Rabu, 26 Juni 2013

Lagitmusik.com, Cara Asik Menikmati Musik

Semua ciptaan Yang Maha Kuasa di alam semesta begitu menakjubkan, begitu indah dan begitu istimewa. Namun dari kesemuanya, manusia adalah ciptaan yang paling mencengangkan. Dengan segala kerumitan dan kompleksitas di dalamnya.

Jika manusia adalah ciptaan terbaik Allah ( menurut saya ), maka musik adalah ciptaan terbaik manusia. Banyak hal luar biasa yang ditemukan manusia, mulai dari bahasa, seni, ilmu pengetahuan, sampai temuan tentang rekayasa genetic. It’s very amaze. Namun, tidak ada temuan yang begitu universal dan dapat diterima di seluruh pelosok bumi kecuali musik.


Kita tidak perlu menjadi ahli musik untuk bisa mengatakan sebuah lagu itu enak didengar. Kita juga tidak perlu harus masuk sekolah khusus musik untuk bisa sekedar berdendang dan menyiulkan irama-irama. Walau saya tak tahu apa arti lirik yang dinyanyikan Fathin Sidqia di X Factor, saya toh bisa mengatakan bahwa lagu yang dibawakan Fathin sangat memukau. Pun saya tidak terlalu ngeh saat Bryan Adams menyanyikan I’ll be right here for you, tapi saya bisa terhanyut sedemikian rupa saat mendengarnya. Atau saya akan begitu bersemangat saat Izzatul Islam mendedangkan “ Mujahid Muda” nya, dan bisa menangis tersedu-sedu saat mendengar lagu “Mother How are you today” .Ya itulah musik, kamu bisa merasakan apa yang ingin disampaikan tanpa harus tahu artinya. Bahasa universal

Musik adalah satu-satunya hal yang meskipun kita menyebutnya dengan berbagai jenis nama, namun tetap bisa dinikmati oleh siapapun. Mau jenis pop, jazz, country,rock, it’s just a music. Musik juga adalah suatu hal yang bisa memacu panca indra dan anggota tubuh bereaksi hanya dengan mendengarnya. Saat sebuah lagu didendangkan, mulut akan ikut bernyanyi, kepala akan bergoyang, kaki akan menghentak, badan akan mengikuti irama, dan pada akhirnya tangan akan bertepuk. Seperti itulah musik.

Satu hal yang penting adalah, musik dapat menghubungkan banyak orang dengan berbagai ras, suku, budaya dan agama. Musik juga bisa menggambarkan perasaan, membangkitkan kenangan, dan melukiskan suatu keadaan. Tak heran , lihat saja di infotainmet atau acara-acara televise. Saat di layar menggambarkan seseorang yang miskin, yang berjuang dengan hidup otomatis lagu yang paling tepat untuk menggambarkannya adalah “ You Rise Me up “.  Atau saat menggambarkan keadaan orang disabilitas, orang tak berdaya, maka akan mengalun lagu D’massive

“ Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi….
Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah “ #nyanyi

Contoh lagi, saat di layar kaca muncul berita peperangan, lagu Michael Jackson “ Heal The World” begitu pas menggambarkannya. Dan semua orang pasti akan setuju dan terhanyut di dalam melodinya tanpa harus mengerti kata-katanya. Musik memang universal.

Bagi saya, musik memiliki banyak peran. Sebagai penggugah suasana, penyemangat hari dan seringnya sebagai penstimulus untuk melahirkan ide-ide kratif . Saya bukan pemain musik, saya juga bukan ahli musik, dan jujur saja saya tidak terlalu hobi mendengarkan musik dalam arti selalu up to date dengan perkembangan musik, atau selalu semangat menonton konser musik. Saya hanya penikmat musik. Tak peduli apapun jenis musiknya, siapa penyanyinya, atau bahasa apa liriknya, sepanjang musik itu easy listening di telinga saya, maka saya akan menyukainya dan mengkategorikannya sebagai musik yang asik.

Musik yang asik itu menurut saya musik yang enak di dengar, ngga bikin pusing,pas didengar pada kondisi tertentu dan tentu saja saat mendengarnya kita merasa tenang dan tidak merasa bersalah. Ya bisa dikatakan seperti soundrtack lah. Kalau kondisi lagi mellow ya asiknya denger musik yang meloow juga. Kalau di kantor, lagi kerja asiknya denger musik yang menambah semangat. Makanya saya memiliki lumayan banyak koleksi musik dengan berbagai genre dan jenis untuk mengakomodir suasana hati dan keadaan yang selalu berubah-ubah setiap hari. Biar gampang saya membuat list lagu khusus di hp saya. Ada musik kerja, musik bobo, musik mellow,musik ceria,jadi kapanpun saya butuh musik untuk mendongkrak mood, atau mengurangi kepenatan tinggal klik saja.

Biasanya saya minta carikan suami, lagu-lagu yang saya suka. Saya baru tahu ternyata ada website yang bisa kita kunjungi untuk mendownload semua lagu asik yang kita cari. Namanya Langitmusik.com.

Langitmusik.com adalah layanan terbaru dari Telkomsel untuk mendownload dan streaming lagu secara legal dan tanpa batas melalui website.

Maksudnya secara legal ?

Iya, selama ini kan kita suka download lagu melalui internet yang notabene sudah masuk ke ranahnya pembajakan, karena kita melakukannya secara ilegal. Nah kalau melalui langitmusik.com,untuk mendownloadnya kita dikenakan biaya berlangganan. Biaya berlangganannya juga asik, ngga mahal sama sekali. Yang pertama paket basic, free untuk 30 hari, tapi kita hanya bisa menikmati lagunya saja tanpa mendownload dan bisa mendengarkan lagu selama 1 menit saja. Yang kedua, paket premium Rp 11.000/30 hari.

DI langitmusic.com, tersedia lebih dari 800.000 lagu. Untuk menikmatinya cukup registrasi saja dan ikuti langkah2nya.

Selain bisa menikmati secara langsung melalui website, langitmusic.com juga bisa diakses di berbagai gadget seperti handphone, blacberry, maupun android.

Karena punyanya Blackberry,saya coba install melalui menu Blackberry world.


Tampilan di Blackberry

Setelah aplikasi terinstall di BB, ntar kalau mau download lagunya tinggal klik aplikasinya, login menggunakan password yang dikirim via SMS, pilih lagunya, download. Dan kita tinggal mendengarkan lagunya via BB. Praktis dan sangat mudah.

Selain lagu, di langitmusik.com juga menyediakan NSP.  Pokoknya komplit seperti one stop website untuk download segala jenis lagu.

Lagitmusik, cara asik menikmati musik. Selain lengkap dan mudah, dengan mendownload lagu di langitmusik.com kita berarti sudah turut membantu mengurangi pembajakan musik di Indonesia. Ini baru asik.

Itu caraku menikmati musik asik, bagaimana denganmu ?


Jumat, 21 Juni 2013

Hidup ini [Harus] Memilih

Iya, dalam hidup ini kita pasti dihadapkan pada pilihan-pilihan. Dari mulai membuka mata di pagi hari, kita dihadapakna pada pilihan mau bangun atau meneruskan mimpi, mau sarapan dulu atau langsung capcus ke kantor. Di perjalanan ke kantor pun kita lagi-lagi harus memilih, mau masuk tol atau lewat jalan biasa. Naik taksi atau naik angkot. Dan pada akhirnya keputusan yang kita ambil akan berdampak pada langkah kita selanjutnya.


Tiga tahun lalu, saya pernah dihadapkan pada pilihan yang menurut saya saat itu adalah pilihan yang sangat sulit bagi saya, karir dan keluarga. Saya diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan diri menjadi apa yang saya impikan, namun dengan konsekuensi pisah dari keluarga. Saat itu, berliter-liter airmata mengikuti keputusan yang saya buat. Ya, saya memilih karir dengan berbagai pertimbangan yang sudah saya pikirkan masak-masak dan tentu saja dengan persetujuan suami. 

Hasilnya?

Awalnya saya sempat menyesali keputusan saya. Berpisah dan meninggalkan suami sendirian di belantara kebun sawit, membuat saya merasa menjadi istri yang sangat egois. Namun, seiring berjalannya waktu, dengan positive thinking terhadap rencana Allah, ternyata semua bisa berjalan tanpa hambatan. Hambatannya ya hanya biaya yang sangat mahal hanya untuk bertemu suami. 

Saya percaya dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan, dan dalam setiap jalan hidup kita, pasti ada misteri yang hanya Allah yang tahu yang kesemuanya itu kalau kita ikhlas menjalaninya maka akan berbuah manis bagi kita. Demikian pula yang terjadi pada saya, dengan bekerja di Jakarta, saya jadi berkesempatan bertemu dengan seorang dokter yang kemudian setelah berobat dari dia dan atas kehendak Allah, tidak lama kemudian kami memiliki anak. Dengan bekerja di kantor pusat pula, saya berkesempatan kenal dan bertemu dengan orang-orang yang mungkin di kemudian hari memberi saya kemudahan sehingga saya bisa kembali berkumpul bersama suami.

Pokoknya, semua yang saya jalani, yang awalnya terasa begitu berat ternyata baru sekarang saya tahu rahasia-rahasia di balik nya. Untuk itu saya tak menyesali lagi sedikitpun keputusan saya memilih karir dibanding keluarga tiga tahun silam.

Dan hal tersebut terulang kembali saat ini. Tiga minggu yang lalu, bertepatan saat saya sedang terbaring di RS menunggu pembukaan demi pembukaan kelahiran anak pertama saya, sebuah SMS masuk ke hape saya. Isinya memberitahukan bahwa tanggal 12 Juni 2013 saya diminta ke Kanwil untuk mengikuti wawancara lanjutan dalam rangka assesment untuk Job Opening Manajer. Beberapa bulan sebelumnya saya memang sudah mengikuti test hard competency tahap awal dan dinyatakan lulus. 

Haduh dilema melanda saya. Satu sisi saya memang menginginkan jabatan itu, tergiur dengan fasilitas yang akan saya dapat dan tentu saja peningkatan income dan peningkatan karir ke depan. Namun di sisi lain, saya baru saja beberapa saat berkumpul dengan suami, ditambah dengan kehadiran putri pertama saya yang begitu menambat hati Lalitavistara, rasanya saya tidak akan sanggup kalau harus merubah kondisi yang lagi saya nikmati saat ini.

Perusahaan tempat saya bekerja memang tersebar dari Sabang sampai Merauke, jadi tidak ada satu orang pun yang bisa menjamin akan dimana kita ditempatkan. Dan sudah menjadi kebiasaan, kalau naik jabatan akan diikuti dengan mutasi. Masalahnya, kemana mutasi tersebut yang hanya SDM dan Tuhan saja yang tahu. Tidak ada rumus pasti bagaimana SDM menempatkan pekerja, semua serba sim salablim abrakadabra. 

Maka dengan berat hati, saya pun melewatkan kesempatan itu. Padahal baru kali ini tes untuk job opening manajer diadakan di wilayah, biasanya pasti di kantor pusat. Sempat juga terbersit di hati saya, " Apa ini pertanda dari Allah, dengan memberi saya kesempatan bisa mengikuti tes walau sedang cuti melahirkan?" yang kemudian dijawab suami saya " Ini bukan pertanda kesempatan dek, tapi ini merupakan ujian bagi ade, seberapa serakah ade terhadap kemudahan yang diberi Allah". Hiaat deziing, menohok. Tapi benar juga sih, kayaknya kok ya saya ngoyo banget kalau baru brojol si Tara udah mau ngejar karir lagi, padahal baru dua bulanan ini saya dan suami benar-benar full bersama dalam satu rumah. Ntar kalo harus dipindah lagi, gimana?

Ketakutan-ketakutan yang belum terjadi tapi bisa jadi terjadi, akhirnya membawa saya pada keputusan bulat. Bismillah, saya pun mengirimkan surat pernyataan untuk tidak mengikuti tes. Saya percaya rezeki orang tidak akan pernah tertukar. Dan berbeda dengan tiga tahun silam, saat ini keluarga adalah hal yang terpenting untuk saya. Apalagi dengan kehadiran si kecil, rasanya TERLALU kalau saya membandingkannya dan mengkonversinya dengan keuntungan-keuntungan yang akan saya peroleh jika menduduki jabatan baru.

Ah, bagaimanapun, seorang anak , sebuah keluarga pada akhirnya akan menjadi tempat kita kembali. Dan itu akan selalu menjadi prioritas utama. Bukankah harta yang paling berharga itu adalah keluarga?. Ngga juga, harta yang paling berharga itu Iman. 

Dan finally, kalau harus memilih karir atau keluarga, jelas saya akan pilih keluarga. Kalau kamu?

Rabu, 19 Juni 2013

Being A Mother

Akhirnya bisa posting lagi di blog ini, hampir sebulanan ini rasanya waktu itu ngga cukup buat ngapa-ngapain, padahal ya ngga ngapa-ngapain juga ;)

Alhamdulillah, tiga minggu lalu tepatnya Selasa 28 Mei 2013 pukul 22.39 WIB telah lahir putri pertama kami dengan berat 3,3 kg , panjang 49 cm secara normal. Pengalaman yang ngga mungkin saya lupakan seumur hidup. Setelah lima tahun menanti kehadiran si dede, rasanya semua terbayar lunas ngga pakai ngutang. 



Untuknya kami beri nama Pramodawardani Lalitavistara, Kebahagiaan yang selalu tumbuh dan rezeki yang berlimpah, begitulah makna namanya. Sesuai harapan kami sebagai orangtua. Semoga putri kami ini selalu membawa kebahagiaan dimanapun ia berada, bukan kebahagiaan sementara tapi kebahagiaan yang selalu bertunas, mengakar dan tumbuh besar. Selain itu, karena selama kehamilannya rezeki seolah mengalir bagai ditumpahkan dari langit pada keluarga kecil kami, maka begitulah juga yang kami harapkan akan terjadi padanya.

Rasanya menjadi ibu?

Hmm, kalo kata orang Karo " La terkataken ", alias ngga bisa diungkapkan dengan kata-kata. Amazing yang pasti, Surprised juga, ngga nyangka seperti ini rasanya menjadi ibu, menjadi orangtua. Capek , iya juga, senang.. pastinya. Ngga bisa dibandingkan dengan rasa senang saat dapat hadiah dari lomba (emak kuter), karena yang ini hadiahnya langsung dari yang maha Kuasa.



Sampai detik ini, saat menjelang tidur, bersama suami dengan si Tara berada di tengah-tengah kami, tak henti-hentinya kami mengagumi makhluk Allah yang satu ini. Masih ngga percaya ada bayi mungil di tengah-tengah kami. Melihatnya tertidur, terkadang tersenyum dalam tidurnya, menghapus semua lelah yang ada. Ya, sejak kelahirannya, tak satu malam pun kami lewati dengan tidur nyenyak. Akhirnya pengalaman bergadang karena bayi merengek, menangis, minta susu pun kami alami juga. 

Capek luar biasa. Apalagi ditambah saya belum dapat pengasuh dan orang yang bantu-bantu di rumah, praktis semua dikerjakan sendiri. Bangun pagi, nyiapin keperluan suami ngantor, lanjut nenenin si kecil,sarapan biar ASI nya banyak, jemur si Tara sebentar di matahari. Untuk mandiin bayi, saya masih makai jasa perawatan bayi sekaligus perawatan ibu. Jadi tiap pagi ada yang mandiin Tara, trus saya dipijet, di oukup pakai rempah-rempah, minum jamu, dipasangin gurita dan stagen.

Selesai mandi, nyusuin lagi, gitu aja udah nyampe tengah hari. Makan siang, nyusuin lagi, bobok bentar, eh udah asar aja, mandiin bayi lagi, nyusuin lagi, udah maghrib aja. Trus persiapan tidooor dan begadang. Keliatan sepele tapi benar-benar menguras tenaga. Tepaaar.

Tapi yang pasti walaupun capek, ngga tidur, ngga bisa kemana-mana, ngga ada yang bisa menggantikan anugerah luar biasa yang diberi Allah kepada kami. Rasa syukur tak terkira kepada Allah SWT yang telah memberi kami kesempatan untuk menjadi orangtua. Merasakan amanah luar biasa ini. Dan juga terima kasih kepada seluruh sahabat yang telah memberi support , turut mendoakan kesehatan dan keselamatan saya dan Tara selama kehamilan.

Semoga Lalitavistara menjadi anak yang solehah, dibaguskan akhlaknya, dicerdaskan akalnya, dihaluskan budi pekertinya. Amin ya rabbal alamin


Baca juga ceritaku tentang kelahirannya di :
http://duniarahimbunda.blogspot.com/2013/06/menjelang-kelahiranmu.html
http://duniarahimbunda.blogspot.com/2013/06/aku-mau-melahirkan-lagi.html
http://duniarahimbunda.blogspot.com/2013/06/malam-pertama-bersamamu.html
http://duniarahimbunda.blogspot.com/2013/06/gagal-asi-eksklusif.html






Jumat, 24 Mei 2013

Go Fatin Go Fatin


Yeaaaay akhirnya X Factor muncul juga . Udah dari tadi pagi ngga sabar mo nonton. 

Seperti yang saya tulis di status FB saya tadi pagi 


Ngga ada yang memungkiri kalau Novita Dewi punya suara yang cetar banget, tinggi dengan teknik yang sudah matang. Ditambah pengalaman dan mental juara yang sudah ditempa, tidak diragukan Novita Dewi pantas menjadi pemenang. 

Namun Fatin memiliki keunikan dan karakter suara yang tidak dimiliki oleh Novita dan bahkan finalis lain. Ditambah pembuktian Fatin saat menyanyikan lagu kemenangan yang menurut saya pas banget dengan karakter suaranya dan membuat yang mendengarnya terhanyut. Membuktikan bahwa Fatin ngga cuma bagus  saat menyanyikan lagu Grenade. Apalagi kenyataannya setiap lagu yang dibawakan Fatin di youtube pasti ditonton oleh ratusan ribu orang. Bahkan Grenade telah diview sebanyak 4 juta kali ( total semua video ), Perahu kertas  saja sudah jutaan, dan yang terbaru "Aku Memilih Setia" sudah ratusan ribu dilihat hanya dalam waktu seminggu saja. Hal yang tidak pernah terjadi pada penyanyi Indonesia manapun. Tidak dapat disangkal semua lagu yang dinyanyikan Fatin bakal lebih terkenal dari sebelumnya. Lihat saja di mall-mall, supermarket bolak-balik lagu Rihanna, ALicia Keys diputar setelah dinyanyikan Fatin. Dan itu semua menurut saya merupakan gambaran masa depan karir Fatin.



Menang atau tidak menang Fatin pada malam ini, dia sudah memiliki basis fans yang kuat dan saya jatuh cinta dengan suara Fatin.

Oya, saya juga penasaran banget, ada ngga ya penyanyi Indonesia yang berani nyanyiin lagu Grenade dan siap dibandingkan dengan Fatin ?

Jadi, sepertinya malam ini bakal Hot banget.. Dan saya sangat berharap Fatin Shidqia keluar sebagai pemenang X Factor.

Bagaimana dengan kalian?

Kamis, 23 Mei 2013

Pencemaran Nama Baik : Ikhlas, Haruskah?

Ikhlas itu lebih Indah

Seorang teman memberi nasehat kepada saya setelah saya mencurahkan uneg-uneg di hati. Saya setuju sekali dengan kalimat tersebut, bahwa iklhas itu lebih indah. Ikhlas itu lebih menenangkan dan ikhlas itu jauuuuh lebih baik daripada tidak ikhlas, eh.

Namun kemudian saya bertanya-tanya , keadaan yang seperti apakah kita harus ikhlas? Setiap saat?. Terkadang saya mikir, ada saatnya kita tidak boleh mengikhlaskan sesuatu kalau memang itu menjadi hak kita.


Misalkan saja, di dunia kerja, jika aturan perusahaan menjanjikan saat kita mencapai target yang ditentukan maka kita akan mendapat bonus atau reward. Saat bonus atau reward tadi tidak diberikan kepada kita walaupun kita sudah melampaui target apa kita harus ikhlas?. kalau kita menggugat apa disitu kita bisa disebut sebagai orang yang tidak bersyukur?, yang suka cari gara-gara?.

Benar, mungkin kalau kita mengikhlaskan rezeki yang mungkin harusnya milik kita, kita akan berpahala. Benar juga mungkin, dengan kita mengikhlaskannya, siapa tahu Allah akan mengganti yang lebih baik. Dan sangat benar kalau yang namanya rezeki itu ngga akan kemana. tapi , apa kabar kata adil?. Saat kita diperlakukan dengan tidak semestinya. Saat hak yang seharusnya milik kita tapi tidak diberi, apa salah kalau kita mencari keadilan, dengan menggugat kepada yang bersangkutan misalnya, atau malah mengungkapkan perasaan kita, pendapat kita di media sosial dengan tujuan agar pihak yang dimaksud tahu kalau kita tidak puas, kalau mereka sudah wan prestasi?.

Jadi, seandainya saya berhak mendapat hadiah tertentu dari suatu lomba yang saya ikuti, dan ternyata panitia tidak memberikannya kepada saya, apa salah kalau saya menuntutnya. Setelah melalui cara baik-baik kemudian mereka tetap berkelit, apakah dengan menuliskannya di blog pribadi saya akan terkena pasal pencemaran nama baik dalam UU ITE?. 

Terus terang saya bergidik membaca pasal-demi pasal di dalam UU ITE. Dan saya tidak mau kejadian seperti kasus Prita menimpa saya.

Lihat Chipstory berikut : http://chirpstory.com/li/55210 tentang pencemaran nama baik. Yang menyatakan
  • Ps 310 KUHP mengkriminalisasi tiap orang yg lisan/tertulis menyerang kehormatan/nama seseorang dgn menuduhkan sesuatu u/ diketahui umum
  • Informasi yang disampaikan kpd masy umum, yg tdk punya kompetensi melakukan penegakan hukum, maka dpt dianggap pencemaran nama baik
  • Gugatan yg disiarkan di media massa & tidak terbukti benar, dpt digugat krn pencemaran nama baik
  • Somasi dapat dijerat dgn pencemaran nama baik jika isinya langsung berisi tuduhan & diungkapkan di muka umum
  • Ketika menulis surat pembaca di media massa, usahakan tdk bermuatan penghinaan jika tak mau terkena pencemaran nama baik
  • Ketika menulis status berisi keluhan di social media juga hrs berhati2 karena bisa terjerat pencemaran nama baik
  • Keluhan tanpa menyebutkan dgn jelas nama org atau instansi yg dituju atas keluhan tsb, juga dapat terjerat pencemaran nama baik
  • Bahkan mencemarkan nama baik orang yg sudah meninggal pun dapat dipidana dengan pencemaran nama baik
  • Psl pencemaran nama baik jg mengintai praktik jurnalisme warga (citizen journalism) baik yg dilakukan media cetak, elektronik & internet
  • Pencemaran nama baik jika dilakukan di media online bisa dijerat dgn Ps. 27 (3) jo. Ps. 45 (1) UU ITE
Yang saya warnai merah, berarti kita menulis tentang pihak lain di blog pribadi pun bisa terkena ancaman pencemaran nama baik. Lalu dimana dong letaknya kebebasan mengungkapkan pendapat, kalau toh ternyata apa yang kita tuliskan memang benar?.

Jadi kalau kita sudah menanyakan baik-baik kepada pihak yang bersangkutan, trus sudah bersabar, dan ternyata mereka tetap tidak menggubris kita, kemana kita harus menuntut? Jelas kalau menuntut dengan jalur hukum yang resmi kita pasti kalah, lah mereka perusahaan besar bisa menyewa pengacara. Kalau keinginan kita hanya sekedar memberi efek jera dengan menuliskannya agar masyarakat umum mengetahuinya, apa kita akan dijerat pasal itu juga?

Pertanyaan saya. kalau begitu, apa semua harus diikhlaskan hanya karena kita pihak lemah yang dihantui pasal-pasal yang melindungi pihak yang berkuasa tersebut?.

Adakah yang bisa menjelaskannya kepada saya?

Selasa, 21 Mei 2013

Seandainya Saya Tidak Ngeblog, So What Gitu Lho???

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mamiri Minggu ke tujuh dengan tema :


Seandainya saya tidak ngeblog?

Yang pasti dunia ngga akan kiamat
Langit masih biru
Bunga pun tak layu
Eyang Subur masih digugat Adi Bing Slamet
Arya Wiguna masih tenar dengan "Demi Tuhannya" ( ngga banget deh )
Dewi Persik masih sama alaynya
Dan yang pasti Lee Min Ho tetep ngga mau sama saya xixixi




Kenapa???????

Tapi dari semua itu, satu hal yang pasti seandainya saya tidak ngeblog saya ngga bakal dapat banyak rezeki yang melimpah ruah dari kegiatan dunia maya paling memabukkan ini, dan dengan cara yang tidak perlu berpeluh keringat .

Kilas balik cerita awal mula saya ngeblog dulu ah.

Pertama kali tau blog itu jamannya Friendster. Saya ngeblog pakai fasilitas yang disediakan medsos ini. Dulu tampilannya masih simpel banget, ngga kayak platform blog yang ada sekarang. Polos aja, cuma postingan doang. Isinya curcol geje tentang kerjaan. Karena dulu belum merit jadi isi blognya juga tentang rasa-rasa di hati, ceilah, dan sangat berharap yang dituju membaca apa yang saya tulis. Sayang ga lama kemudian FS collaps, tulisan saya pun terkubur di dalamnya. Dan sialnya saya sama sekali ngga nyimpan salinannya, karena kalau nulis langsung di blog. Heeeh ya sudahlah.

Akhir tahun 2009 saya mulai ngeblog lagi, pakai blog yang sekarang ini. Isinya?? tetep masih curcol sekitaran kehidupan sehari-hari. Paling sering ngomongin suami, karena saya udah nikah dan menurut saya kisah kasih dengan si pemilik tulang rusuk saya ini terlalu sayang untuk tidak didokumentasikan.

Barulah kemudian karena ada teman kantor yang muji tulisan saya, katanya asik, ada yang bilang renyah ( kayak kerupuk kriuk-kriuk alias garing) saya pun terkompori untuk mulai menulis serius. Mulai ikutan lomba-lomba yang ada. 

Saya ini pada dasarnya orang yang sangat suka berkompetisi dan terkadang suka iri-an kalau lihat orang lain berkarya lebih baik. Tapi , iri saya masih iri yang positif, karena saya ngga pernah iri karena keberhasilan orang tapi lebih ke iri karena pengen bisa seperti dia bahkan lebih.Jadi saat tahu ada teman saya yang nerbitin buku antologi saya kepo banget, "Kok bisa?, gimana caranya?, emang tulisan dia gimana sih?". Pertanyaan tersebut datang menggerayangi otak saya.

Setelah cari info sana-sini, barulah saya ngeh kalo ada yang namanya lomba menulis dan hadiahnya ntar tulisan kita dibukukan. Wow, saya langsung ikutan. Perhatikan deh, di awal-awal postingan blog ini, isinya info audisi menulis semua, sanking semangatnya saya. Dan alhamdulillah beberapa lomba yang saya ikuti,tulisan saya nyangkut juga untuk dibukukan. Bangganya ampuuun deh, sampe woro-woro di FB. Tapi kalau sekarang saya baca-baca lagi bukunya, aiiih malu rasanya, tulisan saya ternyata masih ambradul banget. Tapi bagaimanapun itulah cikal bakal semangat saya untuk mulai serius ngeblog dan nulis.

Selain suka berkompetisi dan suka iri-an saya juga orangnya pembosan. Jadi setelah antologi saya terbit 5 biji ( yaelah baru lima ) saya udah bosan, trus berhenti ngga pernah lagi ikutan lomba antologi. Saya mulai melirik lomba blog. Alasan utama saya, ngileeeeer liat hadiah yang ditawarkan. Bayangkan coba, cuma nulis buat suatu produk tertentu hadiahnya bisa dapet gadget atau uang tunai. Hadoooow, jiwa matre saya menggeliat. 

Pertama kali lomba blog yang saya ikuti itu adalah di jadiberita.com. Kita disuruh nulis tips atau berita atau artikel yang orisinil buatan kita, kalau bisa diselipin sedikit humor dan merupakan hal yang baru. Hadiahnya ngga gede, hanya duit 150ribu utnuk tiga pemenang. Saya langsung ikutan, nulis tentang tips supaya dapet tempat duduk yang kita inginkan di pesawat. Ini tips benar-benar berdasar pengalaman pribadi, karena saat itu dalam satu bulan saya bisa menggunakan maskapai penerbangan minimal 4 kali.Wooo, baru pertama ngontes, saya langsung juara satu, siapa cobaaaa yang ngga jadi ketagihan.

Maka sejak itu, kalau ada lomba blog saya ngga pernah absen. Kalau masih ngerti temanya, saya pasti ikutan. Tapi berikut-berikutnya saya ngga terlalu ngoyo dengan hadiahnya, hanya penasaran aja dan gatel rasanya kalau ngga ikut. Sensasi melihat pengumuman pemenang itu begitu menggoda apalagi kalau melihat nama kita ada di dalamnya, hadiahnya cuma seuprit pun tetep bahagia luar biasa.

Dan sampai saat ini, dari kegiatan ngeblog  saya sudah mendulang banyak banget hadiah baik barang,uang, maupun voucher belanja. Bahkan isi rumah saya bisa dibilang dipenuhi oleh hadiah karena ngeblog. Ngga pernah kebayang bisa memboyong mesin cuci, AC, TV,Oven cuma dari nulis. Selain itu saya juga merasa ada di lingkaran blogger nasional, dalam arti cakupan pergaulan saya sudah meluas.Jadi punya teman dari ujung Barat sampai ujung Timur. Dan itu semua ngga akan kejadian kalau saya ngga ngeblog. (lihat Winning Something )

Bukan itu saja, saya jadi kenal penulis-penulis keren dari ngeblog. Fauzan Mukrim, itu penulis yang saya kagumi, gara-gara sering mengunjungi blognya, ninggalain komen, eh malah jadi kenal ( kenal dunia maya aja sih ). Trus dari ngeblog juga jadi tahu secara pribadi kehidupan para penulis tersebut, jadi berasa deket. Ah siapa bilang infotainment itu perlu?, ngga perlu sama sekali, wong dari blog aja bisa tahu kok gosip-gosip yang dulu menerpa Dewi Lestari, malah dapet info real dan terpercaya dari orangnya langsung.

Yang tergress, gara-gara ngeblog, ibu saya yang pengen banget ketemu menteri lingkungan hidup jadi kesampaian keinginannya. Saat saya memenangkan lomba blog Aqua, ibu saya mewakili saya untuk menerima hadiahnya di Jakarta, dan entah kebetulan atau memang jodohnya ibu saya, si menteri hadir disitu. Wow, melihat senyum sumringah ibu  rasanya bersyukur banget saya terdampar di dunia bernama blog ini.

Ibu Saya saat Menerima Hadiah Lomba Aqua

Bersama Menteri Lingkungan Hidup

Jadi, seandainya saya tidak ngeblog, ngga ada yang akan dirugikan, dunia juga akan berjalan seperti biasa, saya mungkin akan punya waktu lebih banyak buat mantengin sinetron kajol di tivi yang sampai saat ini ngga pernah saya tonton. Buku-buku yang masih berplastik di lemari pun akan lebih cepat saya lahap. 

Tetapi ...............lebih banyak keuntungan dan hal luar biasa yang saya peroleh karena saya ngeblog. 

Salah satunya saya bisa berinteraksi dengan para blogger dan teman-teman yang bakalan komen di postingan ini. 

Alohaaaa, love you guys :)).




Cuti Hamil : Tips Belanja Hemat Ala WIndi

Sudah sebulan saya menjalani cuti dalam rangka menyambut si buah hati. Di tempat saya bekerja, cuti hamil memang harus diambil sebulan sebelum melahirkan dan dua bulan setelah melahirkan. Sebenarnya sayang juga sih, pengennya tiga bulan cuti itu dihabiskan setelah si dede lahir biar agak lamaan bisa momongnya. Tapi karena sudah aturan, ya mau apalagi.

Awalnya saya pikir, saya bakal bete abis selama sebulan di rumah. Kebanyakan teman-teman bilang gitu, katanya bosan banget nungguin bayinya lahir, ngga ngapa-ngapain di rumah. Memang awalnya gitu sih, mau jalan-jalan ke mall sayanya gampang banget kecapekan. Pas di mall sih semangat, gitu pulang kaki linu-inu, kasihan suami yang kebagian jatah mijetin xixixi.Mau berwisata kuliner ria, entah kenapa sejak hamil saya suka sekali masakan rumahan, jadi ya ngga terlalu antusias kalo diajakin suami makan di luar.

Akhirnya saya malah nemuin kegiatan yang nyenenging tuh selama cuti ini.

Karena saya tinggal di komplek perumahan yang anehnya kok ngga ada tukang sayur yang wara-wiri, jadi saya harus belanja ke luar komplek kalo mau masak. Jadi setiap Senin pagi, saya bakal ikut suami pergi ke kantor, trus di drop di warung yang jual sayur mayur plus ikan yang komplit. Hehehe, awalnya saya canggung banget buat pilah-pilih sayuran. Selama ini ngga pernah masak di rumah, kalau pun saya masak, biasanya urusan belanja saya minta tolong ibu, kakak ipar atau adik saya saat mereka sekalian ke pasar.

Saya langsung belanja buat seminggu, beli ikan, udang, telur, sayur berbagai macem, mulai dari bayam, daun katuk, kangkung, cabe, bawang, semuanya deh. EH pas bayar saya kira bakal kena berapa gitu, soalnya saya dah ngambil ini itu, plus minyak goreng, plus kacang ijo, kelapa.  Ngga taunya total belanjaan saya cuma 130 ribu. Wow, takjub banget. Itu udah belanjaan buat seminggu lho. Emang sih jumlahnya dikit-dikit soalnya kan di rumah cuma berdua. 

Wah langsung girang banget, bayangkan berapa uang belanja yang bisa saya hemat. Selama ini saya dan suami kalo makan malam di luar itu harus ngerogoh kantong minimal 50 ribu sekali makan.

Nah dari pengalaman saya belanja selama sebulan ini, saya punya tips agar uang belanja bisa hemat :
  • Beli yang pokok-pokoknya dulu, kayak ikan dan sayur.
  • Beli cabe merah sesuai kebutuhan, ngga usah berlebihan
  • Untuk cabe hijau dan cabe rawit, belinya digabung aja, misalnya " Bu campur ya cabe ijo sama rawit dua ribu", gitu
  • Untuk bawang putih, jahe, lengkuas jangan dibeli dulu. Tapi nunggu semua belanjaan diitung, trus ntar misalnya total 108 ribu, nah ntar si ibu penjual bakal nawarin, dua ribunya digenepin aja mba, baru deh minta bawang putih sama jahenya. Xixixi lebih murah lho.

Soalnya awal-awal saya ambil jahe, trus diitung, jahe 2000. bawang putih satu bonggol 3000. Eh pas giliran ngga saya ambil, selesai ngitung belanjaan total, sisa seribu malah dikasi bawang putih. 

Begitulah tips belanja hemat ala saya. Dan sebulan ini, saya udah bisa masak berbagai variasi masak sederhana yang sehat dan bebas penyedap rasa. Menu favorit saya lodeh daun katuk, biar ASI nya melimpah ruah. Trus tiap hari makan bubur kacang ijo. Biar ngga  capek, saya masak dalam jumlah banyak, trus ditaroh di kulkas, tinggal dipanas-panasin kalo mau makan. Tapi ngga dipanasin juga enak kok, burjo dingin.

Jadi, siapa bilang sebulan cuti itu bosenin, ngga tuh.