaan listrik di negara kita ini. PLN, Perusahaan Listrik Nasional.

Tidak bisa kita sangkal, bahwa dengan adanya listrik, kehidupan menjadi lebih baik. Masak jadi lebih cepat, mengetik lebih mudah, belajar lebih asyik, malam menjadi terang. Bahkan suasana kota jauh lebih menarik di malam hati daripada di siang hari, karena adanya lampu-lampu yang menghiasi. Lampu-lampu itu bisa menyala karena ada listrik.





Jadi, walaupun kita bisa hidup tanpa listrik, nyatanya dengan adanya listrik, kita bisa memperoleh hidup yang lebih baik. Setuju Ngga??

PLN sebagai perusahaan listrik monopoli di Indonesia, tentu menjadi tumpuan harapan masyarakat Indonesia dalam hal penyediaan listrik. Slogan perusahaan tersebut sangat indah di dengar telinga kita. " Listrik Untuk Hidup Yang Lebih Baik". Itulah harapan kita.

Pertanyaannya, apakah slogan tersebut sudah memenuhi harapan masyarakat Indonesia?

Hmm Coba dengar cerita saya.


Sebagai seorang ibu, yang paling saya rasakan manfaat dari adanya listrik adalah kualitas hidup yang lebih baik yang bisa saya berikan kepada buah hati. Kok bisa?

Iya, sebagai ibu bekerja, kemungkinan saya memberi ASI kepada anak saya sepanjang  hari rasa-rasanya menjadi sesuatu yang mustahil. Namun dengan adanya lemari es, saya bisa memerah ASI saya untuk kemudian disimpan menjadi ASIP, dan bisa dikonsumsi bayi saya walau saya tidak ada di sampingnya.

Dikarunia rezeki ASI yang tidak semelimpah ibu-ibu lain membuat saya harus berjuang keras untuk mengumpulka
n ASIP. 

Saya pikir memerah ASI merupakan tantangan terberat bagi ibu bekerja, ternyata saya SALAH BESAR. Susah payah mengumpulkan tetes demi tetes ASIP, ternyata masih lebih susah lagi memastikan ASIP yang tersimpan di lemari es aman sampai dikonsumsi bayi saya.


Abaikan Modelnya :)


Seperti kita tahu, ASIP bisa tahan selama 6 bulan jika disimpan dalam kondisi beku. ASIP yang telah cair tidak dapat dibekukan kembali, karena akan merusak kandungan gizi di dalamnya.

Bermukim di Medan, dengan ancaman pemadaman listrik berjam-jam ( 3-8) jam setiap hari sungguh membuat hari-hari saya tidak tenang. ASIP yang saya kumpulkan sebotol demi sebotol sepanjang cuti melahirkan dengan berat hati terpaksa diminumkan ke bayi saya, daripada mubazir. Duuuh gemes sekali rasanya.

Di samping masalah ASIP, pemadaman listrik yang berulang dan dalam waktu lama juga membuat banyak peralatan listrik rusak, bahkan karena adanya pemadaman listrik, kemudiAN masyarakat menggunakan genset di malam hari, banyak terjadi kecelakaan karena kelalaian. Baik peristiwa kebakaran karena genset yang meledak, atau kematian karena terhirup gas buang yang dihasilkan genset. Oh Oh..... menyedihkan sekali.

Kalau sudah demikian, slogan " Listrik Untuk Hidup yang Lebih baik" yang digadang-gadang PLN hanya menjadi angan-angan belaka.

Sering saya berfikir dan membatin dalam hati, : Kenapa sih PLN ini, mentang-mentang perusahaan monopoli jadi ngga serius memenuhi kebutuhan konsumen. Masa masalah kebutuhan listrik seperti ini tidak bisa diatasi selama bertahun-tahun. Padahal mantan Dirutnya, Bapak Dahlan Iskan sangat terkenal dengan Manufacturing Hope-nya. Padahal lagi Dirut PLN saat ini, Nur Pramuadji juga bukan orang sembarangan. Apa susahnya sih membangun pembangkit baru untuk menyuplai kebutuhan listrik.

Usut-punya usut ternyata, permasalahan listrik tidak segampang yang saya sangka.Bukan seperti memenuhi kebutuhan pasar, dimana semakin tinggi kebutuhan maka teorinya perusahaan akan semakin senang karena akan semakin menguntungkan mereka.

Masalahnya, produksi listrik oleh PLN saat ini tidak mencukupi kebutuhan konsumsi listrik masyarakat. Jadi bukan berati kamu punya uang, maka bisa beli listrik sesukanya.

Kenapa baru beberapa tahun belakangan saja terjadi defisit listrik?, Dulu-dulu ngga?

Sebenarnya kenyataan ini di satu sisi menggembirakan. Karena dengan meningkatnya kebutuhan listrik, berarti negara kita mengalami peningkatan pembangunan di berbagai aspek. Lihat saja . berapa banyak mall berdiri beberapa tahun belakangan ini. Dulu di Medan cuma ada dua mall, Thamrin Plaza dan Deli Plaza, sekarang, aduuuh udah banyak banget, SUn Plaza, Medan Fair Plaza, Medan Mall, Center Point, Palladium, gede-gede lagi, bayangin aja sehari bisa makai berapa watt listrik.

Tidak itu saja, perumahan yang menjamur, pabrik-pabrik baru, yang semuanya itu meningkatkan konsumsi listrik kita. Sementara itu, pembangkit listrik yang notabene sebagai penghasil listrik tidak bertambah secepat pertumbuhan kebutuhan listrik. Makanya terjadi defisit listrik. Itulah kenyataan yang ada saat ini.





Bangun saja Pembangkit Listrik

Sebagai orang awam, kita mikirnya simpel, kok ngga dibangun saja pembangkit listrik lagi. Yaa... itu pasti sudah dipikirkan PLN, masalahnya membangun pembangkit listrik itu tidak gampang booo. Dananya mahal.Untuk menambah pasokan listrik, PLN membutuhkan dana sebesar Rp 143 Trilyun per tahun. Padahal kemaMpuan PLN hanya sekitar Rp 5.7 Trilyun per tahun. Waaah, besar sekali gapnya ya.

Kok bisa sih PLN ngga punya uang, jadi kemana selama ini uang pembayaran listrik dari pelanggan?

Nah itu juga masalahnya. Soalnya PLN menjual listrik ke pelanggan di bawah harga produksinya, atau dengan kata lain jual rugi. Makanya jangan dibayangkan PLN itu punya pabrik uang dari pembayaran listrik.

Jadi, kalau ada masyarakat yang berfikir , agar menyerahkan pengelolaan listrik kepada swasta, mungkin perlu dikaji lagi, siap ngga kita dengan harga listrik yang harus kita bayar nantinya. Gampangnya, coba saja hitung biaya untuk menghidupkan listrik dengan menggunakan genset. Berapa yang harus kita keluarkan per satu malam saja, kalikan 30 hari. Nah lho.

Banyak lagi permasalahan lain, bukan hanya masalah dana saja.

Contohnya di Sumatera Utara. Selama bertahun-tahun, pemerintah daerah sampai ke tingkat pusat tidak mampu membebaskan lahan di Pangkalan Susu untuk transmisi dari pembangkit ke distribusi. Hal itu membuat listrik yang dihasilkan pembangkit Pangkalan Susu berkapasitas 200 MW tidak bisa disalurkan ke masyarakat. Penyebabnya karena masyarakat meminta ganti rugi yang tidak wajar. Nah lho nah lho.

Belum lagi proyek pembangkit litrik tenaga air (PLTA) sigura-gura Asahan 3 yang masih mandek terkendala izin pakai hutan. Trus di Jawa Tengah, pembangkit listrik tenaga uap ( PLTU) dengan kapasitas 2 x 1.000 MW juga mengalami kendala karena mendapat penolakan sebab adanya kekhawatiran masalah pencemaran lingkungan.

Banyak banget masalah baik internal maupun eksternal yang menghambat pertumbuhan produksi listrik Indonesia.

Daripada kita terus-terusan menghujat PLN, nah sekarang nih saatnya memberi ide dan masukan kepada PLN agar ke depan bisa melayani lebih baik lagi.

Sebagai penduduk Sumut yang kerap didera pemadaman bergilir, saya mau kasih ide ke PLN nih.

1. Penggunaan Listrik Bergilir Di saat beban Puncak

Setahu saya penggunaan listrik itu tidak merata sepanjang hari. Siang hari tentu lebih sedikit dibanding malam hari. hari libur pun tentu lebih sedikit dibanding hari kerja. Pemakain tertinggi itu ada pada saat beban puncak, yaitu antara jam 17.00 wib sampai dengan jam 23.00 WIB. Di saat ini pemakaian listrik di masyarakat memasuki tahap maksimal, rumah-rumah menyalakan lampu, lampu jalan pun dinyalakan, penggunaan alat listrik pun maksimal di jam ini. Tak hanya rumah tangga, mall pun turut menyumbang konsumsi listrik terbesar.

Saya sarankan , agar PLN mengeluarkan aturan, saat beban puncak, mall-mall tidak boleh menggunakan listrik dari PLN, mereka harus mengusahakan listriknya sendiri, dengan menggunakan genset atau pembangkit sendiri. Dengan demikian, kebutuhan listrik rumah tangga akan tercukupi, sehingga tidak akan ada lagi pemadaman di malam hari.

2.Memaksa Masyarakat Hemat Listri
k

Kondisi saat ini, antara suplly listrik dan  masyarakat mengalami kejomplangan. Hibauan penghematan listrik di masyarakat sepertinya kurang berdampak sistemik. Toh walaupun dilakukan penggunaan listrik bergilir seperti ide  pertama, pemadaman bergilir di siang hari tetap tidak terelakkan selama jumlah pasokan listrik tidak ditambah. Saatnya masyarakat dipaksa untuk menghemat listrik. 

Artinya. listrik yang ada saat ini, mau tidak mau harus dipaksa untuk tercukupi, kalau mau tidak ada pemadaman bergilir. Caranya dengan menjatah listrik per rumah tangga. Jadi setiap rumah dijatah, misalnya untuk rumah dengan daya 900 kwh, jatah listriknya sehari hanya 700 watt, untuk rumah dengan daya 1300 kwh, jatah listriknya sehari 1000 watt. Jadi saat pemakaian melebihi 700 watt, listrik akan otomatis mati. Cara ini berbeda dengan sistem listrik prabayar, dimana saat pulsanya habis, maka bisa diisi ulang. Dengan sistem pemaksaan ini, jika jatah listrik habis kita tidak bisa isi ulang, masyarakat mau ngga mau harus mengatur sendiri pemakaian listrik di rumahnya kalau tidak mau listrik padam. Tentu dengan memperhitungkan antara kebutuhan wajar dengan ketersediaan listrik setiap harinya. Setelah satu bulan, jatah listrik akan kembali penuh lagi, begitu seterusnya.

Di masa awal mungkin akan banyak komplain, tapi toh saat ini juga setiap hari selalu mati listrik. Kalau sudah terbiasa, masyarakat akan bisa mengatur penghematan listrik dengan sendirinya. Sama saja seperti saat ini, di Sumut, masyarakat sudah terbiasa untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang membutuhkan listrik secepatnya saat listrik lagi menyala. Ala bisa karena biasa.

3. Mobile PLN



Sebenarnya saat ini PLN sudah melakukan banyak perubahan signifikan. Salah satunya dengan program PLN bersih yang menjadi budaya kerja perusahaan. Dengan membuka call center 123 untuk melayani pemasangan baru, tambah daya maupun menampung keluhan dan pertanyaan pelanggan, PLN telah berusaha menjangkau masyarakat lebih dekat lagi.

Terkait dengan ide di nomor dua tadi, PLN bisa mulai memasuki pelayanan dengan memaanfaatkan teknologi informasi, baik melalui internet maupun melalui gadget.

Seperti di bank, yang memiliki mobile banking, PLN juga bisa menggunakan mobile PLN. PLN cukup membuat aplikasi seperti aplikasi mobile banking yang bisa didonlot secara langsung di App store, Google play, atau BB world. Aplikasi ini berisi Info tentang saldo listrik kita, status pelanggan, status permohonan (kalau ada). Jadi cukup masukkan no pelanggan, semua info bisa di dapat. 

4. SMS Blast

Masih terkait ide di atas. PLN juga bisa mengirimkan SMS blast ke semua pelanggan, terkait info -info PLN. Diharapkan dengan ide no 1 dan 2 tidak ada pemadaman bergilir lagi, jadi info di SMS blast bukan tentang pemadaman bergilir.

5. Mengundang Investor

Cara-cara di atas, dilakukan untuk masa PLN masih mengalami keterbatasan produksi listrik. Tentu kita tidak ingin kondisinya seperti itu terus menerus. Karena itu perlu dipikirkan juga untuk menerbitkan obligasi guna mengundang investor menanamkan dananya ke PLN. dengan demikian kendala dana yag menjadi penghambat dalam pembangunan infrastruktur listrik bisa teratasi. Tentu saja dengan dukungan pemerintah agar peraturan yang ada tidak menghambatnya.

6. Sosialisasi Tentang Kelistrikan

Salah satunya dengan mengadakan lomba blog seperti yang berlangsung saat ini. Dengan mengundang para blogger, untuk berpartisipasi mensosialisasikan program-program PLN seperti lomba blog PLN Sehat yang lalu akan membuat PLN lebih dikenal dari pewarta amatir yaitu para blogger yang biasanya menulis dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti oleh orang awam.

Itu enam ide saya utuk PLN. Nah sembari menunggu swasembada listrik terpenuhi, sekarang ini sebagai masnyarakat Indonesia dan pelanggan PLN, kita dukung program-program baik  PLN, seperti PLN bersih itu, Bisakan juga menghemat penggunaan listrik dan membayar listrik tepat waktu. Percayalah yang namanya perusahaan itu pasti mempunyai tujuan untuk membuat pelanggannya puas. 


Listrik Untuk Hidup Yang Lebih Baik, semoga segera terwujud.



Sumber :
http://listrikindonesia.com/kelistrikan_swasta_ditantang_pln__401.htm









Kamis, 16 Oktober 2014

20 Facts About Me

Nyambung postingan kemarin. trus kayaknya lagi musim nih nulis 20 facts about me, jadi pengen ikutan. 

Kan katanya tak kenal maka tak sayang. Biar bergaulnya lebih asik lagi, biar lebih sayang sama eike, eeaaaaa. Yuk saya bisikin...

1. Nama Asli

Nama asli pemberian ortu tuh Windi Widiastuty. Penulisannya kayak itu, tapi kenyataannya dari 10 orang yang pernah menulis nama saya, paling hanya 1 orang yang bisa nulis bener. Biasanya mereka nulis Windy Widiastuti, atau Windy Widiyastuti, atau Windi Widiyastuti, atau kombinasi dari itu. Padahal yang namanya nama kan punya arti ya?. Jadi biar ngga salah-salah lagi, ya udah saya lebih suka dikenal dengan Windi Teguh aja. Eksistensi diri? masih kok, kan ngga pake ngerubah nama :)

2. Koleris Sejati- Sanguin Sebagian

Yup, kepribadian saya koleris sejati. Blak-blakan, tidak sabaran, mudah marah, lebih suka bicara daripada mendengar, ambisius. Widiiiih ngga ada bagus-bagusnya kayaknya. Tapi saya suka menjadi pribadi koleris, karena koleris itu mandiri, supportive dan memiliki energy tinggi untuk maju. selain koleris, saya juga sanguin. Periang, dan ngga bisa nyimpan apa yang ada di hati. A dibilang A, B dibilang B. Aneh ngga sih, saya ini pemarah tapi suka becanda dan riang gembira, 

Berhadapan dengan saya ngga susah, apa yang di bibir itulah yang di hati, ngga perlu menebak-nebak. Sampai saat ini sih, saya ngga punya masalah yang berarti dengan kepribadian saya, soalnya saya tinggal di Medan yang notabene karakternya mirip-mirip seperti itu. Paling kemarin-kemarin saat saya masih tinggal di Jawa, aduuuh susah deh, kalau ngga begitu kenal saya pasti mikirnya  nih orang ngomong kok ngga pake tedeng aling-aling yah, hahaha gpp lah, dan menariknya beberapa teman yang dulu selalu salah paham sama saya, sekarang rajin banget sms-an, BBM-an curhat-curhat xixixix, mungkin karena tahu saya ngga akan bohong kali ya.

Ketemu dengan suami yang plegmatis-melankolis itu, rasanya seperti punya rem ganda, adeeeem deh. Allah itu memang maha adil, ngasih pasangan buat menjadi penyeimbang.

3. Kurang Peka

Bukan berarti berhati batu, mungkin karena koleris tadi ya, saya jadi ngga begitu perhatian sama detail,  dan ngga peka sama yang halus-halus. Keluarga dan teman yang udah ngerti saya, biasanya ngga pakai cara halus kalau mau minta seuatu atau mau minta bantuan gitu. " Win, minta kopinya dong, sekalian lu buatin ya". Atau ngga " Kak, gajian ya, traktir dong di Nelayan". Ngga pake acara sindir-sindir deh, main tembak langsung aja, soalnya saya suka males menebak-nebak apa maunya orang. Kalau saya mau saya bilang ya, kalau ngga ya bilang ngga aja, ngga pake pura-pura mau padahal hati ngedumel.

Sifat ini juga pernah bikin ibu saya menganggap saya TERLALU, huhuhu. Ceritanya, saat saya nikah. Bagi saya nikah itu adalah hal yang membahagiakan. Nah di prosesi nikahan itu kan ada petatah petitih dari orangtua. Biasanya pengantin akan menangis haru. Nah, saya yang hatinya ngga peka ini, malah tersenyum-senyum mendengar nasehat ibu, ngga ada terharu-terharunya. Lah saya memang ngga bisa berpura-pura sedih, wong hati saya memang lagi bahagia banget, xixixi, pengen disambit deh sama ibu saya. 

4. I Have Many Dream

Mungkin sebagian hidup saya dihabiskan untuk mengkhayal dan bermimpi. nah ini agak sedikit bertentangan dengan koleris-sanguin kayaknya ya. Saya suka sekali menghayal. Sisi positifnya kadang saat saya lagi sedih, lagi down, saya menghibur diri dengan menghayalkan yang indah-indah, biasanya mood saya langsung berubah baik lagi. maka, untuk kebiasaan jelek yang satu ini, saya ngga berusaha menghilangkannya, karena bermanfaat untuk diri saya.

Trus saya punya buanyak banget mimpi, tapi seiring waktu mimpi-mimpi itu saya tinggalkan satu persatu, bukan karena ngga bisa mencapainya, tapi semakin kesini kok saya merasa hidup saya udah komplit, punya suami baik, anak sehat dan cantik, kerjaan saya lumayan, keluarga saya bahagia, eh malah ngga pengen apa-apa lagi. Pengennya ya udah sehat-sehat aja. Intinya saya kok jadi cepat puas dengan yang ada saat ini. Bertolak belakang dengan koleris yang ambisius.

Mimpi pengen keliling dunia, pupus," yang penting diamana aja deh asal sama suami dan sama Tara". Mimpi pengen nulis buku, " Ah udahlah, yang mau saya tulis juga udah ditulis di blog, udah diceritain ke Tara. Tampaknya saya mengalamai degradasi mimpi. Tapi saya mau menikmatinya dulu, karena saya yakin seiring waktu pasti energy saya kembali seperti semula. Memang mungkin saatnya sekarang energy saya ditumpahkan untuk keluarga. Yeaaaah.

5. Saya suka Sirik
Iyaaaa, kalau lihat orang lain berhasil, saya bakal sirik setengah mati. Bukan cuma lu, guweh pun bisa kayak gitu. Saya seneng-seneng aja punya sifat kayak gitu, soalnya ngga merugikan orang lain kok. Karena saya sirik bukan untuk ngejatuhin orang, tapi untuk memacu diri, dendam positif lah istilah kerennya.

Nah yang lain-lain, yang kecil-kecil tuh
6. Suka banget dimsum, dan semua seafood
7. Paling ngga suka dicuekin
8. Suka warna hitam dan merah
9. Saya kuno
10. Lebih suka nonton serial daripada film lepas
11. Hobi banget nonton acara masak-memasak tapi paling males ke dapur
12. Ngga suka ke pasar
13. Pecandu Kopi
14. Mie lover
15. Suka banget sama keju dan jagung
16. Penyanyi favorit Bryan Adams ( duileh gw jadul bgt)
17. Bisa hidup tanpa tivi
18. Paling ngga pinter nawar harga
19. Susah banget punya temen dekat
20. Lebih suka belanja sendirian daripada bareng temen.